Golkar hargai proses hukum terkait kasus Azis Syamsuddin
Elshinta
Sabtu, 25 September 2021 - 00:01 WIB |
Golkar hargai proses hukum terkait kasus Azis Syamsuddin
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/9/2021). Azis Syamsuddin dijemput paksa penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Elshinta.com - Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Golkar Supriansa mengatakan fraksinya menghargai proses hukum yang sedang berjalan di KPK terkait kasus yang menjerat Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

"Tentu kami hargai proses hukum yg sedang berjalan di KPK. Kami tunggu kepastian status hukum Pak Azis seperti apa malam ini," kata Supriansa kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat malam.

Dia mengatakan jika benar KPK menetapkan status tersangka terhadap Azis dan ditahan maka Golkar akan melakukan langkah persiapan pergantian posisi Wakil Ketua DPR RI.

Langkah itu menurut dia sesuai dengan mekanisme yang ada di internal Partai Golkar maupun sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

Anggota Komisi III DPR RI itu menjelaskan, Bakumham Partai Golkar akan menyiapkan pendampingan hukum apabila Azis Syamsuddin membutuhkan bantuan hukum.

"Jika Pak Azis membutuhkan bantuan pendampingan hukum dari Bakumham Partai Golkar maka kami siapkan. Namun sampai saat ini beliau belum meminta bantuan hukum kepada Bakumham Partai Golkar," katanya.

Sebelumnya, KPK menangkap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Jumat malam. Azis tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat pukul 20.00 WIB dengan mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penyidik Kejati agendakan ulang pemeriksaan dua saksi karena mangkir
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:30 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap dua ora...
LPSK turun ke Distrik Kiwirok lindungi 8 nakes korban penyerangan KKB
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:59 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan langsung kepada delapan tenaga ...
Pimpinan DPRA dicecar seputar pengadaan Kapal Aceh Hebat oleh KPK
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:25 WIB
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengaku dicecar pertanyaan seputar pengadaan Kapal Aceh...
Kapolri: Ke depan saya ingin polisi dicintai masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:10 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berharap ke depan seluruh anggota polisi dapat dicintai ol...
Polres Balangan ungkap kasus peredaran narkoba
Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:10 WIB
Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Balangan, Kalimantan Selatan, mengungkap kasus peredaran obat ...
Pemkab Pati pulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 20:40 WIB
Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah yang terjari...
Pengamat sarankan Jaksa Agung benahi kinerja kejaksaan di daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:56 WIB
Baru-baru ini, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan rasa kecewanya atas adanya oknum jaksa yang ...
Pelaku penembakan Briptu HT terancam penjara seumur hidup
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Oknum anggota Polsek Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Brigadir Polisi Kepala MN (38), yang menembak...
BKN: Oknum ASN terlibat kecurangan SKD CASN di Buol
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:36 WIB
Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat tindak kecurangan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dala...
Hakim ambil sumpah tujuh orang saksi sidang `unlawful killing`
Selasa, 26 Oktober 2021 - 13:38 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengambil sumpah tujuh orang saksi dalam lanjutan si...