Tiga vaksin COVID-19 ini tak perlu `booster` hingga 8 bulan
Elshinta
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:19 WIB |
Tiga vaksin COVID-19 ini tak perlu `booster` hingga 8 bulan
Ilustrasi - Sebuah botol berlabel vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech. (ANTARA/Reuters)

Elshinta.com - Tiga vaksin COVID-19 yakni Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson masih menunjukkan tanda respons imun yang kuat hingga 8 bulan setelah suntikan tanpa booster, ungkap sebuah studi dalam New England Journal of Medicine.

Dalam studi itu, para peneliti menemukan tanda yang menunjukkan ketiga vaksin menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit.

Analisis juga mengisyaratkan perbedaan cara vaksin menghasilkan antibodi. Antibodi dari Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat, sementara antibodi Johnson & Johnson lebih stabil dari waktu ke waktu.

"Pada bulan kedelapan, respons antibodi sebanding untuk ketiga vaksin ini," ujar Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center, Dr. Dan Barouch seperti dikutip dari Abc News, Minggu.

Vaksin Pfizer dan Moderna mengandalkan jenis teknologi yang sama, yakni mRNA, sementara Johnson & Johnson menggunakan teknologi vektor virus. Kedua teknologi ini memicu berbagai jenis respons imun.

Antibodi yakni protein yang melawan virus dalam darah menjadi salah satu indikasi vaksin bekerja. Tetapi antibodi hanyalah salah satu bagian dari respons imun tubuh secara keseluruhan.

Studi baru ini menjadi yang pertama membandingkan tidak hanya antibodi, tetapi juga sel-T pada ketiga vaksin. Sel-T juga bagian penting dari sistem kekebalan, dan mungkin menawarkan perlindungan yang lebih tahan lama bahkan setelah antibodi turun.

"Respons sel T kemungkinan berkontribusi pada perlindungan vaksin terhadap penyakit parah. Respons sel T relatif stabil untuk ketiga vaksin selama delapan bulan," kata Barouch.

Direktur penyakit menular di South Shore Health, Dr. Todd Ellerin mengatakan, semakin tinggi titer antibodi penetralisir, semakin terlindungi Anda dari infeksi.

Menurut dia, inilah alasan ada keuntungan pemberian dua dosis vaksin mRNA dibandingkan dengan dosis tunggal Johnson & Johnson dalam mencegah infeksi.

Tetapi, ketika berbicara penyakit parah, maka vaksin-vaksin yang tersedia sama hebatnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:59 WIB
Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi salah satunya Semeru yang terletak di Lumajang dan...
Satgas Pamtas TNI berikan pelayanan kesehatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:25 WIB
Personel Satgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Pos Waris kembali beraksi dengan memberikan pelayanan ke...
Keju yang baik kandung zat gizi seperti susu
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:55 WIB
Ketua Indonesia Sport Nutrition Association Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes mengatakan, keju yang baik...
Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:35 WIB
Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi berpendapat, penting bagi par...
Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:35 WIB
Dokter spesialis bedah dari Universitas Udayana, dr. Heru Sutanto K, SpB menyarankan Anda tidak meng...
Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) ...
Panel FDA beri dukungan terbatas pemakaian pil COVID-19 Merck
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:11 WIB
Sebuah panel penasihat ahli Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS pada Selasa (30/11) dala...
WHO sebut vaksin masih penting untuk lawan Omicron
Selasa, 30 November 2021 - 11:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksinasi masih penting untuk melawan virus corona...
Gejala omicron mirip infeksi virus pada umumnya
Senin, 29 November 2021 - 18:37 WIB
Varian baru COVID-19 yang ditemukan di Afrika, Omicron, menunjukkan gejala yang ringan seperti diala...
Moeldoko: Perlu sumber pendanaan alternatif untuk BPJS Kesehatan
Senin, 29 November 2021 - 14:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan diperlukannya sumber pendanaan alternatif untuk menga...
InfodariAnda (IdA)