Peneliti sarankan pengetatan pengawasan untuk cegah lonjakan COVID-19
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 16:27 WIB |
Peneliti sarankan pengetatan pengawasan untuk cegah lonjakan COVID-19
Arsip Foto. Polisi memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan kartu vaksinasi COVID-19 pengendara motor di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Senin (20/9/2021). (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Elshinta.com - Peneliti kebijakan publik dari lembaga swadaya masyarakat The Prakarsa, Eka Afrina Djamhari, menyarankan pemerintah memperketat pengawasan mobilitas warga guna mencegah kemungkinan terjadi lonjakan penularan COVID-19 menjelang hingga sesudah masa libur panjang, termasuk libur akhir tahun.

Saat dihubungi dari Jakarta, Jumat, Eka mengemukakan bahwa masyarakat mungkin sudah memperhitungkan bahwa pemerintah akan membatasi mobilitas warga saat libur panjang sehingga menyesuaikan rencana perjalanan untuk menghindari dampak kebijakan tersebut.

Dalam kondisi yang demikian, Eka mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan pengawasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan risiko peningkatan kasus penularan virus corona.

Menurut Eka, pengawasan mobilitas warga harus dilakukan di perbatasan antardaerah serta desa dan kelurahan.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, dia mengatakan, pemerintah perlu memperketat pengawasan lalu lintas kendaraan bermotor di jalur darat mengingat syarat perjalanan melalui jalur darat lebih longgar dibandingkan syarat perjalanan melalui jalur udara.

“Kalau misalkan mau belajar dari yang lalu, penerapannya di pintu tol, di titik-titik tertentu, karena kita tahu sumber daya sumber daya aparat juga terbatas, jadi random (acak) saja (pemeriksaannya). Kemarin, banyak mereka merasa aman dan tidak masalah. Akhirnya yang lain akan mengikuti untuk jalur darat.” katanya.

Dia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam melakukan pelonggaran kebijakan mengenai pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penularan COVID-19.

“Pelonggaran kebijakan perlu berhati-hati menetapkannya, karena itu bisa menjadi titik-titik kasus menjadi naik,” kata Eka.

Dia menyampaikan pentingnya pemerintah mewaspadai kemungkinan terjadinya peningkatan pergerakan warga menjelang akhir tahun.

“Kalau pandangan kami, gelombang ketiga (peningkatan penularan COVID-19) tidak terjadi di September, tetapi menuju Desember. Karena orang-orang domestik kalau travelling (perjalanan) bukan di akhir tahun Desember, tetapi sekitaran November,” katanya.

Pemerintah, ia mengatakan, perlu mulai menyiagakan kembali fasilitas kesehatan guna menghadapi kemungkinan munculnya gelombang ketiga lonjakan penularan COVID-19.

Dia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan upaya mencegah terjadinya lonjakan penularan COVID-19 salah satunya adalah penerapan kebijakan yang melibatkan masyarakat. 

"Sekali lagi, memang kesadaran masyarakat itu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari implementasi kebijakan. Dari riset kami, ternyata memang partisipasi masyarakat itu salah satu kunci keberhasilan implementasi kebijakan,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG imbau waspadai hujan dan angin kencang sebagian wilayah NTT
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:52 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Agung Sudio...
Pemerintah Kota Kupang izinkan pusat belanja buka hingga pukul 21.00
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:42 WIB
Pemerintah Kota Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengizinkan pusat perbelanjaan dan pasar trad...
Menko PMK: Antisipasi gelombang tiga jangan abaikan perputaran ekonomi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta ...
Beruang madu yang direhabilitasi di Mendalo sudah siap dilepasliarkan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi menyatakan bahwa satu beruang madu tangkapa...
BSN-Jabar selenggarakan Bulan Mutu Nasional 2021 di Bandung
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:23 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan a...
Anggota DPR ajak pemangku kepentingan selamatkan Garuda Indonesia
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:23 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengajak berbagai pihak pemangku kepentingan untuk menyelama...
Pemerintah berupaya menekan pergerakan warga jelang libur akhir tahun
Rabu, 27 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Pemerintah menghapus cuti bersama Hari Raya Natal 2021 dalam upaya menekan pergerakan warga menjela...
Aplikasi berbagi kendaraan Trevo bantu pemulihan ekonomi Bali
Rabu, 27 Oktober 2021 - 07:50 WIB
Aplikasi berbagi kendaraan Trevo berkomitmen untuk membantu pemulihan perekonomian Bali yang terdamp...
Belanda tawarkan kerja sama perdagangan dengan Kota Medan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 07:40 WIB
Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda di Jakarta menawarkan kerja sama perdagangan antara negara kincir a...
Hujan diprakirakan turun di sejumlah kota besar
Rabu, 27 Oktober 2021 - 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hi...