YLKI: Syarat PCR penumpang pesawat diskriminatif
Elshinta
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:55 WIB |
YLKI: Syarat PCR penumpang pesawat diskriminatif
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai kebijakan wajib PCR bagi penumpang pesawat diskriminatif karena memberatkan dan menyulitkan konsumen.

"Diskriminatif, karena sektor transportasi lain hanya menggunakan antigen, bahkan tidak pakai apapun," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (23/10).

Tulus juga menuturkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tes PCR di lapangan banyak diakali oleh penyedia sehingga harganya naik berkali lipat.

"HET PCR di lapangan banyak diakali oleh provider dengan istilah 'PCR Ekspress', yang harganya tiga kali lipat dibanding PCR yang normal. Ini karena PCR normal hasilnya terlalu lama, minimal 1x24 jam," tuturnya.

Tulus menilai syarat wajib PCR sebaiknya dibatalkan atau minimal direvisi. Misalnya, waktu pemberlakuan PCR menjadi 3x24 jam, mengingat di sejumlah daerah tidak semua laboratorium PCR bisa mengeluarkan hasil cepat.

"Atau cukup antigen saja, tapi harus vaksin dua kali. Dan turunkan HET PCR kisaran menjadi Rp200 ribuan," imbuhnya.

Tulus meminta agar kebijakan soal syarat penumpang pesawat terbang benar-benar ditentukan secara adil.

"Jangan sampai kebijakan tersebut kental aura bisnisnya. Ada pihak pihak tertentu yang diuntungkan," pungkas Tulus Abadi.

Seperti diketahui, dalam aturan terbaru surat keterangan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam dijadikan syarat sebelum keberangkatan perjalanan dari dan ke wilayah Jawa-Bali serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4.

Untuk luar Jawa-Bali, syarat ini juga ditetapkan bagi daerah dengan kategori PPKM level 1 dan 2, namun tes antigen masih tetap berlaku dengan durasi 1x24 jam. Sebelumnya, pelaku penerbangan bisa menggunakan tes antigen 1x24 jam dengan syarat calon penumpang sudah divaksin lengkap.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Bandung siapkan skema penutupan beberapa ruas jalan saat Nataru
Sabtu, 04 Desember 2021 - 21:20 WIB
Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021, jelang Natal 2021 dan Tahun ...
Polri sosialisasikan pengangkatan 57 eks pegawai KPK pekan depan
Sabtu, 04 Desember 2021 - 21:09 WIB
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mensosialsiasikan Peraturan Polri (Perpol) tenta...
Kemenkes: Pasien COVID-19 bertambah 246 orang jadi 7.632 kasus aktif
Sabtu, 04 Desember 2021 - 19:47 WIB
Kementerian Kesehatan mencatat pasien COVID-19 di Indonesia mengalami tambahan 246 orang sehingga sa...
PUPR segera perbaiki jembatan gantung penghubung dua kecamatan
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:56 WIB
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, Jawa Barat, segera memperbaiki jembatan gant...
Jadi wirausaha muda pemula, 12 pemuda Kota Bandung dapat apresiasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:37 WIB
Sebanyak 12 pemuda Kota Bandung memperoleh apresiasi karena dinilai mempunyai kapasitas sebagai pemu...
Vaksinasi capai 60 persen, Djarum Foundation beri apresiasi 4 sepeda motor untuk warga Semarang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 17:24 WIB
Program vaksinasi Covid-19 kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan Djarum fo...
Pemkot sosialisasi e-partisipasi kepada Forum RW se-Kota Bandung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:48 WIB
Dalam rangka memberikan layanan informasi dan kemudahan bagi masyarakat dalam menghitung partisipasi...
121 pospam terpadu didirikan saat Nataru di Sumut
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:24 WIB
Sebanyak 121 pos pengamanan (Pospam) terpadu akan didirikan di sejumlah titik di Sumatera Utara, saa...
Polisi tangkap pelaku pembuangan mayat bayi baru lahir
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:06 WIB
Evi Afrida (20), warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diamankan pol...
Kasus positif Covid-19 Sukoharjo bertambah diduga dibawa pendatang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:55 WIB
Kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah cenderung bertambah sejak awal pekan ini. Setelah...
InfodariAnda (IdA)