Azis klaim hanya beri pinjaman Rp210 juta ke bekas penyidik KPK
Elshinta
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:34 WIB |
Azis klaim hanya beri pinjaman Rp210 juta ke bekas penyidik KPK
Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin bersaksi untuk dua orang terdakwa yaitu eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia

Elshinta.com - Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin mengklaim hanya memberikan pinjaman Rp210 juta kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dengan alasan kemanusiaan.

"Pinjaman Rp10 juta dan Rp200 juta alhamdulillah belum dikembalikan, Robin hanya mengatakan akan segera mengembalikan," kata Azis Syamsuddin di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Azis menjadi saksi untuk dua orang terdakwa yaitu eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain yang didakwa menerima total Rp11,5 miliar dari pengurusan lima perkara di KPK.

Dalam surat dakwaan Robin dan Maskur disebutkan Azis bersama dengan kader partai Golkar Aliza Gunado memberikan suap sekitar Rp3,613 miliar kepada Stepanus Robin Pattuju untuk pengurusan perkara KPK di Lampung Tengah.

"Rp10 juta itu awalnya, lalu katanya dia (Robin) kena COVID-19, saya tidak tahu kebutuhan beliau karena katanya keluarga, mertua beliau sakit tapi kondisi sebenarnya saya tidak tahu. Dia langsung datang katanya 'Bang Rp10 juta saya kembalikan bareng Rp200 juta-nya," ucap Azis.

Azis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) menyebut sudah mentransfer Rp10 juta pada 5 Mei 2020 lalu pada 3 Agustus 2020 sebesar Rp50 juta dan Rp50 juta dan pada 5 Agustus 2020 sebesar Rp50 juta dan Rp50 juta.

"Ditransfer jumlahnya segitu karena 'mobile banking' Bank Mandiri saya maksimal Rp50 juta sekali transfer," ungkap Azis.

Menurut Azis, uang itu berasal dari rekening pribadinya yang digunakan untuk menampung gaji, dana reses, amal dan zakat.

"Ini bukannya ria Pak, tapi saya bisa kasih uang ke orang yang tidak saya kenal, tanpa saya tahu penggunaan uangnya dan ujung hidupnya. Saya hanya mikir dia (Robin) datang ke saya dalam kondisi memelas, minta tolong katanya 'kalau bukan saya tidak ada lagi tempat minta tolong' dan minta minimal Rp200 juta, jadi saya bantu saja," tutur Azis.

"Dana reses kan untuk masyarakat, apakah Robin sebagai penyidik KPK memenuh syarat untuk diberikan dana?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan.

"Kan itu dana untuk amal, zakat juga. Rekening saya saya cuma satu di situ saja termasuk uang dari saya jadi pembicara, dosen dan lainnya," ucap Azis.

"Jadi saudara menagih utang berapa kali?" tanya jaksa.

"Setiap kali ketemu saya, saya tagih," timpal Azis.

Dalam sidang Robin meminta izin untuk mengembalikan pinjaman itu dengan cara mencicil ke Azis.

"Apakah Pak Azis mengizinkan dari pihak keluarga kami untuk melunasi dengan cara mencicil?" tanya Robin ke Azis.

"Boleh saya izinkan, untuk mengembalikan dengan cara mencicil karena judulnya kan pinjam," kata Azis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LPSK ingatkan lindungi kebutuhan anak korban perkosaan di pesantren
Kamis, 09 Desember 2021 - 10:42 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengingatkan berbagai kebutuhan anak-anak yang menjadi ...
Polres Magetan tangkap komplotan penipu menyamar petugas COVID-19
Kamis, 09 Desember 2021 - 06:31 WIB
Petugas Kepolisian Resor (Polres) Magetan, Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap komplotan penipu yang ...
Kasus Asabri, Pakar hukum nilai tuntutan pidana mati terhadap Heru Hidayat tidak tepat
Rabu, 08 Desember 2021 - 20:36 WIB
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Airlangga Nur Basuki Minarno menilai tuntutan pidana hukuman mat...
Kemenpan-RB penuhi panggilan Komnas HAM soal alih status 35 PTNB
Rabu, 08 Desember 2021 - 16:09 WIB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memenuhi panggilan K...
Polri sita Rp1,7 miliar dari saksi kasus dugaan korupsi JIP
Rabu, 08 Desember 2021 - 14:33 WIB
Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri menyita uang senilai Rp1,7 miliar dar...
KPK panggil mantan istri Zumi Zola
Rabu, 08 Desember 2021 - 14:09 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, memanggil Sherin Tharia, mantan istri Zumi Zola, bersama...
Sri Mulyani: Korupsi akan turunkan kinerja ekonomi dan demokrasi
Rabu, 08 Desember 2021 - 12:23 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berpendapat korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan demokr...
KPK dalami aliran dana kasus pengurusan DID Kabupaten Tabanan
Rabu, 08 Desember 2021 - 10:47 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan adanya aliran dana terkait kasus dugaan korupsi ...
Jaksa Agung ingatkan jaksa hati-hati gunakan kewenangan menyadap
Rabu, 08 Desember 2021 - 07:15 WIB
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengingatkan jajarannya untuk hati-hati menggunakan kewenangan mela...
 Kapolda Sumut perintahkam 306 tahanan inkrah dipindahkan 
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:48 WIB
Sebanyak 306 tahanan berstatus inkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap yang selama ini ditahan di...
InfodariAnda (IdA)