Stadion Lukas Enembe dan Jembatan Merah Youtefa saksi kunci PON Papua

Elshinta
Jumat, 01 Oktober 2021 - 11:56 WIB |
Stadion Lukas Enembe dan Jembatan Merah Youtefa saksi kunci PON Papua
Foto udara Stadion Lukas Enembe di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (24/8/2021). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Elshinta.com - Stadion Lukas Enembe dan Jembatan Merah Youtefa akan menjadi saksi kunci dan juga saksi bisu dari perhelatan ajang olahraga nasional PON XX Papua yang diselenggarakan pada 2021 ini.

Kedua saksi kunci itu bagaikan penanda yang mengukuhkan eksistensi Bumi Cendrawasih sebagai bagian tak terpisahkan dalam sejarah nasional bangsa Indonesia khususnya dalam bidang olahraga. Keduanya sama- sama dibangun dengan nilai yang fantastis, namun membesarkan prestise masyarakat di bagian timur Indonesia itu. Usia kedua infrastruktur itu pun terbilang masih belia namun terlihat kokoh berdiri untuk menyokong dan memberikan manfaat besar bagi warga lokal.

Tak berhenti sampai di situ, keduanya pun akan menjadi lokasi pembuka untuk menunjukkan keseriusan Papua menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga nomor satu di Bumi Pertiwi. Akan ada gegap gempita namun bukan berarti hura-hura semata dalam pembukaan PON XX Papua.

Tak cuma simbolis, kedua lokasi itu memiliki peranan yang teramat penting bagi sejarah nasional, jadi mari kita mengenal lebih jauh Stadion Lukas Enembe dan Jembatan Merah Youtefa.


Stadion Lukas Enembe
Stadion itu terletak di Kampung Harapan, Nolokla, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Menghabiskan waktu hampir tiga tahun lamanya untuk kemudian berdiri dengan megah seperti saat ini. Jika dilihat dari jauh tampak stadion itu seperti bunga mekar, fasad- fasad penopang yang terbuat dari baja memiliki motif dan karakter eksotis khas Papua.

Kecantikannya semakin bertambah dengan kehadiran Istora Papua Bangkit yang terletak tak jauh dari stadion utama. Berbentuk menyerupai rumah adat khas Papua yaitu Honai, Istora Papua Bangkit melengkapi Stadion Lukas Enembe yang digadang- gadang menjadi stadion termegah kedua di Indonesia.

Menggunakan anggaran senilai Rp1,3 triliun serta dibangun oleh 900 pekerja konstruksi, standar yang dimiliki stadion ini bukanlah kaleng- kaleng. Standar FIFA yang tinggi sudah digunakan di stadion yang berdiri di lahan seluas 13 hektar itu. Mulai dari rumput Zoysia Matrella atau rumput Manilla, lapangan atletik bersertifikasi kelas 1 standar federasi internasional, hingga pencahayaan pintar yang bisa mengikuti musik semua fasilitas pendukung menggunakan standar kelas dunia.

Stadion ini pun bahkan masuk dalam nominasi Stadion Terbaik Dunia pada 2019 dalam sebuah ajang asal Polandia lewat situs StadiumDB.com. Dengan mengangkat bentuk simbolik kaya kearifan lokal, Stadion ini pun bersaing dengan 21 stadion lainnya yang berasal dari 19 negara. Nominasi itu turut menambah rasa kebanggaan tidak hanya bagi masyarakat Papua tapi juga seluruh masyarakat di Indonesia.

Pada kondisi normal, Stadion Lukas Enembe mampu menampung pengunjung hingga 42.000 orang namun khusus pembukaan PON XX Papua hanya diperbolehkan 10.000 pengunjung yang ditampung.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga akan hadir membuka PON pertama di Papua tersebut.

Tempat ini akan menjadi sejarah penerimaan obor berbentuk tifa PON XX yang telah diarak ke berbagai wilayah di tanah Papua dan diharapkan bisa menandai momentum kebangkitan dan semangat baru bagi Papua serta menjadi lokasi pencetak juara dalam ajang nasional itu.

Jembatan Merah Youtefa
Tak hanya Stadion Lukas Enembe, Jembatan Merah Youtefa juga akan menjadi saksi bisu gegap gempita pembukaan PON pertama di kawasan paling timur Indonesia itu.

Jembatan itu turut menjadi lintasan untuk final salah satu cabang olahraga yang dikompetisikan yaitu sepatu roda dengan jarak 3000 meter.



Berdiri kokoh dengan warna merahnya yang menyala, jembatan itu menghubungkan masyarakat dari Kota Jayapura lebih mudah mendapatkan akses menuju kawasan perbatasan dengan Papua Nugini. Dengan menelan biaya pembuatan yang senilai dengan Stadion Lukas Enembe, jembatan itu telah memberikan banyak manfaat usai diresmikan dua tahun lalu.

Kehadiran jembatan itu memudahkan masyarakat yang tadinya harus memakan waktu berjam-jam kini hanya butuh menghabiskan beberapa menit saja untuk melakukan mobilisasi. Selain itu, jembatan itu menghubungkan dua pantai yaitu Pantai Hamadi dan Pantai Holtekamp.

Menurut penuturan salah satu warga lokal, Robert, ada sebuah fakta menarik di dekat Jembatan Teluk Youtefa. Ada dua kampung adat yang membuat pemandangan di dekat Jembatan itu terasa lebih berkearifan lokal. Yaitu adanya kampung adat Tobati dan juga kampung adat Enggros yang keduanya berada di antara Jembatan Merah Youtefa.

Meski dihadirkannya infrastruktur yang tampak modern, masyarakat adat tetap beraktivitas dengan menjaga budayanya. Misalnya seperti bermain bola di “Lapangan Timbul Tenggelam” yang menjadi fakta unik lainnya yang hadir di dekat Jembatan Merah Teluk Youtefa. Robert menyebutkan “Lapangan Timbul Tenggelam” akan hadir mengikuti fenomena pasang dan surut air laut.

Ketika momen air laut surut, masyarakat adat yang biasanya anak-anak kecil dari Kampung Tobati dan Kampung Enggros memanfaatkan kondisi itu untuk bermain sepak bola. Kegiatan yang memberikan keceriaan dan kebahagiaan khususnya bagi masyarakat lokal itu semakin komplit dengan hadirnya pemandangan Jembatan Merah Teluk Youtefa yang kuat.

Keriaan serupa akan tergambarkan dengan taburan cahaya dari kembang api yang akan menghiasi langit Papua dari Jembatan Merah Teluk Youtefa pada saat pembukaan PON XX Papua dihelat di malam hari. Keduanya memang hanya bangunan yang tak bisa berbicara, baik Stadion Lukas Enembe maupun Jembatan Merah Youtefa menjadi saksi dari salah satu peristiwa bersejarah era ini.

Berdiri selaras dengan gunung-gunung dan pantai yang eksotis, eksistensi keduanya patut dijaga dengan optimal agar cerita masa kini bisa terus diturunkan untuk generasi di kemudian hari.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Timnas karate optimistis bawa pulang medali di ISG 2022
Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:45 WIB

Timnas karate optimistis bawa pulang medali di ISG 2022

Tim nasional (timnas) karate siap membawa pulang medali dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2...
Turnamen Tenis Meja Piala Menkominfo digelar jelang 17 Agustus
Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:36 WIB

Turnamen Tenis Meja Piala Menkominfo digelar jelang 17 Agustus

Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Turnamen Tenis Meja memperebutkan Piala Menkominfo ...
Putri Indonesia di posisi ke-9 Olimpiade Catur seusai sikat Spanyol
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:14 WIB

Putri Indonesia di posisi ke-9 Olimpiade Catur seusai sikat Spanyol

Memasuki babak ke-10 Olimpiade Catur FIDE 2022 di Chennai, India, Senin, Tim Catur putri Indonesia b...
Menpora: Prestasi di APG 2022 jadi modal menuju Paralimpiade Paris
Jumat, 05 Agustus 2022 - 18:31 WIB

Menpora: Prestasi di APG 2022 jadi modal menuju Paralimpiade Paris

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan hasil dari ASEAN Para Games (APG) 20...
Para-renang Indonesia tampil sebagai juara umum APG 2022
Jumat, 05 Agustus 2022 - 17:43 WIB

Para-renang Indonesia tampil sebagai juara umum APG 2022

Tim Para-Renang Indonesia tampil sebagai juara umum pada ASEAN Para Games 2022 dengan total peroleha...
Dominasi APG 2022 adalah buah Indonesia peduli difabel
Jumat, 05 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Dominasi APG 2022 adalah buah Indonesia peduli difabel

Hanya berbeda 21 atlet dari Thailand yang lama mendominasi ASEAN Para Games, Indonesia sudah terlalu...
Jadwal - Jendi Pangabean kembali berlaga di hari keempat para-renang
Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:23 WIB

Jadwal - Jendi Pangabean kembali berlaga di hari keempat para-renang

Paralimpian Jendi Pangabean kembali turun pada hari keempat para-renang ASEAN Para Games 2022 untuk ...
Jendi Pangabean gondol tiga emas para-renang di hari ketiga
Rabu, 03 Agustus 2022 - 17:11 WIB

Jendi Pangabean gondol tiga emas para-renang di hari ketiga

Jendi Pangabean sukses menggondol tiga medali emas pada cabang olahraga para-renang ASEAN Para Games...
Indonesia raih satu emas boccia di ASEAN Para Games 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:59 WIB

Indonesia raih satu emas boccia di ASEAN Para Games 2022

Kontingen Indonesia berhasil merebut satu medali emas dari cabang boccia dalam pesta olahraga multi ...
Mobil wisata listrik disiagakan untuk angkut atlet ASEAN Para Games
Selasa, 02 Agustus 2022 - 19:22 WIB

Mobil wisata listrik disiagakan untuk angkut atlet ASEAN Para Games

Dua mobil wisata berbasis listrik disiagakan Pemerintah Kota Solo untuk mengangkut para atlet seusai...

InfodariAnda (IdA)