Facebook diminta lebih transparan soal kebijakan akun tokoh terkenal
Elshinta
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:54 WIB |
Facebook diminta lebih transparan soal kebijakan akun tokoh terkenal
Ilustrasi - Logo Facebook di layar komputer terpantul melalui layar gawai. (ANTARA/REUTERS/Thomas Hodel/am.)

Elshinta.com - Dewan pengawas independen meminta Facebook lebih transparan tentang kebijakan mereka untuk akun milik tokoh terkenal.

Dewan pengawas menilai Facebook tidak "sepenuhnya terbuka" dalam menangani profil orang terkenal, dikutip dari Reuters, Senin (25/10).

"Facebook perlu berkomitmen untuk transparansi yang lebih luas dan memperlakukan pengguna secara adil," kata dewan pengawas.

Facebook dianggap tidak transparan mengenai sistem internal pemeriksaan bersilang atau cross-check. Sistem ini digunakan untuk mengecek ulang penegakkan aturan untuk pengguna tertentu.

Berkaitan dengan blokir akun mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akibat kerusuhan di Capitol pada 6 Januari lalu, Facebook, menurut dewan pengawas, tidak menyebutkan sistem pemeriksaan bersilang sampai ditanya.

"Merujuk pada peristiwa tersebut, termasuk pertanyaan khusus tentang penegakan aturan untuk akun milik pimpinan politik, yang diyakini Dewan tercakup dalam pemeriksaan silang, kelalaian ini tidak dapat diterima," kata dewan pengawas Facebook.

Koran The Wall Street Journal mengeluarkan laporan bahwa jutaan akun Facebook milik politikus, selebriti dan tokoh terkenal lainnya mendapatkan pengecualian dari cek internal.

Facebook meminta dewan pengawas meninjau sistem cek bersilang mereka dan membuat rekomendasi untuk memperbaiki sistem tersebut.

Juru bicara Facebook menyatakan kerja dewan pengawas berdampak besar sehingga mereka meminta masukan soal sistem cek bersilang ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selain efisien, Ini  8 keuntungan menggunakan Aplikasi Absensi Karyawan bagi perusahaan
Jumat, 12 November 2021 - 12:29 WIB
Dinamika dunia tenaga kerja terus berkembang saat ini. Sudah menjadi kebutuhan bagi organisasi untuk...
Lima mahasiswa FTP UB Malang ciptakan aplikasi marketplace 
Senin, 25 Oktober 2021 - 17:10 WIB
Lima orang mahasiswa Fakultas Tehnik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan ...
Facebook diminta lebih transparan soal kebijakan akun tokoh terkenal
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:54 WIB
Dewan pengawas independen meminta Facebook lebih transparan tentang kebijakan mereka untuk akun mili...
Bhayangkari Jatim luncurkan aplikasi balanjha.com untuk dongkrak UMKM
Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:44 WIB
Upaya dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Timur, Pengurus Daerah Bhayangkari Jatim dalam rangka H...
Apple Music Voice Plan meluncur, maksimalkan fitur Siri
Selasa, 19 Oktober 2021 - 11:14 WIB
Perusahaan teknologi Apple mengumumkan Apple Music Voice Plan, paket layanan musik berlangganan baru...
Facebook akan `jauhkan` remaja dari konten berbahaya
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Seorang eksekutif Facebook Inc mengatakan bahwa perusahaan akan memperkenalkan langkah-langkah baru ...
Kronologi lengkap tumbangnya layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram
Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:15 WIB
Layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram sudah kembali normal setelah sempat tumbang selama berjam-j...
Penyebab gangguan global WhatsApp dan Facebook ditemukan
Selasa, 05 Oktober 2021 - 14:27 WIB
Facebook mengeluarkan pernyataan mengenai penyebab gangguan layanan, termasuk WhatsApp dan Instagram...
InfodariAnda (IdA)