Kendalikan stres bisa bantu cegah kanker payudara
Elshinta
Rabu, 27 Oktober 2021 - 00:10 WIB |
Kendalikan stres bisa bantu cegah kanker payudara
Ilustrasi seorang wanita mengalami stres (Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis bedah dari Universitas Padjadjaran, dr. Miradz Hudaya M, SpB mengatakan, mengendalikan stres bisa menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena kanker payudara.

“Manajemen stres. Tingkat stres tinggi bisa menyebabkan imun turun. Imun turun bisa mengaktivasi proses radang, menghambat kematian sel kanker. Jadi, hidup dengan mengendalikan stres,” ujar dia dalam talkshow N'PURE bertajuk "Together We Fight! Breast Cancer Awareness" yang digelar secara daring, Selasa.

Miradz yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) itu mengatakan, upaya pencegahan kanker lain yang bisa dilakukan yakni menerapkan pola makan sehat terutama rendah kolesterol dan gula, rajin berolahraga dan menjaga berat tubuh sehat atau menghindari kondisi obesitas.

Menurut dia, gaya hidup tak sehat ditambah tidak menyusui, menjalani terapi hormonal dan implan payudara, usia lanjut dan pernah terkena benjolan jinak menjadi sederet faktor risiko kanker payudara yang menyumbang peluang hingga 80 persen. Sementara sisanya yakni 20 persen berasal dari genetik.

Selain upaya pencegahan, deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada 7-10 hari setelah menstruasi juga disarankan.

Bila seseorang menemukan benjolan atau tanda yang mengarah ke kanker, sebaiknya segera menindaklanjuti dengan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) untuk menemukan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.

“USG, mamografi memberikan gambaran, biopsi untuk dilakukan pemeriksaan jaringan oleh dokter spesialis anatomi,” kata Miradz yang pernah menemukan pasien kanker pada usia sekitar 35 tahun.

Dia mengatakan, sifat kanker bisa tumbuh kapan saja, mudah kambuh dan menyebar, sehingga SADARI, SADANIS dan pemeriksaan ulang misalnya per 6 bulan penting dilakukan.

“Jangan pernah takut ke dokter untuk memeriksakan diri. Penasaranlah dengan apa yang ada. Ketahuan dini itu lebih baik, itu lebih baik outcome-nya. Banyak pasien yang datang sudah stadium lanjut. Takut, (kurang) pengetahuan dan tidak sakit. Jadi, saat sakit baru dia datang,” demikian kata MIradz.

Kementerian Kesehatan juga telah lama menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika seseorang menemukan sekecil apapun benjolan di payudara, karena menunda berarti memberi kesempatan pada sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan penderita untuk sembuh.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Moeldoko: Perlu sumber pendanaan alternatif untuk BPJS Kesehatan
Senin, 29 November 2021 - 14:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan diperlukannya sumber pendanaan alternatif untuk menga...
 Pemkot bertekad turunkan angka stunting di Kota Magelang
Minggu, 28 November 2021 - 13:44 WIB
Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di wilay...
Tetap sehat saat liburan, pilih protein yang tepat
Minggu, 28 November 2021 - 12:35 WIB
Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Saat liburan, kita cenderung mengkonsumsi makanan tinggi ka...
Alasan PPOK bisa munculkan sesak
Minggu, 28 November 2021 - 12:11 WIB
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Aditya Wirawan, Ph.D, Sp.P,...
PPOK dan kanker paru bisa dicegah dengan berhenti merokok
Minggu, 28 November 2021 - 11:59 WIB
Rokok adalah salah satu jenis candu yang dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan berbagai masal...
Bupati Sleman ajak masyarakat rutin olahraga cegah penyakit degeratif
Sabtu, 27 November 2021 - 17:41 WIB
Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk dapat secara...
Kompetisi kopi COE pertama Asia digelar oleh Indonesia
Sabtu, 27 November 2021 - 13:35 WIB
Indonesia menjadi Negara Asia pertama yang menggelar kompetisi kopi Cup of Excellence (COE). Sebanya...
Mengatasi gejala kelelahan pada penyintas COVID-19
Sabtu, 27 November 2021 - 12:21 WIB
Kelelahan atau fatigue adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-COVID syndrome, bahkan k...
Tiga metode terapi pasien kanker paru
Sabtu, 27 November 2021 - 10:35 WIB
Dr. Ralph Girson Ginarsa, SpPD-KHOM, spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medi...
 Turunkan stunting, DP2KBP3A Boyolali lakukan latihan orientasi
Kamis, 25 November 2021 - 19:46 WIB
Upaya percepatan turunkan stunting di Kabupaten Boyolali JawaTengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) B...
InfodariAnda (IdA)