Mengupas toponimi dalam pembelajaran sejarah
Elshinta
Jumat, 01 Oktober 2021 - 18:03 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Mengupas toponimi dalam pembelajaran sejarah
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Sebagai sumber pembelajaran sejaran, toponimi dinilai banyak memberikan banyak manfaat. Demikian dikatakan Dr. M Fakhruddin dalam paparannya di acara workshop kesejarahan dalam rangka kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta dan MGMP Sejarah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Mengambil tema, "Penulisan Toponimi Karawang", Fakhruddin menjelaskan, meski Shakespeare mengatakan apalah artinya sebuah nama, namun bagi masyarakat Indonesia, dibalik nama itu ada harapan. "Ada titipan dan ingatan yang terdefinisikan lewat toponimi”, katanya. 

Dr. Abrar, M.Hum yang juga sebagai pembicara  mengatakan bahwa toponimi merupakan ikatan yang tak terpisahkan antara tempat dengan nama yang mengungkapkan geografi fisik, budaya, sejarah dan populasi. “Toponimi merupakan sebuah hal yang penting karena mencerminkan banyak hal dimasa lalu”, tutur Abrar.

Sementara, Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ, Humaidi, M. Hum  menjelaskan, umumnya toponimi diambil dari sebuah nama yang melekat dalam alam pikiran masyarakat. Toponimi menggambarkan perkembangan wilayah, dinamika sosial dan budaya yang masyarakat. 

"Karenanya banyak toponimi mengambil nama tumbuhan (menteng, bidara, gambir), profesi (kemandoran, kemayoran, tanah kusir, pademangan), nama etnis (kampung melayu, kampung makassar, kampung bugis) serta posisi geografis (awalan ci, rawa,  kidul, wetan dan sebagainya)," ungkapnya.

Workshop kesejarahan yang dikuti oleh 63 peserta yang berasal dari guru-guru sejarah SMA Se-Karawang berjalan dengan penuh antusias. Para guru sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang kelak menghasilkan satu buku mengenai toponimi Karawang. 

“Kerjasama antara Prodi Pendidikan Sejarah UNJ dengan MGMP Sejarah Karawang ini, perlu dilanjutkan, sekalipun tidak dalam skema pengabdian masyarakat, tutur Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Ateng Rusihuddin. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Universitas Brawijaya beri penjelasan kasus pelecehan seksual NWR
Minggu, 05 Desember 2021 - 20:56 WIB
Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seora...
Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:14 WIB
Banyak kalangan termasuk para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat ...
Mahasiswi Salatiga juara lomba orasi unjuk rasa
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:12 WIB
Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga romb...
21 mahasiswa pertukaran `Mahasiswa Merdeka` menimba ilmu di STIE Malangkuceswara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:47 WIB
STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merde...
Dekranasda NTT gagas `Tenun Masuk Sekolah` untuk regenerasi penenun
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:23 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur menggagas Program Tenun Masuk Sekol...
BEM minta Kemendikbudristek kaji ulang revisi statuta UI
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:11 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaa...
Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Perpusnas raih Predikat Terbaik II
Kamis, 02 Desember 2021 - 16:26 WIB
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI meraih penghargaan sebagai salah satu Anggota Jaringan Dokument...
 Tingkatkan kualitas, Universitas Majalengka teken MoU dengan 2 universitas di Lampung
Kamis, 02 Desember 2021 - 16:15 WIB
Universitas Majalengka Jawa Barat telah melakukan studi banding dan menandatangani MoU dengan dua Un...
 Wujudkan literasi digital, Perpusnas-STIK luncurkan website Kepustakaan Ilmu Kepolisian 
Rabu, 01 Desember 2021 - 19:56 WIB
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) R.I. dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) berkolaborasi untuk...
Ratusan guru di Kabupaten Batu Bara dites urine
Rabu, 01 Desember 2021 - 17:10 WIB
Ratusan guru di Kabupaten Batu Bara menjalani tes urine hari ini, Rabu (1/12). Tes urin ini merupaka...
InfodariAnda (IdA)