Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Elshinta
Selasa, 05 Oktober 2021 - 23:09 WIB |
Kemensos usulkan cuaca ekstrem masuk dalam RUU PB
Tangkapan layar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana (RUU PB) bersama Komisi VIII DPR RI dan DPD Komite II di Jakarta, Selasa (5/10/2021). (Antara/Devi Nindy)

Elshinta.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan bencana alam seperti cuaca ekstrem masuk dalam Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana (RUU PB) yang dibahas bersama Komisi VIII DPR RI dan DPD Komite II.

Menteri Sosial Tri Rismaharini juga mengusulkan sejumlah kategori bencana non-alam hingga sosial lainnya yang akan ditangani dalam RUU PB tersebut.

"Sebagai contoh jenis bencana di Pasal 29 puting beliung belum masuk, samber bledek (tersambar petir) belum masuk. Makannya kami masukkan cuaca ekstrem dan bencana lainnya," ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Risma mencoret bencana non-alam wabah dalam RUU tersebut pada pasal 30, karena kondisi terkini sudah termasuk dalam pandemi.

Namun pihaknya mengusulkan kegagalan konstruksi skala besar seperti jebolnya bendungan, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran radiasi dan bencana non-alam lainnya.

Sementara dalam bencana sosial, di Pasal 31 RUU tersebut, Risma mencoret kerusuhan sosial, dan mengusulkan konflik sosial antarkelompok atau komunitas, tindakan teror, subversi dan bencana sosial lainnya.

"Bencana sosial kami memasukkan tindakan subversi dan bencana sosial lainnya. Diskusi kami, kalau terjadi hal itu maka terjadi korban, dan bisa kita tangani," ujar dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Jaga kesejukan mahasiswa Papua tanam pohon
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:48 WIB
Kota Salatiga, Jawa Tengah yang terkenal sejuk karena berada di kaki Gunung Merbabu, beberapa saat t...
 Ganjar Praowo: Pemerintah pusat jangan asal beri izin penambangan
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak asal memberikan izin penambangan....
IISIA: Industri baja harus dukung pemerintah menuju nol karbon
Selasa, 30 November 2021 - 15:12 WIB
Vice Chairman Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Kimin Tanoto mengatakan, indus...
Masyarakat kurang perhatikan isu perubahan iklim akibat literasi rendah dan minim aksi
Selasa, 30 November 2021 - 15:06 WIB
Masih minimnya aksi nyata dan rendahnya literasi masyarakat Indonesia menjadikan isu perubahan iklim...
KLHK tegaskan peran penting generasi muda untuk pelestarian air
Senin, 29 November 2021 - 20:23 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa kerja sama semua pihak, terutama ...
DPW Partai Gelora Kalsel tanam 130.000 pohon untuk hijaukan kembali Banua
Senin, 29 November 2021 - 14:06 WIB
Isu perubahan lingkungan atau Climate Change yang menjadi program utama partai Gelora semakin masif,...
DEN dan Gubernur Jawa Tengah sepakat usung pengembangan EBT
Minggu, 28 November 2021 - 20:35 WIB
Dewan Energi Nasional (DEN) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sepakat bersama-sama mengusung p...
DLH pastikan pengelolaan sampah WSBK Sirkuit Mandalika tuntas
Jumat, 26 November 2021 - 13:12 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat memastikan pengelolaan sam...
Rembang tanam 1000 bibit pohon lewat #AksiCintaBumi
Kamis, 25 November 2021 - 14:24 WIB
Pemerintah Kabupaten Rembang melakukan #AksiCintaBumi dengan menanam 1000 bibit pohon di kawasan GOR...
Kalsel terus berupaya pulihkan DAS
Selasa, 23 November 2021 - 20:55 WIB
Pemerintah Proviisi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan terutama di D...
InfodariAnda (IdA)