Pelajar SMK Majalengka buat produk peningkat imunitas tubuh
Elshinta
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Pelajar SMK Majalengka buat produk peningkat imunitas tubuh
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Para siswa di sekolah SMK Kesehatan Bhakti Kencana Majalengka Jawa Barat, berhasil membuat ramuan jamu serbuk dan teh celup untuk peningkat imun tubuh dimasa Pandemi Covid 19. Salah satu produknya bahkan lolos ke tingkat nasional dari kompetisi yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

SMK Kesehatan Bhakti Kencana yang berlokasi di Desa Burujul Kulon Kec. Jatiwangi Kab. Majalengka para siswanya berhasil membuat produk peningkat imunitas tubuh yang terbuat dari ramuan herbal dan teh celup, kedua ramuan tersebut dibuat  para siswa dilatarbelakangi pandemi Covid-19.

Yola Anggraeni, guru pembimbing pembuat produk herbal  SMK kesehatan Bhakti Kencana, mengatakan produk yang dibuat para siswanya berupa jamu serbuk yang terbuat dari jahe, serai dan kunyit bernama 'Jaseku"  serta teh celup covid 19 yang terbuat dari bunga Rosella, meniran dan daun salam.

'Kenapa kita buat Jaseku, karena dilihat situasi Pandemi yang semakin ke sini tuh semakin banyak tingkatnya. Ketika seseorang mengalami Covid ini dikarenakan menurunnya imunitas tubuh," terang Yola seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Sabtu (23/10).

Yola menambahkan dengan basic sekolah kesehatan dan serta ditunjang adanya  farmasi yang identik dengan obat-obatan maka lahirlah inovasi untuk membuat pojok herbal, yang manfaatnya untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Di pojok herbal sekolah itulah ada Jaseku yang terbuat dari jahe, serai, kunyit, bentuknya itu serbuk jamu. Kami juga membuat produk Teh Celup yang bertujuan sama yaitu untuk meningkatkan imunitas tubuh juga, dengan bahan bunga Rosela, meniran dan daun salam." papar Yola.

Yola menyebut produk berupa teh celup dibuat dari Desember 2020, sementara Jaseku baru-baru ini setelah melihat situasi pandemi yang semakin berlevel-level PPKM dan kemungkinan banyak orang yang membutuhkan untuk meningkatkan imunitas, dan Jaseku mulai dibuat pada bulan Agustus.

"Sejauh ini dua produk tersebut belum dipasarkan. Kami konsumsinya masih di lingkungan sekolah, paling jauh itu keluarga terus siswa siswi, Kami masih bagi-bagi secara gratis." katanya.

Dari dua produk tersebut, menurutnya produk teh celup pada Desember 2020 mengikuti ajang kompetisi secara Nasional di Universitas NU Surabaya dan hasil inovasi siswa siswi SMK Kesehatan Bhakti Kencana mendapatkan peringkat ke tiga. 

"Alhamdulillah, inovasi para siswa mendapat juara 3 khususnya inovasi teh celup Covid-19. Dan unyuk Jaseku semoga peluang kedepan bagus kalau nanti banyak peminat dari luar, mungkin kami akan melakukan produksi massal." pungkasnya.

Sementara Wakasek Kesiswaan SMK Bhakti Kencana, Ade Kurniawan mengaku bangga atas inovasi para siswa di sekolahnya 

'Atas nama sekolah kami sangat apresiasi kinerja siswa, dengan berbagai inovasi disaat situasi Pandemi, sebenarnya banyak produk yang sudah dibuat seperti sabun kertas dari kulit semangka, teh celup Covid-19, dan Jaseku yang diperuntukkan untuk peningkatan imun. Lebih lagi karyanya ikut dilombakan dan juara 3 tingkat nasional." tandas Ade. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gejala omicron mirip infeksi virus pada umumnya
Senin, 29 November 2021 - 18:37 WIB
Varian baru COVID-19 yang ditemukan di Afrika, Omicron, menunjukkan gejala yang ringan seperti diala...
Moeldoko: Perlu sumber pendanaan alternatif untuk BPJS Kesehatan
Senin, 29 November 2021 - 14:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan diperlukannya sumber pendanaan alternatif untuk menga...
 Pemkot bertekad turunkan angka stunting di Kota Magelang
Minggu, 28 November 2021 - 13:44 WIB
Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di wilay...
Tetap sehat saat liburan, pilih protein yang tepat
Minggu, 28 November 2021 - 12:35 WIB
Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Saat liburan, kita cenderung mengkonsumsi makanan tinggi ka...
Alasan PPOK bisa munculkan sesak
Minggu, 28 November 2021 - 12:11 WIB
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Aditya Wirawan, Ph.D, Sp.P,...
PPOK dan kanker paru bisa dicegah dengan berhenti merokok
Minggu, 28 November 2021 - 11:59 WIB
Rokok adalah salah satu jenis candu yang dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan berbagai masal...
Bupati Sleman ajak masyarakat rutin olahraga cegah penyakit degeratif
Sabtu, 27 November 2021 - 17:41 WIB
Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk dapat secara...
Kompetisi kopi COE pertama Asia digelar oleh Indonesia
Sabtu, 27 November 2021 - 13:35 WIB
Indonesia menjadi Negara Asia pertama yang menggelar kompetisi kopi Cup of Excellence (COE). Sebanya...
Mengatasi gejala kelelahan pada penyintas COVID-19
Sabtu, 27 November 2021 - 12:21 WIB
Kelelahan atau fatigue adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-COVID syndrome, bahkan k...
Tiga metode terapi pasien kanker paru
Sabtu, 27 November 2021 - 10:35 WIB
Dr. Ralph Girson Ginarsa, SpPD-KHOM, spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medi...
InfodariAnda (IdA)