`Reseller` peluang bisnis online yang menarik selama pandemi COVID-19
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:15 WIB |
`Reseller` peluang bisnis online yang menarik selama pandemi COVID-19
Ilustrasi warga tengah melakukan belanja daring. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Elshinta.com - Profesi agen atau "reseller" menjadi peluang bisnis yang menarik seiring dengan tingginya transaksi penjualan  secara "online" selama pandemi COVID-19.

Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu, menyebutkan transaksi penjualan produk secara "online" baik dilakukan oleh pemilik "brand" maupun melalui "reseller"  mengalami peningkatan pesat selama pandemi.

Menurut Andi , berdasarkan data Bank Indonesia,  transaksi "e-commerce" akan meningkat pesat sampai akhir tahun 2021 mencapai Rp337 triliun atau tumbuh Rp33,2 triliun secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan bisnis digital yang meningkat pesat ini, kata dia, seharusnya menjadi perhatian bersama.

"Para pelaku UMKM maupun 'reseller' harus bisa melihat tren ini sebagai peluang bisnis baru," katanya.

"Apalagi, pada kondisi pandemi COVID-19 saat ini, para pelaku UMKM dituntut lebih adaptif memanfaatkan teknologi yang berkembang yakni digital," katanya.

Pada kondisi pandemi COVID-19 ini, Andi juga melihat, banyak pegawai yang kehilangan pekerjaan, dan berupaya membangun bisnis baru yang bisa dijalankan dari rumah.

Andi menyarankan, kepada mereka yang tertarik membangun bisnis baru dari rumah, untuk menjadi "reseller" tapi harus dijalankan secara sungguh-sungguh dan memiliki perencanaan matang.

"Membuat perencanaan yang matang berikut tahapan, wajib dilakukan oleh pelaku UMKM maupun 'reseller' sebelum memulai bisnisnya, karena akan menentukan bentuk bisnis yang dijalankan, apakah membuat 'brand' sendiri atau menjadi 'reseller'," katanya.

Chief marketing officer perusahaan jasa pengiriman last-mile ini melihat, banyak pelaku UMKM lebih tertarik membangun "brand" sendiri, tapi seiring dengan meningkatnya transaksi "e-commerce" pada tahun 2020 dan 2021 ini, peluang dan potensi profit sebagai "reseller" juga semakin meningkat.

Pelaku UMKM yang membangun bisnis digital melalui 101 Redcom, Christina Lie, menuturkan, pelaku UMKM apakah ingin menjadi pemilik "brand" atau menjadi "reseller" harus mempertimbangkan berbagai aspek bisnis secara matang dan akurat.

"Jika tidak ingin dipusingkan dengan proses panjang seperti, mencari lokasi produksi, sewa tempat operasional, serta inovasi produk, maka menjadi reseller adalah keputusan yang tepat,” ujar Christina.

Christina yang menjadi pembicara pada program Aksilerasi III bertema “Capai Omzet Milyaran dari Rumah Melalui Akses Jaringan Bisnis oleh Ninja Xpress” membagikan enam tips untuk menjadi "reseller" sukses.

Tips itu meliputi: Membuat tampilan toko yang menarik di marketplace,  melengkapi deskripsi dan informasi produk yang dijual, menjalin hubungan dengan kompetitor, menguasai produk dan memiliki stok lengkap,  menggunakan jasa ekspedisi lengkap COD dan same day, dan menjaga layanan purna jual dengan pelanggan.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus penipuan berbasis rekayasa sosial sasar UMKM sebagai korban
Rabu, 08 Desember 2021 - 08:45 WIB
Plt. Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI T...
Pemerintah akan rancang ekosistem bisnis industri fesyen
Minggu, 05 Desember 2021 - 14:58 WIB
Pemerintah akan merancang ekosistem bisnis untuk industri fesyen yang menyambungkan rantai suplai da...
Twitter keliru tangguhkan akun setelah aturan baru
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:47 WIB
Twitter secara keliru menangguhkan sejumlah akun setelah mereka memperbarui kebijakan privasi untuk ...
Tekfin diharapkan mampu perluas akses pendanaan usaha masyarakat
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:35 WIB
Anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Ronny Wijaya mengatakan layanan teknolog...
Komunitas otomotif sebut BBM RON tinggi lebih ekonomis
Jumat, 03 Desember 2021 - 18:35 WIB
Founder Fortuner Owners Club Indonesia (FORCI), Wisnu Sambhoro menyatakan bahwa bahan bakar minyak (...
Asus akan hadirkan jajaran seri ROG Phone 5s terbaru di Indonesia
Kamis, 02 Desember 2021 - 19:45 WIB
Asus Indonesia mengumumkan kehadiran jajaran seri ROG Phone 5s terbaru, menawarkan peningkatan perfo...
Optimisme sambut 2022 dalam koleksi akhir tahun Sapto Djojokartiko
Minggu, 28 November 2021 - 11:03 WIB
Dengan semangat baru dan optimisme yang meningkat dikarenakan keadaan yang diharapkan terus bangkit ...
Pandangan Dian Sastro dan Sejauh Mata Memandang tentang `fast fashion`
Jumat, 26 November 2021 - 17:57 WIB
Pendiri rumah mode Sejauh Mata Memandang Chitra Subyakto dan aktris Dian Sastrowardoyo membagi panda...
Workcation, tren kerja rasa liburan di era kenormalan baru
Rabu, 24 November 2021 - 14:25 WIB
Tren workcation kian meningkat di era kenormalan baru dimana orang-orang memboyong `kantor` mereka...
Tips berkarir di industri teknologi untuk perempuan ala Tokopedia
Rabu, 24 November 2021 - 08:47 WIB
Perusahaan teknologi Tokopedia membagikan sejumlah kiat bagi para perempuan yang ingin berkarir di d...
InfodariAnda (IdA)