Sinergi potensi masyarakat kekuatan besar selamatkan masa depan anak terdampak pandemi  
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 13:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Sinergi potensi masyarakat kekuatan besar selamatkan masa depan anak terdampak pandemi  
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Anak- anak terdampak pandemi Covid-19 --yang kini berstatus yatim maupun yatim piatu—perlu mendapatkan jaminan untuk bisa mewujudkan cita-citanya. Sinergitas semua komponen bangsa dengan berbagai kapasitas dan kemampuanya perlu hadir untuk menyelamatkan masa depan mereka.

Hal ini terungkap dalam acara ‘Angkringan Hybrid’ dengan topik ‘Menyelamatkan Masa Depan Anak Terdampak Pandemi Corona’ yang digelar Yayasan Akatara- Jurnalis Sahabat Anak (JSA) dan UNICEF Indonesia di Agra Lounge, The Wujil Resort & Convention, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (22/9) sore.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah,  Retno Sudewi  mengungkapkan, jumlah anak terdampak Covid-19 di Jawa Tengah tercatat mencapai hampir 10 ribu yang tersebar di 35 kabupaten/ kota.

Ia menjelaskan, penanganan yang dibutuhkan tidak hanya jangka pendek, namun juga jangka panjangnya guna menjamin serta memastikan hak- hak anak terdampak pandemi Covid-19 tersebut dapat terpenuhi. Karena kebutuhan pemenuhan hak mereka tidak hanya saat ini saja.
Terutama anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya masih tidak semuanya berusia remaja atau menjelang dewasa. 

“Belum lagi bagaimana nasib mereka ketika saudara atau kerabatnya juga tidak memiliki kemampuan untuk mengasuh,” jelas Retno Sudewi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Dalam kesempatan ini, Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Lafri Prasetyono menyampaikan, dalam membantu anak- anak terdampak Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi telah menginisiasi program ‘Aku Sedulurmu’ yang dilaksanakan hingga di tingkat satuan wilayah (polres).

Program ini, jelas Lafri, terinspirasi dari banyaknya laporan maupun temuan anggota Bhabinkamtibmas di lapangan, terhadap nasib anak- anak yang ‘mendadak’ harus berstatus yatim, piatu bahkan juga yatim piatu setelah orang tua mereka meninggal dunia akibat terdampak pandemi Corona.

Secara riil, program ini diwujudkan dengan memberikan dukungan pemenuhan berbagai kebutuhan dan hak dasar mereka. Dalam jangka panjang Polda Jawa Tengah juga bersinergi dengan berbagai instansi yang berkewajiban untuk memberikan penanganan kepada anak- anak --yang karena pandemi Covid-19-- menjadi anak- anak yang kurang beruntung.

Misalnya dalam hal pendampingan, jajaran Polda Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan masing- masing dinas/ pemangku kepentingan dalam hal perlindungan anak, Dinas Sosial. 

“Termasuk Dinas Pendidikan dan seterusnya, yang memiliki peran dan tanggungjawab dalam pemenuha hak- hak anak,” jelas Lafri.

Seragam dengan Dir Binmas Polda Jawa Tengah, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang,  Munashir menyampaikan, BAZNAS sebagai representasi lembaga pengelola dana umat, juga berkewajiban untuk berperan dalam rangka menyelamatkan masa depan anak- anak terdampak pandemi Corona.

Selain mendukung berbagai kebutuhan dasar, BAZNAS Kabupaten Semarang juga merespon aspek kebutuhan anak dalam hal pendidikannya. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Semarang melalui relawannya yang terdekat dengan masyarakat telah melaksanakan asesmen untuk menginventarisasir jumlah anak terdampak pandemi Covid-19 di wilayah kerjanya.

Selanjutnya, BAZNAS Kabupaten Semarang menyiapkan dukungan biaya pendidikan yang bersumber dari dana yang telah diamanahkan oleh umat tersebut. “Kami menyiapkan dana pendidikan untuk anak- anak tersebut hingga mereka lulus jenjang SMA sederajat,” tegas Munashir.

Sementara itu, Sosialog Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Tri Wuryaningsih melihat sinergi berbagai potensi masyarakat bakal menjadi kekuatan untuk menyelamatkan masa depan anak- anak yang terdampak pandemi Covid-19 tersebut.

Tidak hanya pemerintah dengan para pemangku kepentingannya, namun juga komponen masyarakat yang lain. Makanya --sejak isu anak terdampak pandemi mengemuka-- tidak hanya aparat kepolisian, berbagai kekuatan masyarakat mulai bergerak bersama untuk anak- anak terdampak pandemi tersebut. Baik kekuatan lembaga filantrofi, lembaga sosial keagamaan, kekuatan organisasi kemasyarakatan dan lainnya pun mulai bergerak bersama.

“Maka yang tidak kalah penting, adalah mengelola kekuatan yang besar tersebut bisa sinergis, efektif, tidak tumpang tindih dan tidak overlapping dalam menyelamatkan masa depan anak terdampak pandemi Covid-19,” tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cuaca mayoritas kota besar di Indonesia diprakirakan cerah berawan
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:11 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca mayoritas kota besar di wil...
GoPay dan BEI perluas program edukasi investasi `FinanSiap`
Selasa, 26 Oktober 2021 - 08:11 WIB
Penyedia layanan keuangan digital GoPay bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi d...
Petani Sulbar butuh alat pertanian
Selasa, 26 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Petani di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) masih sangat membutuhkan alat pertanian dalam rangka meni...
Menperin apresiasi Hyundai produksi kendaraan listrik Maret 2022
Selasa, 26 Oktober 2021 - 00:01 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan apresiasi kepada PT Hyundai Motor Manufa...
Desa Lamuk di Wonosobo tepat sebagai lahan `food estate`
Senin, 25 Oktober 2021 - 22:45 WIB
Proyeksi Desa Lamuk, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sebagai lahan \"food estate\" nasional sangat ...
DAU NTB berkurang Rp603 miliar
Senin, 25 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Lalu Gita Ariadi mengungkapkan ada pengurangan pen...
INKA sebut kecelakaan LRT diduga karena proses lansir terlalu cepat
Senin, 25 Oktober 2021 - 22:15 WIB
Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro menyatakan kecelakaan dua rangkaian kereta ringan atau light...
WIKA raih kontrak baru Rp13,16 triliun hingga kuartal III 2021
Senin, 25 Oktober 2021 - 22:01 WIB
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA meraih kontrak baru senilai Rp13,16 triliun hingga kuartal ...
Sri Mulyani sebut pembiayaan investasi melonjak 175,8 persen
Senin, 25 Oktober 2021 - 21:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan realisasi pembiayaan investasi melonjak 175,8 pers...
Kendari hadirkan `Rumah Dataku` dukung program Bangga Kencana
Senin, 25 Oktober 2021 - 21:30 WIB
Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menggelar pertemuan Kelompok Kerja Kampung KB yang dirang...