Pengamat: Penggunaan APBN bisa jadi solusi penyelesaian kereta cepat
Elshinta
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:11 WIB |
Pengamat: Penggunaan APBN bisa jadi solusi penyelesaian kereta cepat
Kereta api melintas di dekat proyek konstruksi kereta api cepat Jakarta-Bandung di Lembah Teratai, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (8/8/2021). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Elshinta.com - Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai keputusan pemerintah menggunakan APBN untuk pendanaan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa menjadi jaminan kepastian untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai target pada akhir 2022.

"Penggunaan instrumen APBN melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 yang menjadi solusi di tengah pandemi COVID-19 ini, agar pembangunan kereta cepat tersebut bisa selesai tepat waktu,” kata Toto Pranoto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurutnya, proyek kereta cepat ini termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga cukup wajar apabila didanai dengan APBN.

Kereta cepat Jakarta-Bandung berbeda dibandingkan dengan proyek infrastruktur lain, karena memiliki karakteristik investasi jangka panjang. Dengan kata lain, Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disalurkan kepada KAI selaku pimpinan konsorsium lebih ditujukan untuk investasi pemerintah yang akan memberikan imbal hasil.

"Investasi pada proyek infrastruktur bersifat jangka panjang. PMN merupakan alternatif penyelamat jangka pendek supaya progress project berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Saat ini progres proyek kereta cepat sudah mencapai 79 persen, untuk itu perlu ada langkah penyelamatan jangka pendek dengan PMN supaya pembangunan berjalan sesuai jadwal. “Mustinya di akhir 2022 sudah bisa dioperasikan,” katanya.

Langkah berikutnya adalah skema bisnis model yang memungkinkan perusahaan operator kereta api cepat ini bisa mengoptimalkan pendapatan bukan saja dari kereta penumpang (fare box), namun juga dari pengelolaan property (TOD) dan juga media luar ruang.
 

Sementara itu alasan pandemi COVID-19 yang digunakan pemerintah untuk melibatkan APBN dalam proyek ini menurutnya cukup masuk akal, karena pandemi memiliki dampak yang sangat besar di seluruh sektor, termasuk infrastruktur.

Dalam perjalanannya, proyek ini mengalami berbagai kendala selain pandemi, tantangan geografis yang cukup berat di beberapa titik, masalah pembebasan lahan, hingga permasalahan pendanaan atau biaya yang membengkak dari hitungan awal.

Menurut kajian, proyek kereta cepat diharapkan dapat memberikan keuntungan terhadap masyarakat yang dapat menyerap 39.000 lapangan pekerjaan baru.

Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya menuturkan saat ini PT KCIC bersama konsorsium kontraktor sedang berfokus untuk melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif.

“Pandemi cukup memberikan dampak pada proses pembangunan KCJB. Untuk itu sekarang fokus kami adalah melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, pada fase pertama operasi yang ditargetkan di akhir 2022, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan menempuh trase sepanjang 142,3 kilometer.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melintasi 9 kota dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

Stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan kereta cepat berada di wilayah Jakarta yakni melalui Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Hub Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Vaksinasi capai 60 persen, Djarum Foundation beri apresiasi 4 sepeda motor untuk warga Semarang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 17:24 WIB
Program vaksinasi Covid-19 kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan Djarum fo...
Pemkot sosialisasi e-partisipasi kepada Forum RW se-Kota Bandung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:48 WIB
Dalam rangka memberikan layanan informasi dan kemudahan bagi masyarakat dalam menghitung partisipasi...
121 pospam terpadu didirikan saat Nataru di Sumut
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:24 WIB
Sebanyak 121 pos pengamanan (Pospam) terpadu akan didirikan di sejumlah titik di Sumatera Utara, saa...
Polisi tangkap pelaku pembuangan mayat bayi baru lahir
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:06 WIB
Evi Afrida (20), warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diamankan pol...
Kasus positif Covid-19 Sukoharjo bertambah diduga dibawa pendatang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:55 WIB
Kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah cenderung bertambah sejak awal pekan ini. Setelah...
 Dubes Ukraina kunjungi Jateng: Bercerita soal Gadjah Mada hingga Pangeran Diponegoro
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:10 WIB
Biasanya sejumlah duta besar dari negara-negara asing datang ke Jawa Tengah untuk membahas soal kerj...
 Cegah Covid-19, puluhan peserta UKW PWI Malang Raya diswab antigen
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:59 WIB
Puluhan wartawan dari Surabaya, Blitar, Situbondo, Lumajang, dan Malang Raya yang mengikuti Uji Komp...
Mobil DFSK buatan Pabrik Cikande diekspor ke 14 negara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:11 WIB
PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia mengumumkan bahwa pabrik ...
Pemerintah dukung langkah APBI jalankan `good mining practice`
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:11 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung langkah Asosiasi Pertambangan Batubara I...
Hampir seluruh wilayah Indonesia diguyur hujan pada Sabtu
Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:59 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hampir seluruh wilayah Indonesia ak...
InfodariAnda (IdA)