Temui Verstegen, Bahlil siap kawal investasi pala di Fakfak
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:30 WIB |
Temui Verstegen, Bahlil siap kawal investasi pala di Fakfak
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan Verstegen untuk menindaklanjuti rencana investasi pengembangan industri pala di Fakfak, Papua Barat. (ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM)

Elshinta.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO Verstegen Spices & Sauces B.V. Michel Driessen, perusahaan asal Belanda yang berencana untuk menanamkan investasi pengembangan pala di Fakfak, Papua Barat.

Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Verstegen di Rotterdam, Belanda, Kamis (14/10) lalu itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November 2020 lalu, di mana perusahaan rempah itu menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi dalam program peremajaan dan penanaman komoditas pala serta industri pengolahannya di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Saat ini, Verstegen telah mendirikan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) di Indonesia.

"Verstegen tidak perlu khawatir terkait urusan lahan di daerah. Kementerian Investasi/BKPM siap fasilitasi dan urus izin-izinnya. Untuk pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara bertahap. Mulai dari lahan seluas 10 ribu hektare terlebih dulu, kemudian kita pantau dan pelajari untuk ekspansi nantinya," kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/10).

Bahlil menyebut rencana pengembangan perkebunan pala ini sejalan dengan mandat langsung Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Investasi/BKPM untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia.

Hal itu juga dituangkan dalam Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia lahan seluas 40 ribu hektare di Fakfak yang dapat digunakan untuk membangun perkebunan pala dan industri pengolahannya.

Rencana pengembangan industri pala ini juga telah didukung oleh hasil studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pengalaman dan jaringan Verstegen akan sangat dibutuhkan keterlibatannya untuk membuat proyek ini terlaksana. Menurut Bahlil, Verstegen dapat menjadi investor perkebunan pala, serta memasarkan produk akhir dan membantu dalam jaringan distribusi dengan keahlian dan koneksi yang dimiliki.

CEO Verstegen Spices & Sauces B.V. Michel Driessen menjelaskan model bisnis yang biasa dijalankan oleh Verstegen yaitu bekerja sama dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk, pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.

"Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM dan siap bekerja sama. Selanjutnya, kami akan segera mengirimkan tim ke Fakfak untuk mempelajari seluruh detail proposal yang ditawarkan, termasuk estimasi biaya, kemungkinan kemitraan, proses pascapanen, dan lain-lain," ucap Michel.

Pengembangan industri rempah-rempah terintegrasi perkebunan pala ini nantinya dapat mengamankan kedua sisi, yaitu pasokan (supply) dan permintaan pasar internasional (demand) atas rempah-rempah asal Indonesia.

Belanda sendiri, berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, mencatatkan realisasi investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS dan menempati peringkat ke-4 setelah Singapura, Hongkong, dan Tiongkok sepanjang periode Semester I (Januari-Juli) 2021.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bom rakitan mengguncang Kabul
Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:58 WIB
 Sebuah ledakan bom mengguncang Police District 4 Kabul, ibu kota Afghanistan pada Sabtu tanpa adan...
 KBRI Tokyo gelar forum bisnis kelautan dan perikanan di Kota Kesennuma Jepang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:11 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan Kantor Walikota Kesennuma menyel...
Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai menarik ratusan ribu pengunjung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:23 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab, menarik ratusan ribu pengunjung sejak dua bu...
WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:11 WIB
Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada...
Temuan Omicron di India jadi kasus pertama di regional WHO SEARO
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:24 WIB
India mengonfirmasi dua kasus varian Omicron (B.1.1.529) sebagai kasus pertama di regional Organisas...
Novavax akan produksi vaksin Omicron mulai Januari
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:36 WIB
Novavax Inc pada Kamis (2/12) mengatakan bahwa pihaknya akan memulai produksi komersial vaksin COVID...
Wamenlu: Presidensi Indonesia di G20 bisa berkontribusi atasi pandemi
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:25 WIB
Presidensi Indonesia di G20 dapat memberikan kontribusi dalam penanganan masalah pandemi dan pemban...
Zimbabwe konfirmasi kemunculan Omicron
Jumat, 03 Desember 2021 - 10:54 WIB
Wakil Presiden sekaligus Menteri Kesehatan dan Perawatan Anak Zimbabwe Constantino Chiwenga mengonfi...
Indonesia-China tandatangani proyek industri migas Rp21,6 triliun
Kamis, 02 Desember 2021 - 23:11 WIB
Para pengusaha Indonesia dan China menandatangani nota kesepahaman (MoU) proyek injeksi kimia dan te...
Karyawati Alibaba korban pelecehan disidang kasus pencemaran nama baik
Kamis, 02 Desember 2021 - 12:23 WIB
Seorang karyawati raksasa e-dagang China Alibaba yang mengaku mengalami pelecehan seksual oleh atasa...
InfodariAnda (IdA)