Singapura bebaskan negara-negara besar dari kewajiban karantina
Elshinta
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 20:30 WIB |
Singapura bebaskan negara-negara besar dari kewajiban karantina
Warga mengenakan masker pelindung saat berolahraga di sepanjang teluk dengan latar belakang cakrawala kota di Garden by the Bay East Singapura, Jumat (8/10/2021). Kasus harian COVID-19 di Singapura terus mengalami kenaikan dan tembus 3.577 kasus pada Rabu (6/10) lalu. ANTARA FOTO/NurPhoto via Reuters/Suhaimi Abdullah/rwa.

Elshinta.com - Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas karantina pada saat negara kota itu berupaya membangun kembali statusnya sebagai pusat penerbangan internasional.

Langkah itu juga diambil ketika Singapura sedang bersiap-siap menerapkan kehidupan baru untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

Mulai 19 Oktober, orang-orang yang sudah divaksin penuh dari delapan negara, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat, boleh memasuki negara pulau itu tanpa menjalani karantina jika mereka lolos tes COVID-19, kata pemerintah, Sabtu.

Pengumuman itu menandai langkah besar yang diambil Singapura dalam menjalankan strategi untuk melanjutkan posisi sebagai pusat hubungan internasional.

Singapura merupakan salah satu pusat kegiatan penerbangan dan keuangan dunia. Ribuan perusahaan global menempatkan kantor pusat di negara Asia Tenggara itu.

Program perjalanan yang dijalankan Singapura, terkait orang yang sudah divaksin penuh, sudah dimulai diterapkan pada September terhadap Jerman dan Brunei. Korea Selatan akan mendapat perlakuan serupa pada November.

Singapura, negara berpenduduk 5,45 juta jiwa, telah melaporkan infeksi tertinggi COVID-19 sebanyak lebih dari 3.000 kasus dalam beberapa hari belakangan ini. Hampir semua orang yang terinfeksi COVID tersebut tidak menunjukkan gejala atau mengalami gejala ringan.

Sekitar 83 persen dari penduduk negara itu sudah divaksin penuh. Persentase tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Singapura akan mulai menjalani kehidupan baru dan bisa melonggarkan pembatasan jika perkembangan kasus COVID stabil, bahkan jika jumlahnya berkisar pada ratusan.

"Kita akan butuh waktu setidaknya tiga bulan, dan mungkin enam bulan, untuk mencapai ke sana," kata Lee ketika menyampaikan pidato kepada rakyat Singapura.

"Kita mungkin harus kembali menginjak rem kalau kasus naik lagi terlalu cepat, supaya bisa melindungi sistem dan pekerja layanan kesehatan," katanya.

Pemerintah telah mengumumkan langkah-langkah untuk membantu warga menyesuaikan diri dengan strategi hidup berdampingan dengan virus corona.

Salah satu langkah yang dijalankan adalah mengizinkan sebagian besar pasien COVID-19 untuk memulihkan diri di rumah.

Pemerintah juga mempermudah pengujian serta karantina bagi orang-orang yang terinfeksi COVID. Kalangan pakar sebelumnya mengatakan bahwa pengujian secara luas kemungkinan tidak diperlukan karena sebagian besar penduduk sudah divaksin.

Sementara itu, pemerintah memperketat aturan bagi orang-orang yang belum divaksin dengan melarang mereka memasuki mal maupun pusat-pusat jajanan yang bertebaran di negara itu.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unjuk rasa tangkap Ketua KPK Malaysia berlangsung di Kuala Lumpur
Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:35 WIB
Sekitar 150 orang dari sejumlah organisasi dan aktifis partai politik melakukan unjuk rasa di Kuala ...
Menhan: Perlu penguatan kerja sama pertahanan dengan negara ASEAN
Kamis, 20 Januari 2022 - 15:50 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan atensi tentang pentingnya penguatan kerja sa...
Imigrasi Malaysia akan tindak nelayan asing tanpa PLKS
Rabu, 19 Januari 2022 - 22:19 WIB
Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) menginformasikan pihaknya akan menindak semua nelayan asing yang ...
28 nelayan Aceh terima pengampunan ulang tahun Raja Thailand
Rabu, 19 Januari 2022 - 07:47 WIB
Sebanyak 28 nelayan Aceh telah dibebaskan pengadilan provinsi Phuket Thailand, setelah menerima peng...
Suu Kyi dijatuhi hukuman 4 tahun penjara
Senin, 10 Januari 2022 - 18:25 WIB
Pengadilan di Myanmar pada Senin menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada pemimpin terguling n...
Menlu: Keselamatan masyarakat Myanmar jadi perhatian Indonesia
Jumat, 07 Januari 2022 - 07:01 WIB
Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, mengatakan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat ...
Duterte tak akan minta maaf atas kematian dalam perang antinarkoba
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:57 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa (4/1) mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meminta m...
Geramm prihatin media dipanggil polisi beritakan lembaga bencana
Selasa, 04 Januari 2022 - 15:23 WIB
Gerakan Media Marah (Geramm) menyesalkan pemanggilan wartawan dari sebuah media oleh polisi Malaysia...
MUI desak UNHCR segera selesaikan persoalan pengungsi di Indonesia
Kamis, 30 Desember 2021 - 11:30 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abd...
Banjir di Malaysia renggut 27 nyawa
Rabu, 22 Desember 2021 - 11:08 WIB
Banjir besar yang melanda sejumlah negara bagian di Semenanjung Malaysia sejak hujan Jumat lalu hing...
InfodariAnda (IdA)