MemoRI 13 Oktober
13 Oktober 1945: Pertempuran Medan Area
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
13 Oktober 1945: Pertempuran Medan Area
Sumber foto: https://bit.ly/3FCIJpF/elshinta.com.

Elshinta.com - Pertempuran Medan Area adalah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Pasukan Sekutu yang terjadi di Medan, Sumatera Utara. Konflik ini terjadi pada 13 Oktober 1945 hingga April 1946.

Sewaktu Perang Dunia II hampir berakhir, Sekutu setuju bahwa pasca-perang, Hindia Belanda akan berada di bawah otoritas Komando Asia Tenggara.

Komando tersebut dipimpin oleh Laksamana Inggris Lors Louis Mountbatten.

Lalu, setelah Jepang menyerah, pasukan Inggris mulai mendarat di Sumatera dan Jawa. Pasukan Inggris berniat untuk membebaskan tawanan perang, memulangkan tentara Jepang, dan menjaga hukum sambil menunggu kembalinya otoritas kolonial Belanda.

Sementara itu, pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sekutu yang baru saja memerdekakan Indonesia dari Jepang, mendarat di Medan pada 9 Oktober 1945 dipimpin oleh Ted Kelly.

Maksud kedatangan mereka adalah untuk menegakkan kembali kekuasaan Belanda atas pulau-pulau tersebut. Kedatangan Sekutu dan NICA ini kemudian memancing kemarahan orang Indonesia, yang kemudian menimbulkan konflik di hotel, di Jalan Bali, Medan, pada 13 Oktober 1945.

Saat itu, salah satu anggota NICA merampas dan menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai seorang pemuda Indonesia. Kejadian ini lantas mengundang kemarahan pemuda Indonesia.

Lalu, pada 13 Oktober 1945, barisan pemuda dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bertempur melawan Sekutu dan NICA. Mereka berupaya untuk mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dari tangan Jepang.

Inggris kemudian mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia untuk segera menyerahkan senjata kepada Sekutu. Namun, ultimatum tersebut tidak dihiraukan. Pada 1 Desember 1945, Sekutu memasang sebuah papan bertuliskan "Fixed Boundaries Medan Area" (batas resmi wilayah Medan) di berbagai pinggiran Kota Medan.

Tindakan Sekutu ini dianggap sebuah tantangan bagi para pemuda Indonesia. Konflik meletus pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA menyerang secara besar-besaran Kota Medan.

Serangan ini menimbulkan banyak korban di kedua belah pihak. Bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan. Setelah menguasai Medan, pertarungan terhadap Sekutu semakin sengit pada 10 Agustus 1946 di Tebing Tinggi.

Kemudian, diadakanlah pertemuan di antara para komandan pasukan yang berjuang di Medan Area. Hasilnya adalah membentuk satu komando bernama Komando Resimen Laskar Rakyat untuk memperkuat perlawanan di Kota Medan.

Setelah itu, tanggal 19 Agustus 1946, di Kabanjahe, terbentuk Barisan Pemuda Indonesia (Komando Resimen Laskar Rakyat cabang Tanah Karo) dipimpin Matang Sitepu.

Seiring berjalannya waktu, Komando Laskar Rakyat ini berubah menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR), tentara resmi pemerintah dipimpin oleh Djamin Ginting. Guna melanjutkan perjuangan di Medan, maka pada Agustus 1946 dibentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.

Komando ini lantas terus memberikan serangan terhadap Sekutu. Sampai pada akhirnya, pemberontakan melawan Sekutu di Medan terus berlanjut hingga berakhirnya kekuasaan Belanda di Indonesia tahun 1949.

Insiden Pertempuran Medan Area yang terjadi sejak 13 Oktober 1945 hingga April 1946 ini telah memakan beberapa korban jiwa. Diketahui bahwa terdapat tujuh orang pemuda gugur, tujuh orang NICA tewas, dan 96 orang NICA lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, beberapa daerah Kota Medan juga hancur karena menjadi area pertempuran antara pihak Indonesia dengan Sekutu dan NICA.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
1 Januari 2002: Bom pergantian tahun baru
Sabtu, 01 Januari 2022 - 06:00 WIB
Selasa (1/1) sekitar pukul 03.30 WIB, ledakan bom terjadi di depan Rumah Makan Ayam Bulungan, Studio...
25 Desember 1945: Pertempuran Kapten Muslihat
Sabtu, 25 Desember 2021 - 06:25 WIB
Pejuang RI dari kesatuan Kompi IV Batalyon II Tentara Keamanan Rakyat Rakyat (TKR) yang dipimpin Kap...
24 Desember 2000: Bom meledak di sejumlah gereja di Indonesia
Jumat, 24 Desember 2021 - 06:20 WIB
24 Desember 2000, merupakan sejarah kelam malam natal yang terjadi di Indonesia. Pasalnya pada waktu...
20 Desember 1945: Otto Iskandar Dinata tewas oleh Laskar Hitam
Senin, 20 Desember 2021 - 06:21 WIB
Raden Otto Iskandardinata meninggal dunia pada 20 Desember 1945. Salah satu pahlawan nasional ini wa...
18 Desember 1771: Puputan Bayu rakyat Blambangan
Sabtu, 18 Desember 2021 - 06:12 WIB
Pada 18 Desember 1771, Perang Bayu atau Perang Puputan Bayu meletus di Banyuwangi, sebagai usaha ter...
17 Desember 1934: Wafatnya HOS Cokraminoto
Jumat, 17 Desember 2021 - 06:10 WIB
Pemimpin organisasi pertama di Indonesia, Sarekat Islam (SI), Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto (...
14 Desember 1947: Pesawat multirole bekas PD II yang tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma
Selasa, 14 Desember 2021 - 06:12 WIB
Pesawat multirole bermesin ganda buatan Avro, Inggris, yang dimiliki oleh Paul H Keegan, warga negar...
12 Desember 1945: Pasukan Sudirman lancarkan serangan ke Ambarawa
Minggu, 12 Desember 2021 - 06:25 WIB
Tentara Sekutu dan NICA mendarat di Semarang untuk mengurus interniran dan tentara Jepang di Jawa Te...
9 Desember 1947: Tragedi pembantaian Rawagede
Kamis, 09 Desember 2021 - 06:16 WIB
Pembantaian penduduk di Kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat)...
7 Desember 2020: Penembakan Enam Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek
Selasa, 07 Desember 2021 - 06:12 WIB
Sekitar enam anggota Laskar Pembela Islam (LPI) tewas saat sedang mengawal Muhammad Rizieq Shihab. K...
InfodariAnda (IdA)