Ilmuwan simulasikan kehidupan di Mars di Kawah Ramon Israel
Elshinta
Selasa, 12 Oktober 2021 - 11:42 WIB |
Ilmuwan simulasikan kehidupan di Mars di Kawah Ramon Israel
Para ilmuwan berpartisipasi dalam demonstrasi percobaan yang dipimpin oleh lembaga Austria dan Israel yang mensimulasikan misi ke Mars dekat Mitzpe Ramon, Israel 10 Oktober 2021.REUTERS/Amir Cohen)

Elshinta.com - Sejumlah ilmuwan mensimulasikan perjalanan mereka ke planet Mars di Kawah Ramon yang terletak di gurun Israel selatan.

Mengutip Reuters pada Selasa, pemandangan berbatu merah dan berbukit tersebut kurang lebih menyerupai Mars. Ilmuwan melengkapi pemandangan itu dengan sederet panel surya.

Ilmuwan tersebut berada dalam sebuah tim yang terdiri dari enam orang: lima pria dan satu wanita. Mereka telah mulai mensimulasikan bagaimana rasanya hidup selama sekitar satu bulan di planet merah.

Habitat AMADEE-20 mereka terselip di bawah singkapan berbatu. Di dalam, mereka tidur, makan, dan melakukan eksperimen. Di luar, mereka mengenakan pakaian luar angkasa tiruan yang dilengkapi dengan kamera, mikrofon, dan sistem pernapasan mandiri.

"Kami memiliki motto fail fast, fail cheap, dan memiliki kurva belajar yang curam. Karena untuk setiap kesalahan yang kami buat di bumi ini, kami berharap kami tidak mengulanginya di Mars," kata Gernot Gromer, direktur Forum Antariksa Austria.

Asosiasi Austria menjalankan proyek tersebut bersama dengan Badan Antariksa Israel dan grup lokal D-MARS.

Sejumlah wahana Mars baru-baru ini telah memikat penggemar astronomi di seluruh dunia dengan robot penjelajah seperti NASA Perseverance, serta helikopter Ingenuity yang pertama kalinya digunakan untuk menawarkan pandangan sekilas ke permukaan planet. Tapi, misi berawak kemungkinan akan berjalan lebih dari satu dekade.

Dengan adanya AMADEE-20, yang seharusnya terjadi pada tahun 2020 tetapi ditunda karena COVID-19, tim berharap dapat membawa wawasan baru yang akan membantu mempersiapkan misi itu, ketika waktunya datang.

"Habitatnya, saat ini, adalah yang paling kompleks, stasiun penelitian analog paling modern di planet ini," kata Gromer, berdiri di samping struktur seluas 120 meter persegi itu.

Gromer menambahkan, keenam anggota tim terus-menerus di depan kamera, tanda-tanda vital mereka dipantau, pergerakan mereka di dalam dilacak untuk menganalisis tempat favorit untuk berkumpul. Semua ini untuk lebih memahami faktor manusia.

Di luar, insinyur dan spesialis lain bekerja dengan drone dan rover untuk meningkatkan navigasi dan pemetaan otonom di dunia di mana GPS tidak tersedia.

Secara keseluruhan, mereka akan melakukan lebih dari 20 percobaan di bidang termasuk geologi, biologi dan kedokteran dan berharap untuk mempublikasikan beberapa hasil ketika selesai.

"Kami adalah enam orang yang bekerja di ruang sempit di bawah banyak tekanan untuk melakukan banyak tes. Pasti ada tantangan," kata salah satu tim, Alon Tenzer. Ia mengenakan pakaian antariksa yang membawa peralatan berbobot sekira 50 kg.

"Tapi saya percaya kru saya bahwa kami mampu mengatasi tantangan itu," imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jenis email yang harus segera dihapus
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:43 WIB
Pelaku kejahatan siber sudah sejak lama mengincar kotak pesan surat elektronik, terutama untuk email...
KPI harap konten lokal edukatif & inspiratif dominasi media penyiaran
Senin, 29 November 2021 - 10:00 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berharap konten lokal edukatif, insipiratif serta ramah anak ...
Spotify akan buat fitur video singkat seperti TikTok
Jumat, 26 November 2021 - 22:45 WIB
Platform musik Spotify sedang menguji coba video singkat seperti TikTok, yang akan tampil di linimas...
Kominfo imbau waspada hoaks COVID-19
Jumat, 26 November 2021 - 12:15 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat mewaspadai hoaks tentang COVID-19 yang mas...
Kampanye Makan Tanpa Sisa, sampah makanan berkurang 20 ton tahun ini
Kamis, 25 November 2021 - 11:48 WIB
Bank DBS Indonesia mengadakan kampanye #MakanTanpaSisa yang digulirkan pada tahun 2020 untuk membang...
Kiat dari Kominfo cegah data pribadi tak tersebar di media sosial
Rabu, 24 November 2021 - 09:34 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membagikan beberapa kiat bagi masyarakat agar bisa ...
Kiat memakai IG Reels untuk kebutuhan bisnis
Sabtu, 20 November 2021 - 10:39 WIB
Semenjak pertama kali diluncurkan hampir satu tahun yang lalu, Instagram Reels telah memikat banyak ...
Grab alami gangguan layanan di Asia Tenggara
Selasa, 16 November 2021 - 12:27 WIB
Perusahaan teknologi Grab mengumumkan layanannya mengalami gangguan di kawasan Asia Tenggara terutam...
3 cara perkuat koneksi dengan diri sendiri sebelum kencan
Minggu, 14 November 2021 - 20:59 WIB
Pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir rupanya memberi dampak baik untuk meningkatkan kesadaran m...
Siberkreasi bagikan enam kiat kenali pinjaman online ilegal
Minggu, 14 November 2021 - 08:55 WIB
Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Yosi Mokalu, mengungkapkan enam hal...
InfodariAnda (IdA)