Kisah mereka yang terjebak dan dijebak pinjaman online ilegal
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 06:15 WIB |
Kisah mereka yang terjebak dan dijebak pinjaman online ilegal
Sejumlah anak bermain di dekat mural mengenai pinjaman online di kawasan Tempurejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.)

Elshinta.com - Jerat perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal terhadap sejumlah masyarakat di Tanah Air telah sampai ke telinga Presiden RI Joko Widodo.

Praktik kejahatan oleh pinjol ilegal tersebut membuat Kepala Negara murka.

Pada acara OJK Virtual Innovation Day di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10), Presiden Jokowi mendengar terdapat masyarakat lapisan bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi dari pinjol di tengah pesatnya digitalisasi sektor ekonomi dan keuangan.

Belakangan, tak hanya warga biasa, kalangan selebritas pun seperti Nafa Urbach dan keluarganya kini menjadi sasaran teror pinjol.

Kepada media mantan istri aktor Zack Lee ini mengaku teror datang padanya dari nomor-nomor telepon yang tak ia kenal.

Penelepon, kata Nafa, menyebutkan bahwa ada rekan Nafa yang meakukan pinjaman uang, dan menjadikan Nafa sebagai jaminan.

Nafa menuturkan teror tidak sampai berhenti dari satu nomor saja namun sejumlah nomor silih berganti menghubungi dirinya via aplikasi WhatsApp dan SMS.

Dirinya telah mencoba memblokir nomor-nomor yang menagih utang pinjol.

Pengalaman dijebak serta diteror oleh pinjol ilegal juga dirasakan oleh warga Kabupaten Bandung, Eka Kharisma.

Kejadian teror pinjol ilegal dialami oleh Eka Kharisma pada akhir tahun lalu.

Eka mengaku dijebak, karena saat itu dirinya menerima pesan singkat yang menawarkan dana pinjaman dari Dana Ku.

Dalam pesan singkat tersebut, kata Eka, disertakan sebuah tautan.

Saat hendak menggeser layar telepon pintarnya, tautan tersebut tak sengaja diklik oleh dirinya dan menyambungkan sebuah laman pinjaman.

Karena tak sengaja di-klik, Eka saat itu tidak berpikir apa-apa.

Namun jelang beberapa hari kemudian, Eka mendapatkan pesan masuk melalui aplikasi WA lewat telepon pintarnya yang berisi informasi tagihan cicilan pembayaran pinjaman online beserta denda karena melewati batas akhir pembayaran.

Pinjol Dana Ku berdalih, mereka telah mentransfer uang Rp800 ribu ke rekening pribadi Eka Kharisma.

Kaget, itulah yang dirasakan Eka saat itu. Sebab dirinya tak pernah mengajukan pinjaman online.

Saat itu, pinjol Dana Ku meminta kepada Eka untuk membayarkan tagihan sebesar Rp2,5 juta. Jumlah tersebut terdiri dari pinjaman Rp800 ribu dan denda keterlambatan pembayaran Rp1,7 juta.

Awalnya karena tidak pernah mengajukan pinjaman, Eka mengabaikan pesan masuk tersebut dari pinjol ilegal tersebut.

Namun, pinjol tersebut malah meneror rekan, keluarga hingga tetangga Eka Kharisma melalui layanan WA.

Isi pesan tersebut menuduh Eka Kharisma sebagai menuduh pencuri, dan pesan-pesan lainnya yang berisi tuduhan negatif.

Eka mengaku stres dan malu dengan teror dari pinjol ilegal tersebut, bahkan dirinya sempat cek-cok dengan sang istri karena teror dari pinjol ilegal tersebut.

Selain itu, dirinya juga mengganti no telepon pribadinya karena teror pinjol tersebut.

Karena tidak tahan dengan teror pinjol ilegal tersebut, Eka Kharisma melaporkan hal tersebut kepada Polsek Soreang.

Sebelum melapor ke Polsek Soreang, dirinya melaporkan teror pinjol tersebut ke OJK Jabar.

Eka berpesan untuk berhati-hati serta mengabaikannya saat menerima pesan singkat berisi tawaran pinjaman uang yang disertai tautan.

Dirinya berharap warga lain tidak merasakan atau mengalami teror karena dijebak pinjol ilegal seperti lainnya.

Jika Eka Kharisma merasakan bagaimana dijebak pinjol ilegal, pengalaman terjebak pinjol ilegal dirasakan oleh Rijal FR

Karena teror dan denda yang terus membesar, Rijal FR bahkan harus memutuskan untuk pindah rumah dari Bandung ke kawasan desa terpencil di Cianjur.

Rijal mengaku alasan dirinya mengajukan pinjaman online karena persyaratan yang mudah dan tanpa jaminan.

KTP, itulah syarat yang harus dipenuhi oleh dirinya saat mengajukan pinjol.

