Facebook akan `jauhkan` remaja dari konten berbahaya

Elshinta
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:47 WIB |
Facebook akan `jauhkan` remaja dari konten berbahaya
Figur mainan kecil dipajang di depan logo Facebook dalam ilustrasi ini, diambil pada 4 Oktober 2021. (REUTERS/DADO RUVIC)

Elshinta.com - Seorang eksekutif Facebook Inc mengatakan bahwa perusahaan akan memperkenalkan langkah-langkah baru pada aplikasinya untuk mendorong remaja menjauh dari konten berbahaya.

Mengutip Reuters pada Senin, upaya tersebut mencuat tak lama sejak anggota parlemen AS meneliti bagaimana Facebook dan anak perusahaan seperti Instagram mempengaruhi kesehatan mental anak muda.

Wakil Presiden Global Affair Facebook, Nick Clegg, juga mengungkapkan keterbukaan terhadap gagasan membiarkan regulator memiliki akses ke algoritme Facebook yang digunakan untuk memperkuat konten.

Namun, Clegg mengatakan dia tidak dapat menjawab pertanyaan apakah algoritmenya memperkuat suara orang-orang yang telah menyerang US Capitol pada 6 Januari lalu.

Dia berbicara beberapa hari setelah mantan karyawan Facebook, Frances Haugen, bersaksi di Capitol Hill tentang bagaimana perusahaan membujuk pengguna untuk terus scrolling media sosial tersebut, dan ia nilai membahayakan kesejahteraan dan kesehatan mental remaja.

"Kami akan memperkenalkan sesuatu yang menurut saya akan membuat perbedaan besar, di mana sistem kami mencatat ketika remaja melihat konten yang sama berulang kali dan konten itu mungkin tidak kondusif untuk kesejahteraan mereka, kami akan mendorong mereka untuk melihat konten lain," kata Clegg kepada CNN.



"Selain itu, kami memperkenalkan sesuatu yang disebut, 'take a break', di mana kami akan mendorong remaja untuk berhenti sejenak dari menggunakan Instagram," kata Clegg.

Clegg sebelumnya mengatakan bahwa Facebook baru-baru ini menunda rencananya untuk mengembangkan Instagram Kids, yang ditujukan untuk pengguna pra-remaja, dan memperkenalkan kontrol opsional baru bagi orang dewasa untuk mengawasi remaja.

Para senator AS pekan lalu mengecam Facebook tentang rencananya untuk melindungi pengguna muda lebih baik di aplikasinya.

Senator Amy Klobuchar telah mengajukan lebih banyak peraturan terhadap perusahaan teknologi seperti Facebook.

"Saya bosan mendengar 'percayalah pada kami', dan inilah saatnya untuk melindungi para ibu dan ayah yang telah berjuang dengan anak-anak mereka yang kecanduan platform dan terkena segala macam hal buruk," kata Klobuchar.

Dia mengatakan Amerika Serikat membutuhkan kebijakan privasi baru sehingga orang dapat "memilih" jika mereka mengizinkan data daring mereka dibagikan.

Lebih lanjut, Klobuchar mengatakan AS juga harus memperbarui undang-undang privasi anak-anak dan kebijakan persaingannya, dan mengharuskan perusahaan teknologi untuk membuat algoritme mereka lebih transparan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pengguna bisa menghapus pesan dua hari setelah dikirim di WhatsApp
Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:05 WIB

Pengguna bisa menghapus pesan dua hari setelah dikirim di WhatsApp

Pengguna WhatsApp kini bisa menghapus pesannya di aplikasi tersebut meski telah lewat dua hari setel...
Gantikan Sipon Keduten, Dispendukcapil Klaten luncurkan Sakura
Rabu, 10 Agustus 2022 - 10:46 WIB

Gantikan Sipon Keduten, Dispendukcapil Klaten luncurkan Sakura

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten, Jawa Tengah mempermudah layanan admini...
Instagram tambah fitur-fitur konten berbayar
Jumat, 15 Juli 2022 - 21:35 WIB

Instagram tambah fitur-fitur konten berbayar

Platform Instagram baru saja menambah sejumlah fitur baru untuk konten yang hanya bisa diakses melal...
Google Maps hadirkan fitur estimasi biaya jalan tol Indonesia
Jumat, 17 Juni 2022 - 13:04 WIB

Google Maps hadirkan fitur estimasi biaya jalan tol Indonesia

Google mengumumkan bahwa salah satu layanannya yaitu Google Maps merilis fitur baru yang akan sangat...
WhatsApp berikan tiga fitur baru panggilan suara
Jumat, 17 Juni 2022 - 12:56 WIB

WhatsApp berikan tiga fitur baru panggilan suara

Aplikasi pesan instan WhatsApp mengumumkan tiga fitur baru untuk panggilan suara dalam grup di platf...
Bagaimana Sistem HR Software dapat membantu Departemen HR?
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:00 WIB

Bagaimana Sistem HR Software dapat membantu Departemen HR?

Sistem HR software (HRM) dapat membantu departemen HR mengelola dan memanfaatkan Sumber Daya Manusia...
Mantan Eksekutif menyesal jual WhatsApp ke Mark Zuckeberg
Jumat, 06 Mei 2022 - 15:24 WIB

Mantan Eksekutif menyesal jual WhatsApp ke Mark Zuckeberg

Salah satu mantan petinggi di aplikasi pesan instan WhatsApp, Neeraj Arora, menyampaikan rasa sesaln...
Google Maps versi beta, bisa simpan mode transportasi favorit
Jumat, 06 Mei 2022 - 13:35 WIB

Google Maps versi beta, bisa simpan mode transportasi favorit

Google Maps sedang menguji fitur menyimpan mode transportasi yang disukai di aplikasi versi beta.
Pembelian Twitter oleh Elon Musk akan ditinjau oleh FTC AS
Jumat, 06 Mei 2022 - 11:46 WIB

Pembelian Twitter oleh Elon Musk akan ditinjau oleh FTC AS

Elon Musk akan ditinjau dengan UU Antimonopoli karena akuisisi Twitter.
Tiongkok memperketat pengawasan siaran langsung di medsos
Senin, 18 April 2022 - 15:04 WIB

Tiongkok memperketat pengawasan siaran langsung di medsos

Lembaga pengawas internet di Tiongkok mulai mengadakan kampanye untuk membersihkan`kekacauan` pada s...

InfodariAnda (IdA)