Merck klaim molnupiravir kurangi risiko kematian akibat COVID-19
Elshinta
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 15:14 WIB |
Merck klaim molnupiravir kurangi risiko kematian akibat COVID-19
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Merck & Co mengklaim pil antivirus yang mereka kembangkan mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap akibat COVID-19.

Klaim tersebut didasarkan pada data uji klinis tahap III molnupiravir, obat yang dirancang untuk merusak kode genetik virus.

Uji klinis melibatkan 775 pasien dengan gejala COVID-19 ringan dan sedang selama lima hari atau kurang.

Mereka memiliki setidaknya satu faktor risiko mengalami sakit parah, seperti obesitas atau sudah uzur.

Selama lima hari sebagian dari mereka diminta meminum molnupiravir dua kali sehari di rumah.

Analisis data menemukan 7,3 persen dari kelompok itu kemudian dirawat di rumah sakit dan tak satu pun meninggal setelah 29 hari setelah pemberian obat.

Angka itu hanya separuh dari tingkat rawat inap kelompok pasien yang diberi plasebo, yaitu 14,1 persen. Tercatat juga ada delapan kematian dari kelompok itu.

"Pengobatan antivirus yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah orang yang positif COVID-19 masuk rumah sakit sangat diperlukan," kata bos Ridgeback Wendy Holman dalam pernyataan.

"(Temuan) ini akan mengubah perbincangan tentang cara menangani COVID-19," kata bos Merck, Robert Davis.

Hasil uji klinis itu begitu meyakinkan sehingga pengujian dihentikan lebih awal atas rekomendasi pengawas dari luar.

Para ahli menyebut hasil uji klinis itu sebagai terobosan dalam menangani infeksi virus corona.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pria India dari Afsel yang positif COVID belum pasti terinfeksi Omicron
Senin, 29 November 2021 - 16:44 WIB
Seorang pria India berusia 32 tahun yang tiba di Mumbai dari Afrika Selatan dan melakukan transit di...
WHO: Belum ada bukti varian Omicron lebih menular
Senin, 29 November 2021 - 15:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (28/11) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti ten...
Varian COVID-19 Omicron terdeteksi di makin banyak negara
Senin, 29 November 2021 - 13:14 WIB
Omicron pada Minggu (28/11) menyebar di seluruh dunia dan sejumlah kasus varian COVID-19 tersebut di...
Inggris, Israel akan hadang Iran membuat senjata nuklir
Senin, 29 November 2021 - 10:23 WIB
Inggris dan Israel akan `bekerja siang dan malam` dalam mencegah Iran menjadi kekuatan nuklir, demik...
Dua kasus COVID-19 varian Omicron ditemukan di Australia
Minggu, 28 November 2021 - 20:10 WIB
Australia melaporkan bahwa dua penumpang pesawat yang tiba dari wilayah selatan Afrika pada akhir pe...
Pakar: WHO kelompokkan Omicron dalam kategori kewaspadaan tinggi
Minggu, 28 November 2021 - 19:55 WIB
Pakar ilmu kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan Organisasi Keseha...
Studi: Tiongkok akan alami wabah Covid `kolosal` jika ikuti AS, Prancis
Minggu, 28 November 2021 - 19:38 WIB
Tiongkok akan menghadapi lebih dari 630.000 kasus COVID-19 per hari jika negara itu meninggalkan keb...
Pria Guatemala sembunyi di roda pesawat, tiba dengan selamat
Minggu, 28 November 2021 - 18:46 WIB
Seorang penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat American Airl...
 11 aktor dan tim pendukung Indonesia sukses tampilkan drama teater `Electra` di Jepang
Minggu, 28 November 2021 - 18:35 WIB
Lima laki-laki bercelana pendek dan topi hitam, duduk di kursi roda sebagai pasien rumah sakit jiwa.
Anggota DPR Selandia Baru naik sepeda ke RS untuk melahirkan
Minggu, 28 November 2021 - 16:04 WIB
Anggota parlemen (DPR) Selandia Baru Julie Anne Genter pada Minggu dini hari berangkat ke rumah saki...
InfodariAnda (IdA)