Peringati Hari Batik Nasional, Dharma Pertiwi bawa batik mendunia
Elshinta
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 19:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Peringati Hari Batik Nasional, Dharma Pertiwi bawa batik mendunia
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, hal ini terkait dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada  2 Oktober 2009 silam. Selain sebagai warisan budaya, batik juga memiliki nilai ekonomi khususnya bagi para pengelola usaha, perajin dan juga pedagang. 

Usaha batik juga dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu pelestarian dan perkembangan usaha batik harus menciptakan hasil karya dengan kualitas yang baik serta memiliki ciri khas tiap daerah.

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional sekaligus mendukung batik mendunia, Dharma Pertiwi bersama OASE Kabinet Indonesia Maju, Dekranas, dan Yayasan Batik Indonesia (YBI), bekerja sama dengan LaDara menyelenggarakan “Membatik Bersama Mendunia” pada Sabtu, 2 Oktober 2021 di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Acara ini juga dapat diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom Webinar dan dapat disaksikan secara live streaming melalui kanal YouTube Dharma Pertiwi, Instagram Dharma Pertiwi (@dharmapertiwipusat), YBI (@ybi.official), dan LaDaRa (@ladaraindonesia).

Acara dibuka oleh Ibu Negara Republik Indonesia, Hj. Iriana Joko Widodo, selaku Penasehat Dharma Pertiwi, serta sambutan oleh  Nanny Hadi Tjahjanto (Ketua Umum Dharma Pertiwi). Narasumber yang hadir antara lain GKBRay Adipati Paku Alam X (Istri Wakil Gubernur DIY), dan Prof. Dr. Ismunandar (Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO).

Dalam sambutannya Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa batik telah mendarah daging di masyarakat Indonesia sejak jaman nenek moyang, keragamannya merupakan hasil dari akulturasi beragam budaya yang ada di Indonesia, corak dan motifnya tak pernah sama berdasarkan letak geografis dan kearifan lokal masing-masing wilayah. 

“Setiap gores simbol batik merupakan manifestasi kekayaan budaya yang ada di Indonesia, batik tak hanya dipandang sebagai produk, melainkan juga menyimpan beragam sisi sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Untuk itu mari kita bersama-sama bergandengan tangan melestarikan dan mejaga hasil karya anak bangsa yang patut kita jaga bersama,” kata Nanny.

Iriana Joko Widodo juga memberikan sambutannya dan menjelaskan bahwa batik merupakan warisan kekayaan budaya adi luhur yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

“Pengakuan dunia sudah kita dapatkan, tapi tugas kita belum selesai. Kita harus tetap menjaga agar pengakuan batik sebagai warisan budaya bangsa kita diketahui, digemari, dan dicintai oleh seluruh masyarakat dunia. Karena itu tugas kita bersama untuk terus memperkenalkan dan mengangkat citranya, mematenkan karya-karya batik Indonesia, memberikan brand batik Indonesia dalam setiap lembar karya batik sehingga akan memperjelas kepemilikan atas kreasi batik Indonesia dan semakin tinggi nilainya,” ujar Iriana.

Selanjutnya Nanny Hadi Tjahjanto dan Yanti Airlangga bersama-sama membunyikan kenongan sebagai tanda dimulainya kegiatan membatik serta penyematkan syal kepada para tamu undangan VIP.

Adapun penyampaian wawasan tentang batik Puro Pakualaman oleh GKBRay Adipati Paku Alam yang disampaikan langsung secara virtual. Dalam paparannya GKBRay Adipati Paku Alam mengatakan bahwa Batik Yogya atau yang dikenal sebagai motif atau corak Yogyakarta mewarisi motif kerajaan Mataram Islam. 

“Kekhasan tersebut salah satunya terletak pada corak batik berbentuk ragam geometris dan didominasi warna tanah yang cenderung gelap yaitu coklat tua, biru tua, hitam dan putih terang. Ada empat motif utama Batik Klasik Yogyakarta yaitu Parang, Semen, Ceplok dan Nitik,” tutur GKBRay Adipati Paku Alam.

Ismunandar yang hadir secara virtual juga memberikan ucapan selamat Hari Batik Nasional dan membagikan video singkat yang ia buat di Menara Eiffel mengenai Hari Batik Nasional.

Acara membatik bersama yang diikuti oleh puluhan ribu ibu-ibu Dharma Pertiwi dari seluruh Indonesia dan bahkan dari berbagai belahan dunia kali ini juga mencatatkan rekor MURI sebagai acara membatik bersama yang terbesar. 

Selain dialog interaktif, rangkaian kegiatan dalam acara Membatik Bersama Mendunia juga menyuguhkan acara fashion show, penyerahan syal batik tulis, Batik Fever (hingga 20 Oktober 2021 di ASHTA DISTRICT 8 dan Marketplace LaDaRa), Pameren Batik Indonesia (hingga 30 Oktober 2021 di Museum Tekstil), dan YBI Peduli Pengrajin.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gus Imron Rosyadi nilai surat Rais Aam telah sesuai anggaran dasar
Rabu, 01 Desember 2021 - 17:57 WIB
Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok KH Imron Rosyadi Hamid menila...
Wartawan senior dan pemerhati musik Bens Leo meninggal dunia
Senin, 29 November 2021 - 11:34 WIB
Wartawan senior dan pemerhati musik Indonesia, Bens Leo meninggal dunia hari ini dalam usia 69 tahun...
Miris! Cagar budaya Multatuli telantar
Minggu, 28 November 2021 - 19:12 WIB
Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI) Latansa Mashiro Rangkasbitung Mochamad Husen menyoroti ...
Tiga kiai sepuh dukung Rais Aam majukan jadwal Muktamar NU
Minggu, 28 November 2021 - 15:55 WIB
Tiga kiai sepuh dari tiga pesantren berpengaruh di Jawa Timur mendukung penuh Rais Aam PBNU KH Mifta...
Pemkab Mimika: Gereja-gereja terapkan prokes selama ibadah Natal
Sabtu, 27 November 2021 - 18:41 WIB
Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua meminta gereja-gereja di wilayah itu agar tetap menerapk...
PBNU serahkan IMB untuk masjid dan musala se-Jakarta
Sabtu, 27 November 2021 - 18:25 WIB
Adalah momen  bersejarah bagi para warga NU DKI khususnya bagi mereka yang telah memiliki masjid da...
Kiai Said Aqil Siradj diminta kembali maju jadi Ketum PBNU di Muktamar ke-34 NU
Sabtu, 27 November 2021 - 06:25 WIB
Dukungan terhadap KH Said Aqil Siroj untuk kembali maju menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ...
Petani Temanggung gelar sedekah bumi seusai panen tembakau
Jumat, 26 November 2021 - 23:57 WIB
Para petani di Desa Petarangan, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar tradisi sedeka...
Pencairan BLT buruh rokok Kudus tunggu jadwal dari Pemprov Jateng
Jumat, 26 November 2021 - 22:57 WIB
Pencairan bantuan langsung tunai (BLT) buruh rokok di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menunggu jadwal ...
KSP usung Kabupaten Fakfak jadi percontohan moderasi beragama
Jumat, 26 November 2021 - 18:09 WIB
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengusung Kabupaten Fakfak di Papua Barat menjadi percontohan untuk p...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI