Gagal bayar AS akan picu kerusakan yang `tidak dapat diperbaiki`
Elshinta
Jumat, 01 Oktober 2021 - 08:47 WIB |
Gagal bayar AS akan picu kerusakan yang `tidak dapat diperbaiki`
Menteri Keuangan Janet Yellen menghadiri sidang Komite Jasa Keuangan DPR di Washington, AS, 30 September 2021. Al Drago/Pool via REUTERS

Elshinta.com - Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Kamis (30/9/2021) sepakat bahwa setiap gagal bayar atau default pada utang Amerika Serikat akan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki serta krisis keuangan dan resesi berikutnya.

Yellen, ditanya oleh anggota Komite Jasa Keuangan DPR AS apakah kerusakan yang diakibatkan oleh kegagalan memenuhi kewajiban utang pemerintah federal akan "tidak dapat diperbaiki", menjawab: "Ya."

Pernyataannya adalah yang terbaru dari serangkaian peringatan mengerikan yang dikeluarkan Yellen ketika Kongres masih menemui jalan buntu atas masalah pencabutan atau penangguhan batas utang di tengah perselisihan mengenai agenda legislatif mayoritas Demokrat dan pemerintahan Biden.

Yellen mengatakan pemerintah akan kehabisan uang tunai sekitar 18 Oktober kecuali Kongres menaikkan batas utang federal, saat ini dibatasi pada 28,4 triliun dolar AS. Setelah tanggal itu, Departemen Keuangan akan "hanya dalam situasi yang tidak mungkin," kata Yellen saat tampil di hadapan komite pada Kamis (30/9/2021). "Kami tidak akan mampu membayar semua tagihan pemerintah."

Pagu utang kembali berlaku pada Agustus setelah penangguhan dua tahun, dan Departemen Keuangan telah menggunakan "langkah-langkah luar biasa" untuk mendanai pemerintah sejak itu. Yellen awal pekan ini mengatakan kepada anggota parlemen langkah-langkah itu akan habis sekitar pertengahan Oktober, lebih awal dari yang diperkirakan sebagian besar analis, setelah itu pemerintah tidak akan memiliki cukup dana untuk memenuhi semua kewajibannya, mulai dari pembayaran Jaminan Sosial hingga pokok dan bunga jatuh tempo pada surat utang negara dan obligasi.

Kegagalan untuk memenuhi kewajiban tersebut akan menandai gagal bayar AS pertama kalinya, yang Yellen telah berulang kali katakan akan menjadi "bencana."

"Kami kemungkinan akan berakhir dengan krisis keuangan, tentu saja resesi," kata Yellen kepada komite DPR. Ini juga akan memiliki "konsekuensi jangka panjang dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi bagi setiap orang yang meminjam."

Itu karena peringkat kredit AS pasti akan dipangkas, dan kreditur internasional yang telah lama memiliki surat utang negara atas dasar yang didukung oleh "kepercayaan dan kredit penuh" dari pemerintah AS tidak akan lagi memandang surat-surat berharga itu sebagai "bebas risiko. "Itu akan membuatnya lebih mahal bagi pemerintah federal - dan semua orang - untuk meminjam.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kemampuan bank sentral AS untuk menahan dampak dari peristiwa semacam itu terbatas.

"Tidak ada yang berasumsi bahwa kami benar-benar dapat berbuat banyak," kata Powell kepada anggota parlemen pada Kamis (30/9/2021). "Tidak seorang pun boleh berasumsi bahwa Federal Reserve atau siapa pun dapat melindungi rakyat Amerika dari konsekuensinya."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS peringatkan warga agar tidak kunjungi Rusia
Senin, 24 Januari 2022 - 09:46 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Minggu (23/1) memperingatkan warga AS untuk tidak melaku...
AS berkomitmen terus dukung penyediaan air bersih
Selasa, 18 Januari 2022 - 23:31 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Lembaga Pembangunan Internasional AS (United States Agency f...
CDC sebut masker kain tak efektif tangkal Omicron
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:56 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut masker kain sudah tak efek...
Maskapai AS peringatkan 5G bisa membawa petaka penerbangan
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:58 WIB
Sejumlah maskapai penerbangan besar Amerika Serikat pada Senin memperingatkan bahwa `bencana` penerb...
Warga AS disarankan tidak bepergian ke Kanada
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:55 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Senin (10/1) menyarankan warga...
Rusia: Tak ada konsesi di bawah tekanan AS terkait krisis Ukraina
Senin, 10 Januari 2022 - 10:07 WIB
Rusia mengatakan pada Minggu (9/1) bahwa pihaknya tidak akan membuat konsesi di bawah tekanan Amerik...
Kebakaran apartemen di New York tewaskan 19 orang, termasuk 9 anak
Senin, 10 Januari 2022 - 09:10 WIB
Sembilan belas orang tewas, termasuk sembilan anak, dan belasan lainnya terluka ketika kebakaran mel...
AS dakwa pria Kolombia bersekongkol membunuh Presiden Haiti
Rabu, 05 Januari 2022 - 11:19 WIB
Badan-badan berwenang Amerika Serikat pada Selasa (4/1) mendakwa seorang pria Kolombia melakukan kon...
CDC AS tetap sarankan isolasi COVID 5 hari, tak perlu tes lagi
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:45 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Selasa mempertahankan panduan yang dirilisn...
Serangan drone terhadap pasukan AS digagalkan di barat Baghdad
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:01 WIB
Dua pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak ditembak jatuh pada Selasa (4/1) oleh pertahanan...
InfodariAnda (IdA)