Karena kemudahan tersebut, Rijal mengaku meminjam sejumlah uang ke tujuh pinjaman online.

Pinjaman yang diajukan tak besar, antara Rp1 hingga Rp 2 juta. Namun karena telat membayar dirinya harus menanggung utang hingga Rp30 juta dari tujuh pinjol.

Namun, kata Rijal, dibalik kemudahan tersebut tersimpan teror yang menakutkan jika telat melakukan pembayaran.

Ia mencontohkan, pinjaman Rp1 juta jika telat telat membayar dalam jangka satu hari dikenai denda sebesar hingga Rp100 ribu per harinya.

Selain itu, dirinya tidak berani pulang ke rumah karena rumahnya terus didatangi oleh sejumlah orang yang perwakilan pinjol.

Selain harus membayar pinjaman serta denda, kata Rijal, tekanan psikis juga dirasakan oleh dirinya.

Atas pengalaman pahitnya tersebut, Rijal berpesan kepada warga lainnya untuk tidak pernah berurusan atau meminjam uang di pinjaman online meskipun sedang terdesak hal tertentu.

Tips terhindar pinjol

Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membagikan sejumlah tips untuk melakukan pinjaman secara online agar masyarakat terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan.

Yang pertama lakukan pinjaman kepada pinjaman online atau fintech peer-to-peer lending yang terdaftar di OJK.

Daftarnya ada di situs dan sosial media OJK, masyarakat dimohon meluangkan waktunya selama dua menit untuk melihat dan mengecek terlebih dahulu apakah pinjaman online yang akan dituju sudah terdaftar di OJK atau belum, kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing.

Tips kedua, lanjut dia, yakni pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan melunasi, tidak melakukan pinjaman melebihi kemampuan atau meminjam untuk menutupi atau melunasi hutang lama, ibarat gali lubang tutup lubang.

Saat kita melakukan pinjaman pertama kemudian tidak mampu membayar, maka jangan coba-coba untuk melakukan pinjaman kedua karena pasti sudah tidak bisa.

Intropeksi kemampuan diri

Itulah kisah mereka dijebak dan terjebak pinjol ilegal.

Jika melihat dari kisah mereka, jerat pinjol ilegal bisa dihindari jika kita lebih berhati-hati.

Bahkan jika benar-benar tak ingin terjebak pinjol maka tanamkan dalam diri untuk tidak pernah mengajukan pinjaman online.

Selain itu, kita juga harus bisa mengukur kemampuan diri. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Selalu bersyukur kepada Tuhan atas apa yang didapatkan dalam hidup. Jangan sampai karena hasrat menggebu akan sesuatu hal membuat kita terjerumus dengan jerat pinjol ilegal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPI harap konten lokal edukatif & inspiratif dominasi media penyiaran
Senin, 29 November 2021 - 10:00 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berharap konten lokal edukatif, insipiratif serta ramah anak ...
Spotify akan buat fitur video singkat seperti TikTok
Jumat, 26 November 2021 - 22:45 WIB
Platform musik Spotify sedang menguji coba video singkat seperti TikTok, yang akan tampil di linimas...
Kominfo imbau waspada hoaks COVID-19
Jumat, 26 November 2021 - 12:15 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat mewaspadai hoaks tentang COVID-19 yang mas...
Kampanye Makan Tanpa Sisa, sampah makanan berkurang 20 ton tahun ini
Kamis, 25 November 2021 - 11:48 WIB
Bank DBS Indonesia mengadakan kampanye #MakanTanpaSisa yang digulirkan pada tahun 2020 untuk membang...
Kiat dari Kominfo cegah data pribadi tak tersebar di media sosial
Rabu, 24 November 2021 - 09:34 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membagikan beberapa kiat bagi masyarakat agar bisa ...
Kiat memakai IG Reels untuk kebutuhan bisnis
Sabtu, 20 November 2021 - 10:39 WIB
Semenjak pertama kali diluncurkan hampir satu tahun yang lalu, Instagram Reels telah memikat banyak ...
Grab alami gangguan layanan di Asia Tenggara
Selasa, 16 November 2021 - 12:27 WIB
Perusahaan teknologi Grab mengumumkan layanannya mengalami gangguan di kawasan Asia Tenggara terutam...
3 cara perkuat koneksi dengan diri sendiri sebelum kencan
Minggu, 14 November 2021 - 20:59 WIB
Pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir rupanya memberi dampak baik untuk meningkatkan kesadaran m...
Siberkreasi bagikan enam kiat kenali pinjaman online ilegal
Minggu, 14 November 2021 - 08:55 WIB
Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Yosi Mokalu, mengungkapkan enam hal...
Tekfin akan picu munculnya bisnis-bisnis baru
Jumat, 12 November 2021 - 08:59 WIB
Maraknya perkembangan teknologi finansial (tekfin) di Indonesia diyakini bakal memicu munculnya bisn...
InfodariAnda (IdA)