APPI minta generasi muda tak sembarangan pakai tekfin
Elshinta
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 10:41 WIB |
APPI minta generasi muda tak sembarangan pakai tekfin
Ilustrasi (Shutterstock)

Elshinta.com - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) meminta masyarakat, khususnya generasi muda, tidak sembarangan menggunakan layanan teknologi finansial.

"Teknologi finansial ini bisa sangat membantu, teknologinya cepat dan mudah ketika kita sedang membutuhkan uang. Tapi, bisa juga menjerumuskan," kata Direktur Eksekutif APPI Susilo Sudjono saat webinar tentang literasi keuangan beberapa waktu lalu.

Layanan teknologi finansial memang menawarkan kemudahan, sayangnya, tidak semua tekfin yang beroperasi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). APPI meminta masyarakat tidak menggunakan teknologi finansial yang ilegal meski pun layanannya mudah diakses.

Dia khawatir ketika terjadi masalah, lalu masyarakat melapor ke OJK, lembaga tersebut tidak bisa berbuat banyak karena perusahaan tersebut ilegal sehingga menjadi kewenangan penegak hukum.

"Kita yang harus hati-hati," kata Susilo.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk mengecek apakah perusahaan tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebelum menggunakan layanan teknologi finansial.

Selain mengecek legalitas perusahaan teknologi finansial, hal yang tidak kalah penting adalah memperhitungkan kemampuan sebelum mengajukan pinjaman baik ke layanan teknologi finansial maupun lembaga pembiayaan lainnya.

Perlu diketahui, semua perusahaan pembiayaan yang legal memasukkan data ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. SLIK ini juga menjadi informasi apakah kreditur lancar membayar pinjaman.

"Sebelum menarik dana dari lembaga keuangan, melakukan pinjaman, harus benar-benar perhitungkan kemampuan karena akan terdeteksi terus seumur hidup," kata Susilo.

Ketika pembayaran macet, kredibilitas kreditur akan terekam di SLIK dan bisa jadi menyulitkan ketika akan mengajukan pinjaman lagi.

Jika hal ini terjadi pada kreditur yang membutuhkan modal usaha, dia bisa kesulitan untuk mengajukan pinjaman dalam jumlah yang besar.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK pada 2019 menyebutkan terdapat 31,26 persen responden yang pernah menggunakan layanan keuangan digital, sementara yang tidak pernah berjumlah 68,74 persen.

Mereka beralasan tidak membutuhkan, tidak mengerti atau tidak mempercayai layanan keuangan digital.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkominfo tingkatkan kolaborasi Pentahelix untuk perkuat jasa keuangan digital
Rabu, 08 Desember 2021 - 13:24 WIB
Transformasi digital yang terakselerasi oleh pandemi Covid-19 telah mendorong peran signifikan sekto...
 Bangkitkan ekonomi Nasional, Menkominfo: Pemerintah optimalkan sektor digital
Selasa, 07 Desember 2021 - 19:13 WIB
Di tengah pandemi Covid-19 yang memicu tantangan kompleks dan disruptif, optimisme dalam penanganan ...
Perlu kolaborasi ekosistem untuk kembangkan teknologi komunikasi
Senin, 06 Desember 2021 - 21:36 WIB
Pengembangan teknologi telekomunikasi di masa depan tidak saja membutuhkan dukungan infrastruktur di...
Menkominfo minta Kadin ambil peran dalam penyusunan peta jalan Indonesia digital
Senin, 06 Desember 2021 - 14:08 WIB
Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Dalam peta jalan itu, selain memua...
Dukung digitalisasi ekonomi syariah, Menkominfo: Pemerintah siapkan infrastruktur dan fasilitas
Senin, 06 Desember 2021 - 13:06 WIB
Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu pendorong penciptaan ekosistem ekonomi syariah digital...
Canon luncurkan mirrorles flagship EOS R3
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:47 WIB
Canon meluncurkan kamera mirrorless edisi flagship EOS R3, antara lain dilengkapi fitur perekama...
Registrasi IMEI terganggu karena pusat data terbakar
Jumat, 03 Desember 2021 - 11:27 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan ada gangguan dalam registrasi nomor International...
 Menkominfo: Perkuat SPBE perlu payung regulasi
Kamis, 02 Desember 2021 - 10:04 WIB
Pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan efektif. Salah satu la...
Jadi perhatian Forum G20, Menkominfo ajak kolaborasi pelaku industri e-health
Selasa, 30 November 2021 - 19:45 WIB
Sektor industri layanan kesehatan digital atau e-health memiliki peluang besar dalam pertumbuhan eko...
Gubernur: Teknologi kesehatan berkembang, perawat jangan <i>gaptek</i>
Minggu, 28 November 2021 - 18:06 WIB
Gubernur mengingatkan, penguasaan teknologi utamanya kesehatan sangat penting bagi para perawat.
InfodariAnda (IdA)