Lemkapi berharap tidak ada lagi anggota Polri langgar hukum
Elshinta
Rabu, 20 Oktober 2021 - 22:45 WIB |
Lemkapi berharap tidak ada lagi anggota Polri langgar hukum
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/am.

Elshinta.com - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) berharap tidak ada lagi anggota Polri yang melanggar hukum menyusul sikap tegas Kapolri yang langsung memecat atau memproses pidana kepada anggota Polri yang bermasalah.

Komitmen Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ini mempertegas lagi kesungguhannya agar kinerja seluruh jajarannya semakin baik di tengah masyarakat, kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Hasibuan di Jakarta, Rabu.

"Kita harapkan tidak ada lagi anggota Polri yang melanggar hukum," kata Edi dalam keterangan tertulisnya.

Menurut mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, sikap tegas Kapolri sangat dibutuhkan untuk mewujudkan program Polri yang dipercaya masyarakat.

Setahun dipimpin Listyo Sigit, katanya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus semakin baik.

Masyarakat merasakan, hadirnya polisi di mana-mana saat pandemi COVID-19 dan polisi banyak melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang kesulitan pada masa pandemi, katanya.

"Namun, belakangan ini, kerja keras seluruh jajaran Polri seolah tidak kelihatan gara-gara beberapa oknum polisi yang melakukan tindakan tak terpuji," katanya menegaskan.

Edi berharap, dengan komitmen dan ketegasan Kapolri ini maka tidak ada lagi anggota Polri yang menyimpang dan menyalahgunakan kewenangan.

Secara khusus, dia mengusulkan, agar Polri memperkuat pengawasan proses hukum kasus narkoba karena masih banyak disorot masyarakat.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Lisyo Sigit Prabowo menerbitkan telegram nomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021 tertanggal 18 Oktober 2021 tentang Mitigasi dan Pencegahan Kasus Kekerasan Berlebihan.

Telegram itu dilatarbelakangi munculnya sejumlah tindakan oknum polisi yang tidak profesional sehingga mencoreng citra kepolisian.

Tindakan itu antara lain, polisi tidak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus penganiayaan di Kota Medan, polisi membanting mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Tangerang Banten, serta polisi menganiaya pengendara sepeda motor di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pada Selasa (18/10), Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan kepala satuan wilayah (Kasatwil) untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dalam waktu cepat.

"Perlu tindakan tegas, jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, apabila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui sarana video konferensi (vicon), seperti dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri.

Menurut Kapolri, perbuatan oknum anggota kepolisian yang menyalahi aturan telah merusak marwah Polri dan menciderai kerja keras personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja maksimal untuk masyarakat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Megawati ingatkan Repdem tetap jadi banteng pembela rakyat
Jumat, 03 Desember 2021 - 21:55 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada salah satu organisasi sayap...
JK apresiasi pemikiran Rizal Ramli tetap di jalur ekonomi tak jadi pengusaha
Jumat, 03 Desember 2021 - 14:36 WIB
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi sikap begawan ekonomi Riz...
Presiden perintahkan Polda di perbatasan cegah masuknya Omicron
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:19 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran Polri, terutama kepolisian daerah (Polda) yang m...
Muhaimin: Dua kandidat ketua umum PBNU kader terbaik
Kamis, 02 Desember 2021 - 23:47 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan dua kandidat calon ketua umu...
Ribuan warga Dili nikmati Pentas Seni dan Pasar Malam Indonesia
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:11 WIB
Ribuan warga Dili datang dan membaur bersama menikmati Pentas Seni dan Pasar Malam Indonesia digelar...
PSI dukung kebijakan Sri Mulyani pangkas anggaran MPR
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:01 WIB
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung kebijakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang memangka...
Pemkab Parigi Moutong jamin kemudahan investasi bagi investor
Kamis, 02 Desember 2021 - 20:09 WIB
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akan memberikan jaminan kemudahan investasi bag...
NU: Cegah regresi demokrasi selama pandemi
Kamis, 02 Desember 2021 - 17:10 WIB
Pandemi Covid-19 ikut mempercepat penurunan kualitas demokrasi Indonesia dan banyak negara. Meski de...
Presiden Jokowi akan tinjau fasilitas G20 di Bali
Kamis, 02 Desember 2021 - 11:38 WIB
Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi dijadwalkan akan meninjau sejumlah fasilitas d...
2 Desember 1957: Pesawat Belanda dilarang singgah di Indonesia
Kamis, 02 Desember 2021 - 06:13 WIB
Pertikaian masalah persengketaan Irian Barat (sekarang Papua Barat) antara Indonesia dan Belanda mem...
InfodariAnda (IdA)