AS ke Korea Utara: saatnya untuk pembicaraan berkelanjutan, substantif
Elshinta
Kamis, 21 Oktober 2021 - 13:47 WIB |
AS ke Korea Utara: saatnya untuk pembicaraan berkelanjutan, substantif
Sebuah rudal ditembakkan saat uji coba beberapa peluncur roket dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan Minggu (25/8/2019) oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (REUTERS/KCNA/aa.)

Elshinta.com - Amerika Serikat telah menawarkan untuk bertemu Korea Utara tanpa prasyarat dan menjelaskan bahwa Washington tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Pyongyang, kata Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield Rabu

Pernyataan tersebut disampaikan Thomas-Greenfield saat negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB bertemu untuk membahas tentang peluncuran rudal terbaru Korea Utara.

"Korea Utara harus mematuhi resolusi Dewan Keamanan (PBB) dan sudah waktunya untuk terlibat dalam dialog yang berkelanjutan dan substantif menuju tujuan denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea," kata Thomas-Greenfield kepada wartawan.

Korea Utara - yang secara resmi dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) - telah lama menuduh Amerika Serikat memiliki kebijakan yang bermusuhan terhadap negara Asia itu.

Korea Utara menegaskan bahwa negara itu memiliki hak untuk mengembangkan senjata untuk pertahanan diri.

Korea Utara telah dikenai sanksi PBB sejak 2006. Sanksi itu terus diperkuat dalam upaya untuk memotong dana untuk program nuklir dan rudal balistik Pyongyang. Langkah-langkah sanksi tersebut termasuk larangan peluncuran rudal balistik.

"Kami telah menawarkan untuk bertemu dengan pejabat DPRK, tanpa prasyarat apa pun, dan kami telah menjelaskan bahwa kami tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK," kata Thomas-Greenfield.

Namun, Misi Korea Utara untuk PBB di New York tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Thomas-Greenfield.

Pada 2018 dan 2019, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS saat itu Donald Trump bertemu tiga kali, tetapi pertemuan itu gagal membuat kemajuan atas seruan AS agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya dan tuntutan Korea Utara untuk pengakhiran sanksi.

Thomas-Greenfield mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden "siap untuk terlibat dalam diplomasi yang serius dan berkelanjutan" (dengan Korea Utara).

Beberapa anggota dewan Eropa - Prancis, Estonia dan Irlandia - juga mendesak Korea Utara untuk "terlibat secara bermakna" dengan tawaran dialog yang disampaikan berulang kali oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Korea Utara pada Selasa (19/10) melakukan uji coba rudal balistik baru yang lebih kecil dari kapal selam.

Langkah Korut itu mendorong Amerika Serikat dan Inggris pada Rabu untuk mengangkat masalah ini di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.

"(Uji coba rudal) itu adalah yang terbaru dari serangkaian provokasi sembrono," kata Thomas-Greenfield kepada wartawan.

"Ini adalah kegiatan yang melanggar hukum. Mereka melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan. Dan itu tidak dapat diterima," ujarnya.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KBRI hadirkan Pasar Indonesia sehari penuh di Pretoria Afrika Selatan
Minggu, 05 Desember 2021 - 12:11 WIB
Kedutaan Besar RI di Pretoria didukung oleh Kantor Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Johannesburg...
Bom rakitan mengguncang Kabul
Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:58 WIB
 Sebuah ledakan bom mengguncang Police District 4 Kabul, ibu kota Afghanistan pada Sabtu tanpa adan...
 KBRI Tokyo gelar forum bisnis kelautan dan perikanan di Kota Kesennuma Jepang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:11 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan Kantor Walikota Kesennuma menyel...
Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai menarik ratusan ribu pengunjung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:23 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab, menarik ratusan ribu pengunjung sejak dua bu...
WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:11 WIB
Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada...
Temuan Omicron di India jadi kasus pertama di regional WHO SEARO
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:24 WIB
India mengonfirmasi dua kasus varian Omicron (B.1.1.529) sebagai kasus pertama di regional Organisas...
Novavax akan produksi vaksin Omicron mulai Januari
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:36 WIB
Novavax Inc pada Kamis (2/12) mengatakan bahwa pihaknya akan memulai produksi komersial vaksin COVID...
Wamenlu: Presidensi Indonesia di G20 bisa berkontribusi atasi pandemi
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:25 WIB
Presidensi Indonesia di G20 dapat memberikan kontribusi dalam penanganan masalah pandemi dan pemban...
Zimbabwe konfirmasi kemunculan Omicron
Jumat, 03 Desember 2021 - 10:54 WIB
Wakil Presiden sekaligus Menteri Kesehatan dan Perawatan Anak Zimbabwe Constantino Chiwenga mengonfi...
Indonesia-China tandatangani proyek industri migas Rp21,6 triliun
Kamis, 02 Desember 2021 - 23:11 WIB
Para pengusaha Indonesia dan China menandatangani nota kesepahaman (MoU) proyek injeksi kimia dan te...
InfodariAnda (IdA)