Pasien kanker payudara diminta dengarkan nasihat dokter
Elshinta
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 14:22 WIB |
Pasien kanker payudara diminta dengarkan nasihat dokter
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Wakil Ketua MPR Republik Indonesia, Lestari Moerdijat mengimbau para pasien dengan kanker payudara mendengarkan nasehat dari dokter yang merawat demi mendapatkan pengobatan yang tepat.

"Dengarkan nasehat para dokter, menjadi panduan kita untuk melangkah dan mempercayai tindakan medis yang memang sudah memiliki basis atau bukti," ujar dia dalam diskusi virtual mengenai kanker payudara bertajuk "Bersama Melangkah, Meraih Harapan", Sabtu (2/10).

Menurut dia, pengobatan tepat ditambah terdeteksinya kanker pada stadium dini menunjukkan keberhasilan dan berdampak pada angka harapan hidup yang lebih tinggi ketimbang bila pasien baru datang dalam kondisi lanjut.

Lestari yang menjadi penyintas kanker payudara selama hampir lima tahun itu mengatakan, para pasien dan orang-orang terdekatnya perlu memahami tahap pengobatan kanker berdasarkan saran dokter, agar tak ada keraguan selama menjalani perawatan.

Merujuk pada pengalamannya, terkadang orang dekat bisa menjadi salah satu faktor yang membuat pasien ragu mengambil pengobatan.

"Pengalaman saya terdiagnosis kanker payudara, saya putuskan langsung menjalani rangkaian pengobatan. Keluarga, sahabat, semuanya berusaha mencarikan jalan agar saya mencari berbagai alternatif sebelum menjalani pengobatan yang sifatnya medikal," kata Lestari.

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang umum dialami wanita. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, kanker ini dialami lebih dari 2,3 juta orang wanita di seluruh dunia dengan angka kematian lebih dari 680.000 orang jiwa.

Keterlibatan berbagai pihak termasuk melalui kampanye pemeriksaan kesehatan rutin seperti deteksi dini, lalu kemampuan melakukan diagnosa hingga pengobatan menjadi upaya untuk membantu meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi risiko seseorang terkena kanker payudara, antara lain bertambahnya usia atau riwayat keluarga.

Walau begitu, seseorang masih bisa berupaya menurunkan risiko terkena kanker misalnya melalui penerapan gaya hidup sehat termasuk aktif bergerak dan menjaga berat badan sehat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kementerian PPPA terus kawal RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Kamis, 06 Januari 2022 - 15:15 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) siap mengawal percepatan Rancangan ...
Dinas P3AP2KB Kepri minta anak korban kekerasan berani bersuara
Minggu, 12 Desember 2021 - 16:37 WIB
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pro...
Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dukung pembangunan di tingkat akar rumput
Jumat, 19 November 2021 - 13:15 WIB
Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak bertujuan untuk mendukung terciptanya pembangunan di ti...
Mimpi Rohani, pelukis disabilitas, berharap karyanya `Go Internasional` 
Selasa, 05 Oktober 2021 - 15:44 WIB
Rohani seorang pelukis penyandang disabilitas asal Desa Pulo Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara ...
Pasien kanker payudara diminta dengarkan nasihat dokter
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 14:22 WIB
Wakil Ketua MPR Republik Indonesia, Lestari Moerdijat mengimbau para pasien dengan kanker payudara m...
InfodariAnda (IdA)