Vaksin COVID-19 aman dan dibutuhkan ibu hamil dan menyusui
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 19:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Vaksin COVID-19 aman dan dibutuhkan ibu hamil dan menyusui
Ilustrasi - Seorang ibu hamil sedang diberikan vaksinasi. ANTARA/Shutterstock/am. (ANTARA/Shutterstock)

Elshinta.com - Ibu hamil merupakan salah satu target vaksinasi COVID-19. Hal ini demi menekan risiko penularan dan kematian akibat COVID-19 bagi ibu hamil. Setelah melakukan kajian, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menyatakan bahwa beberapa jenis vaksin COVID-19 aman untuk ibu hamil dan menyusui. Bahkan, ibu hamil justru sangat membutuhkan vaksin COVID-19. Selain itu, jenis-jenis vaksinasi lainnya di luar vaksinasi COVID-19 sudah biasa diberikan kepada ibu hamil, sehingga seharusnya tidak perlu ragu lagi untuk melakukan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil, asal sesuai prosedur dan pengawasan dokter.

Pakar ginekologi Prof. Dr. dr. Budi Wiweko Sp.OG (K). MPH., Spesialis Kebidanan dan Kandungan mengatakan, berbagai jenis vaksin sudah lama dan biasa diberikan kepada ibu hamil. Vaksin-vaksin itu tidak berbeda dengan vaksin COVID-19 yang bertujuan mengurangi risiko. "Pada ibu hamil, terkena COVID-19 bisa menaikkan risiko kematian," ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama KPCPEN dan Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Kamis (23/9).

Vaksin COVID-19 dapat diberikan bila usia kehamilan minimal 13 pekan. Meski demikian, ada beberapa kasus ibu hamil disuntik vaksin COVID-19 dan tidak terlihat ada efek samping. 

Vaksin semakin dibutuhkan pada ibu hamil yang dikategorikan berisiko tinggi dan punya komorbid atau penyakit penyerta. Bahkan, ibu hamil dengan riwayat asma pun dapat divaksinasi demi mengurangi risiko-risiko akibat terpapar COVID-19. 

"Silahkan datang ke tempat vaksinasi, tidak perlu pengantar dari spesialis kandungan. Tenaga kesehatan harus mendorong vaksinasi, termasuk untuk ibu hamil," ujar Prof. Budi seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Jumat (24/9).

Ia juga mengungkapkan laporan terbanyak Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebenarnya tidak berbahaya. Sebagian besar soal lengan yang nyeri di lokasi suntikan. Selain itu, ada pula keluhan tidak nyaman setelah disuntik.

Soal kenyamanan memang perlu diperhatikan. Ibu hamil dalam kondisi berbeda dibandingkan yang lain. "Tidak bisa antre lama, berkumpul panas-panas untuk vaksinasi. Karena itu, perlu tempat khusus seperti di tempat praktik bidan," jelas Prof. Budi lebih lanjut.

Sementara Sekretaris jenderal PP IBI, dr. Ade Jubaedah S.SiT, MM, MKM,. mengatakan, bidan berperan penting dalam vaksinasi ibu hamil. Sebab, 82 persen pemeriksaan ibu hamil dan 62 persen persalinan dilakukan oleh bidan. "Bidan sangat penting dalam pelayanan kesehatan," ujarnya.

Ia mengajak bidan aktif mendorong ibu hamil mendapat vaksin COVID-19. Apalagi, ada kelonggaran di masa pandemi. "Bagi yang izinnya habis, tetap bisa melayani (vaksinasi) sampai pandemi dinyatakan usai" kata dia. 

Sementara vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD., mengatakan, semua jenis vaksin aman untuk ibu menyusui. Sementara untuk ibu hamil, sementara ini hanya cocok dengan vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac. Untuk tiga jenis vaksin itu, telah ada uji klinis kepada ibu hamil. Data vaksin lain belum tersedia.

Ia juga menekankan, orang-orang dengan komorbid justru paling membutuhkan vaksin COVID-19. Pelajaran dari Singapura, tidak ada penerima vaksin berusia di bawah 70 tahun yang masuk ICU karena COVID-19. Karena itu, orang dengan komorbid selain perlu didorong untuk divaksinasi, juga agar mau dipantau penyakitnya oleh tenaga kesehatan. 

Hal lain, tidak ada orang yang terinfeksi COVID-19 gara-gara divaksin. Hal yang terjadi adalah, seseorang tidak sadar telah terinfeksi lalu mendapat vaksin sehingga hasil pemeriksaannya positif. "Tidak ada vaksin mengandung virus hidup," kata dia.

Selain itu, tidak ada pula vaksin yang 100 persen kemanjurannya. Meski demikian, vaksinasi tetap harus dilakukan antara lain karena demi melindungi diri sendiri dan orang sekitar. "Vaksinasi adalah bentuk tanggung jawab sosial kita," tutup dr. Dirga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes targetkan aplikasi rekam medis hadir tahun depan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 23:55 WIB
Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji menargetkan aplikasi rekam medis...
Kawasan wisata GWK Cultural Park buka kembali bagi kunjungan wisatawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 22:25 WIB
Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembal...
Menteri KKP tebar 100 ribu benih ikan di Desa Wisata Pamegarsari
Jumat, 22 Oktober 2021 - 21:10 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menebar 100 ribu benih ikan di Situ Lebak Wangi...
 Peringati Hari Santri, Bupati Kudus minta santri sukseskan vaksinasi
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:55 WIB
Sebagai Kota Santri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sudah barang tentu ada ratusan pondok pesantren...
 Hari Santri, PNS Pemprov Jateng `ngantor` sarungan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:44 WIB
 Ada yang menarik dengan penampilan para aparatur sipil negara Pemprov Jateng pada Jumat (22/10). P...
Kemenkeu berikan keringanan utang pada 1.292 debitur kecil
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan memberikan keringanan utang kepada 1...
Yogyakarta luncurkan program Aksi Bergizi cegah anemia pada remaja
Jumat, 22 Oktober 2021 - 19:59 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan UNICEF meluncurkan program Ak...
BMKG: Hampir seluruh wilayah di Sulteng diguyur hujan lebat
Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:59 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Palu memprakirakan hampir s...
Pertamina mulai suplai solar di sejumlah SPBU Jatim
Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mulai menyupai solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar um...
Komisi I DPRD: Penyebab banjir di Bengkulu pembalakan dan penambangan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 17:47 WIB
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain menyebut pembal...