Polda Metro periksa lima saksi korban dugaan penipuan Olivia Nathania
Elshinta
Jumat, 01 Oktober 2021 - 18:21 WIB |
Polda Metro periksa lima saksi korban dugaan penipuan Olivia Nathania
Advokat Odie Hodianto (kiri) dan saksi korban Agustina memberikan keterangan kepada wartawan pada Jumat (1/10) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Elshinta.com - Penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (1/1) memeriksa lima orang saksi korban dugaan penipuan  dengan modus rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh putri penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania.

"Hari ini kita melengkapi pemeriksaan saksi sebanyak lima orang, yang dua adalah Bu Agustin dengan Pak Sugiono. Pak Sugiono itu membawa empat orang keluarganya. Tiga saksi lain sudah masuk ke dalem karena masih anak-anak ya," kata kuasa hukum korban, Odie Hodianto di Jakarta, Jumat.

Salah satu saksi korban, Agustina, juga menyebut Olivia mengaku masih berkeluarga dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo untuk meyakinkan korbannya

"Dia bilang, dia masih berkeluarga dengan Menpan RB bahwa sepupunya menikah dengan anaknya dari Menpan RB, sekalian juga dengan Menteri ESDM. Pengakuannya dan bahkan ada fotonya juga, tapi nggak tahu fotonya boleh ambil dari google apa gimana, wallahu alam," kata salah satu korban, Agustina.

Agustina juga mengaku sebagai guru Olivia semasa SMA. Agustina ditawari oleh Olivia untuk menjadi CPNS pada tahun 2019 lewat jalur prestasi guna mengisi kekosongan jabatan.

Lebih lanjut Agustina juga membantah pernyataan Olivia soal penyelenggaraan les untuk CPNS.

"Saya tekankan CPNS pengganti ini enggak ada bimbel, karena mereka enggak perlu bimbel, orang katanya tanpa tes, logikanya saja," ucap Agustina.

Agustina juga mengklaim sudah menyetorkan uang sebesar total Rp465 juta ke Olivia agar 16 anggota keluarganya bisa diterima menjadi PNS.

Pada kesempatan terpisah Olivia Nathania mengatakan "Perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa di cek nanti tempatnya ada, pengajarnya pun ada," kata Olivia.

Olivia juga mengungkapkan bahwa biaya kursusnya di tempatnya adalah Rp25 juta per orang.

"Memang saya terima uang dari situ senilai Rp25 juta per orang. Tetapi dengan nilai Rp25 juta itu, digunakan untuk apa? Wajar saya punya untung dari situ, tetapi Rp25 juta ini digunakan untuk les, untuk pengajar, sewa tempat dan lain-lain," ujar Olivia.

Pada kesempatan itu Olivia juga mengaku tidak tahu menahu mengenai masalah SK palsu yang disampaikan oleh pihak pelapornya.

"Saya tidak tahu menahu mengenai hal tersebut, jadi apa yang disampaikan perlu diluruskan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama kuasa hukum Olivia, Susanti Agus, meminta pihak kepolisian untuk secepatnya menuntaskan kasus tersebut.

"Kita minta yang berwajib, khususnya kepolisian, untuk membuka kasus ini apalagi yang menyangkut pemalsuan dokumen negara itu harus dituntaskan pelakunya. Walaupun terjadi apa-apa terhadap Oi (Olivia), Oi berani bertanggung jawab," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tangkap dua pencuri spesialis rumah indekos di Medan
Rabu, 01 Desember 2021 - 08:45 WIB
Aparat kepolisian menangkap dua pelaku pencurian spesialis pembobol rumah indekos yang kerap beraksi...
Kemenkumham dan BNNP Sumbar geledah Lapas Pariaman
Rabu, 01 Desember 2021 - 07:15 WIB
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat (Sumbar) menggeledah serta memeriksa kamar w...
KPK masih pelajari vonis Nurdin Abdullah
Selasa, 30 November 2021 - 18:23 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum memutuskan apakah akan menerima atau mengajukan bandi...
Kominfo dorong penegakan hukum yang adil pada kasus pelecehan di KPI
Selasa, 30 November 2021 - 17:23 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung proses penegakan hukum yang tegas, adil d...
Bea Cukai Surakarta musnahkan 1.811.592 batang rokok ilegal
Selasa, 30 November 2021 - 16:56 WIB
Kantor Bea Cukai Kota Surakarta memusnahkan rokok ilegal sebanyak 1.811.592 batang dan jenis lainn...
Bandar narkoba penabrak polisi diringkus di Kendal Jateng
Selasa, 30 November 2021 - 10:29 WIB
Bandar narkoba berinisial J yang menabrak Iptu JM saat pengejaran di Cirebon, Jawa Barat, diringkus ...
KPK limpahkan berkas perkara Azis Syamsuddin ke pengadilan tipikor
Selasa, 30 November 2021 - 10:06 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa mantan Wakil Ketua DPR RI Azi...
Polisi tangkap buronan kasus mutilasi di Bekasi
Selasa, 30 November 2021 - 09:39 WIB
Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi telah meringkus buronan kasus pembunuhan beren...
Pemerintah akan masukkan revisi UU Cipta Kerja ke Prolegnas prioritas
Senin, 29 November 2021 - 18:46 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menyam...
Satu korban penembakan Bintaro masih jalani perawatan di RS Polri
Senin, 29 November 2021 - 17:30 WIB
Satu korban dugaan penembakan di Exit Tol Bintaro, Jumat (26/11) hingga saat ini masih menjalani pe...
InfodariAnda (IdA)