Azis Syamsuddin miliki kekayaan Rp100 miliar
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 14:16 WIB |
Azis Syamsuddin miliki kekayaan Rp100 miliar
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) yang baru diumumkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah memiliki total kekayaan Rp100.321.069.365.

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari laman https://elhkpn.kpk.go.id diakses Sabtu, Azis terakhir melaporkan kekayaannya pada 22 April 2021 untuk pelaporan tahun pelaporan 2020 dengan jabatan sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Adapun rinciannya, Azis memiliki tujuh tanah dan bangunan senilai Rp89.492.201.000 yang tersebar di Kota Jakarta Selatan dan Kota Bandarlampung.

Selanjutnya, ia juga tercatat memiliki enam kendaraan bermotor senilai Rp3.502.000.000 terdiri dari motor Harley Davidson, motor Honda Beat, mobil Toyota Kijang Innova, mobil Toyota Alphard, dan dua mobil Toyota Land Cruiser.

Azis juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp274.750.000 dan kas dan setara kas senilai Rp7.052.118.365.

KPK pada Sabtu dini hari telah mengumumkan Azis sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga Azis memberikan suap kepada penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) senilai Rp3,1 miliar untuk meminta bantuan mengurus kasus di Lampung Tengah diduga melibatkan Azis dan Aliza Gunado (AG) yang sedang diselidiki KPK.

Aliza Gunado merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Atas perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal itu mengatur mengenai orang yang memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun penjara dan maksimal 5 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Selain itu, KPK juga telah menahan Azis untuk 20 hari pertama terhitung sejak 24 September sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Jakarta Selatan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penyidik Kejati agendakan ulang pemeriksaan dua saksi karena mangkir
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:30 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap dua ora...
LPSK turun ke Distrik Kiwirok lindungi 8 nakes korban penyerangan KKB
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:59 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan langsung kepada delapan tenaga ...
Pimpinan DPRA dicecar seputar pengadaan Kapal Aceh Hebat oleh KPK
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:25 WIB
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengaku dicecar pertanyaan seputar pengadaan Kapal Aceh...
Kapolri: Ke depan saya ingin polisi dicintai masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:10 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berharap ke depan seluruh anggota polisi dapat dicintai ol...
Polres Balangan ungkap kasus peredaran narkoba
Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:10 WIB
Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Balangan, Kalimantan Selatan, mengungkap kasus peredaran obat ...
Pemkab Pati pulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 20:40 WIB
Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah yang terjari...
Pengamat sarankan Jaksa Agung benahi kinerja kejaksaan di daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:56 WIB
Baru-baru ini, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan rasa kecewanya atas adanya oknum jaksa yang ...
Pelaku penembakan Briptu HT terancam penjara seumur hidup
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Oknum anggota Polsek Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Brigadir Polisi Kepala MN (38), yang menembak...
BKN: Oknum ASN terlibat kecurangan SKD CASN di Buol
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:36 WIB
Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat tindak kecurangan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dala...
Hakim ambil sumpah tujuh orang saksi sidang `unlawful killing`
Selasa, 26 Oktober 2021 - 13:38 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengambil sumpah tujuh orang saksi dalam lanjutan si...