Tolak privatisasi, Gekanas minta Jokowi kembalikan kedudukan PT PLN sebagai BUMN
Elshinta
Jumat, 01 Oktober 2021 - 17:03 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Tolak privatisasi, Gekanas minta Jokowi kembalikan kedudukan PT PLN sebagai BUMN
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) menolak keras privatisasi terhadap PT. PLN (Persero). Gekanas mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengembalikan kedudukan PT. PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Gekanas menuntut DPR RI mengembalikan status PT PLN (Persero) sebagai pemegang kuasa tunggal usaha ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Gekanas juga meminta DPR RI, MPR RI, dan DPD RI menjalankan pengawasan melekat secara sungguh-sugguh terhadap implementasi Pasal 33 ayat (2) UUD 1945 di dalam UU No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Koordinator Gekanas R. Abdullah menilai, privatisasi dengan meliberalisasi tenaga listrik negara berbasis Initial Public Offering (IPO) berpotensi menimbulkan pertentangan dengan amanat dan perintah Konstitusi negara. Sebab, privatisasi perusahaan plat merah bakal mengubah kepemilikannya menjadi milik umum (swastanisasi). Padahal, negara wajib menguasai dan mengelola sepenuhnya listrik negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa.

Gekanas menganggap privatisasi terhadap PT.PLN dengan dalih program holdingisasi dan IPO semakin menunjukkan pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak taat azas dalam melaksanakan amanat Pasal 33 ayat (2) UUD 1945.Terlebih, privatisasi PT.PLN membawa konsekuensi berorientasi mengejar keuntungan sebesar-besarnya untuk kepentingan kemakmuran pemilik saham.  

“Karena itu masyarakat sebagai pengguna listrik negara patut mengantisipasi bahwa privatisasi berpotensi besar menimbulkan peningkatan biaya produksi bagi dunia usaha, akibat kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara berkelanjutan demi mencapai keuntungan PT. PLN (Persero) sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran pemilik modal (saham) dan tentu sangat mempengaruhi harga jual hasil produksi sekaligus kemampuan daya saing dengan usaha industri sejenis lainnya yang bersumber dari import,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (1/10).

Disisi lain, privatisasi PT. PLN juga berpotensi besar menurunkan kemampuan daya beli masyarakat terhadap produk usaha industri. Khususnya, kelompok masyarakat pekerja/buruh yang mayoritas berpenghasilan upah minimum dengan standar kebutuhan hidup untuk seorang lajang (bujangan) dan rentan menjadi orang miskin baru (OMB). “Belum lagi, jika rencana tersebut tetap dipaksakan maka akan berpotensi makin menambah beban APBN yang saat ini sedang defisit,” tutur Abdullah.

Diketahui, Gekanas terdiri dari aliansi 18 serikat pekerja di tingkat nasional, seperti Serikat Pekerja PLN (SP PLN), Persatuan Pekerja Indonesian Power (PPIP), dan Serikat Pekerja Jawa-Bali (SP PJB).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah Rabu pagi melemah 10 poin
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:59 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah 10 poin
IHSG Rabu dibuka menguat 10,59 poin
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:47 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat 10,59 poin
Presiden Jokowi tegaskan Indonesia belum impor beras sama sekali di 2021
Selasa, 30 November 2021 - 18:57 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia belum melakukan impor beras sama sekali pada 2021...
KNKT ungkap penyebab kecelakaan di jalan tol karena kelelahan sopir
Selasa, 30 November 2021 - 17:56 WIB
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan penyebab terj...
OJK: Potensi ekonomi digital RI tertinggi di Asia Tenggara
Selasa, 30 November 2021 - 16:44 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan potensi ...
 BEM Nusantara Jatim dukung pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional
Selasa, 30 November 2021 - 15:58 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Jawa Timur gelar webinar nasional yang dihadiri oleh be...
Sri Mulyani waspadai varian Omicron terhadap pemulihan RI
Selasa, 30 November 2021 - 14:58 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai pengaruh varian baru COVID-19 yaitu Omicron yang b...
IOG 2021 tegaskan posisi strategis Indonesia di industri hulu migas
Selasa, 30 November 2021 - 13:57 WIB
 The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021) resmi dibuka.
Terbang perdana Banjarmasin-Muara Teweh, AP I gandeng maskapai tambah rute baru
Selasa, 30 November 2021 - 13:25 WIB
Manajemen Angkasa Pura (AP) I sambut kedatangan penerbangan perdana rute Muara Teweh (HMS) - Banjar...
Rupiah Selasa pagi menguat 8 poin
Selasa, 30 November 2021 - 11:04 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 8 poin
InfodariAnda (IdA)