Penyiar radio harus cegah disintegrasi bangsa
Elshinta
Kamis, 07 Oktober 2021 - 09:03 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Penyiar radio harus cegah disintegrasi bangsa
Direktur Penerangan Agama Islam Drs Syamsul Bahri M.Pd.I sedang menyampaikan paparan dalam agenda PKPAI di Hotel Aston Inn Semarang (07/11)

Elshinta.com - Disintegrasi bangsa menjadi ancaman serius sehingga seluruh elemen masyarakat harus turut serta mencegahnya.

Dalam konteks ini profesi penyiar radio memiliki peran strategis menjaga keutuhan bangsa.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Dr. Syamsul Bahri, MPd menyampaikan kemampuan profesi penyiar memiliki kemampuan vibrasi yang kuat dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Profesi penyiar memiliki vibrasi yang kuat dalam menjaga keutuhan NKRI, maka misi hubbul wathon minal iman ini harus diperkuat" demikian disampaikan Syamsul saat memberikan arahan pada acara PKPAI di Semarang, Kamis (07/10)

Syamsul mengatakan upaya menjaga keutuhan NKRI salah satunya adalah dengan terus menyampaikan informasi yang benar dan tidak terjebak pada informasi hoaks, isu SARA dan memicu konflik.

"Justru penyiar itu jangan sampai ikut ikutan mengabarkan berita tidak benar apalagi SARA, maka ketika menyampaikan kalam dan syiar sampaikan yang benar agar orang mengikuti dan apabila ada yang tidak baik atau larangan harus mampu mengajak orang untuk meninggalkan," tutur Syamsul.

Syamsul juga meminta para penyiar radio mampu memiliki acting point dalam mengemas programnya.

"Penyiar haris mampu mengemas materi dan konten dengan sebaik mungkin sehingga masyarakat tertarik dan menerima. Kalo kita sudah diburu orang maka misi kebenaran itu pasti masuk" pungkas Syamsul.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ajang promosi Indonesia, KBRI Tokyo ikut dalam `10th International Friendly Run`
Senin, 29 November 2021 - 19:04 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo (KBRI) Tokyo telah berpartisipasi dalam kegiatan 10th “Int...
Pria India dari Afsel yang positif COVID belum pasti terinfeksi Omicron
Senin, 29 November 2021 - 16:44 WIB
Seorang pria India berusia 32 tahun yang tiba di Mumbai dari Afrika Selatan dan melakukan transit di...
WHO: Belum ada bukti varian Omicron lebih menular
Senin, 29 November 2021 - 15:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (28/11) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti ten...
Varian COVID-19 Omicron terdeteksi di makin banyak negara
Senin, 29 November 2021 - 13:14 WIB
Omicron pada Minggu (28/11) menyebar di seluruh dunia dan sejumlah kasus varian COVID-19 tersebut di...
Inggris, Israel akan hadang Iran membuat senjata nuklir
Senin, 29 November 2021 - 10:23 WIB
Inggris dan Israel akan `bekerja siang dan malam` dalam mencegah Iran menjadi kekuatan nuklir, demik...
Dua kasus COVID-19 varian Omicron ditemukan di Australia
Minggu, 28 November 2021 - 20:10 WIB
Australia melaporkan bahwa dua penumpang pesawat yang tiba dari wilayah selatan Afrika pada akhir pe...
Pakar: WHO kelompokkan Omicron dalam kategori kewaspadaan tinggi
Minggu, 28 November 2021 - 19:55 WIB
Pakar ilmu kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan Organisasi Keseha...
Studi: Tiongkok akan alami wabah Covid `kolosal` jika ikuti AS, Prancis
Minggu, 28 November 2021 - 19:38 WIB
Tiongkok akan menghadapi lebih dari 630.000 kasus COVID-19 per hari jika negara itu meninggalkan keb...
Pria Guatemala sembunyi di roda pesawat, tiba dengan selamat
Minggu, 28 November 2021 - 18:46 WIB
Seorang penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat American Airl...
 11 aktor dan tim pendukung Indonesia sukses tampilkan drama teater `Electra` di Jepang
Minggu, 28 November 2021 - 18:35 WIB
Lima laki-laki bercelana pendek dan topi hitam, duduk di kursi roda sebagai pasien rumah sakit jiwa.
InfodariAnda (IdA)