Akibat limbah di Kali Bekasi. penggunaan bahan kimia untuk produksi air bersih meningkat 
Elshinta
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Akibat limbah di Kali Bekasi. penggunaan bahan kimia untuk produksi air bersih meningkat 
Sumber foto: Eko Purnomo/elshinta.com.

Elshinta.com - Diduga akibat limbah dan busa yang kembali terjadi di aliran Kali Bekasi berdampak kepada pengolahan air bersih di PDAM Tirta Baghasasi, Bekasi, Jawa Barat.

Dikatakan Mohamad Mudrik selaku Kasie IPA Cabang Pondok Ungu, PDAM Tirta Baghasasi Bekasi bahwa terkait adanya limbah disertai busa di Kali Bekasi itu, selama dua hari terakhir air baku untuk diproduksi terasa mengeluarkan aroma bau sehingga pihaknya terpaksa mengolah air baku dengan meningkatkan kapasitas bahan kimia.

"Dengan kita menambahkan bahan kimia otomatis agak boros dalam penggunaan bahan kimia dari biasanya dampak dari limbah dan busa di Kali Bekasi." ujar Mudrik seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo, Selasa (19/10).

Lebih lanjut Mudrik menambahkan, akibat adanya limbah di aliran Kali Bekasi dinilai bukan saja di Cabang Pondok Ungu yang berdampak dalam hal produksi air bersih, namun yang paling dirasakan sekali terjadi di PDAM Patriot, Kota Bekasi yang tentunya banyak cabang-cabang yang berdekatan sekali dengan aliran Kali Bekasi yang merupakan salah satu sumber utama air baku.

Oleh karena itu Mudrik berharap persoalan limbah di aliran kali baik yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah karena bukan saja menyangkut terdampaknya pengolahan air di PDAM, namun berdampak pula terhadap masyarakat di sekitarnya terlebih para petani tambak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Jaga kesejukan mahasiswa Papua tanam pohon
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:48 WIB
Kota Salatiga, Jawa Tengah yang terkenal sejuk karena berada di kaki Gunung Merbabu, beberapa saat t...
 Ganjar Praowo: Pemerintah pusat jangan asal beri izin penambangan
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak asal memberikan izin penambangan....
IISIA: Industri baja harus dukung pemerintah menuju nol karbon
Selasa, 30 November 2021 - 15:12 WIB
Vice Chairman Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Kimin Tanoto mengatakan, indus...
Masyarakat kurang perhatikan isu perubahan iklim akibat literasi rendah dan minim aksi
Selasa, 30 November 2021 - 15:06 WIB
Masih minimnya aksi nyata dan rendahnya literasi masyarakat Indonesia menjadikan isu perubahan iklim...
KLHK tegaskan peran penting generasi muda untuk pelestarian air
Senin, 29 November 2021 - 20:23 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa kerja sama semua pihak, terutama ...
DPW Partai Gelora Kalsel tanam 130.000 pohon untuk hijaukan kembali Banua
Senin, 29 November 2021 - 14:06 WIB
Isu perubahan lingkungan atau Climate Change yang menjadi program utama partai Gelora semakin masif,...
DEN dan Gubernur Jawa Tengah sepakat usung pengembangan EBT
Minggu, 28 November 2021 - 20:35 WIB
Dewan Energi Nasional (DEN) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sepakat bersama-sama mengusung p...
DLH pastikan pengelolaan sampah WSBK Sirkuit Mandalika tuntas
Jumat, 26 November 2021 - 13:12 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat memastikan pengelolaan sam...
Rembang tanam 1000 bibit pohon lewat #AksiCintaBumi
Kamis, 25 November 2021 - 14:24 WIB
Pemerintah Kabupaten Rembang melakukan #AksiCintaBumi dengan menanam 1000 bibit pohon di kawasan GOR...
Kalsel terus berupaya pulihkan DAS
Selasa, 23 November 2021 - 20:55 WIB
Pemerintah Proviisi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan terutama di D...
InfodariAnda (IdA)