Warga Palangka Raya diminta waspadai penularan penyakit saat banjir
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 22:53 WIB |
Warga Palangka Raya diminta waspadai penularan penyakit saat banjir
Warga tengah beraktivitas di tengah banjir di Palangka Raya. (ANTARA/Rendhik Andika)

Elshinta.com - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Umi Mastikah meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai munculnya sejumlah penyakit saat banjir melanda pemukiman.

"Penyakit itu seperti batuk, pilek, diare, gatal-gatal serta lain sebagainya," kata Umi di Palangka Raya, Kamis.

Dia mengatakan masyarakat yang terserang penyakit diare, pilek dan batuk itu faktor utamanya adalah sulitnya mendapatkan air bersih. Kemudian munculnya bawaan dari binatang atau kotoran tikus, bisa menyebabkan masyarakat setempat terkena penyakit kulit seperti gatal-gatal.

Untuk mengantisipasi masyarakat terserang penyakit-penyakit seperti itu, pihaknya telah menginstruksikan petugas Puskesmas serta Puskesmas pembantu (Pustu) yang berada di dekat kawasan pemukiman warga yang mengalami banjir selalu siaga.

Selain itu saat ini sejumlah petugas seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan "Kota Cantik" juga melakukan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga.

Pelayanan "door to door" ini salah satunya diprioritaskan bagi korban banjir di wilayah pinggiran kota yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

"Hal-hal antisipasi mengenai kesehatan korban banjir itu sudah kami persiapkan, bahkan kami tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," kata Wakil Wali Kota wanita pertama di Palangka Raya itu.

Sementara itu berdasar data BPBD Kota Palangka Raya, sampai Senin lalu tercatat warga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadi korban banjir mencapai 9.907 warga yang terdiri dari 3.856 kepala keluarga.

Jumlah korban banjir kiriman meluapnya Sungai Kahayan dan Sungai Rungan itu berasal dari 17 kelurahan di lima kecamatan yang ada di Kota Palangka Raya.

Pada bencana banjir tersebut sejumlah fasilitas umum seperti jalan, jembatan, sekolah, kantor, rumah ibadah, lahan pertanian dan rumah masyarakat turut terdampak.

Sejumlah jalan dan jembatan terendam air sehingga tak dapat dilintasi warga melalui jalur darat sehingga warga harus menggunakan perahu untuk menuju tempat tujuan.

Rumah dan tempat ibadah warga juga terendam sehingga untuk sementara sejumlah masyarakat harus berada di tenda pengungsian, tinggal di tempat tetangga atau di keluarga.

Saat ini pemerintah kota setempat juga telah mendirikan posko kesehatan, posko pengungsian dan posko relawan serta juga mendistribusikan air bersih, mendirikan dapur umum dan distribusi makan siap saji.

Selain itu juga penyediaan WC umum, pemantauan instalasi listrik dan terus memantau perkembangan banjir selama 24 jam serta terus memperbaharui data korban banjir.

Pemkot Palangka Raya secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana banjir seiring terjadinya banjir di wilayah setempat berlaku sampai 31 Desember 2021 dan dapat diperbaharui sesuai kondisi di lapangan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lebih 2,5 juta vaksin Pfizer tiba dan langsung didistribusikan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 20:10 WIB
Indonesia hari ini kedatangan vaksin tahap ke-91 berupa lebih dari 2,5 juta dosis vaksin Pfizer yan...
62.732.568 penduduk Indonesia mendapat vaksinasi dosis kedua
Minggu, 17 Oktober 2021 - 19:10 WIB
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan hingga Ahad (17/10) sebanyak 62.732.568 penduduk Indonesia me...
`Ngopi Bareng Ganjar` jadi ajang unjuk kebolehan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Acara yang mestinya cuma ngopi dan ngobrol bareng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, justru beruba...
Jelang Hari Karantina Pertanian ke-144, Karantina Tarakan gelar patroli 
Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:25 WIB
Upaya pengawasan dan penindakan terhadap lalu lintas komoditas pertanian wajib periksa karantina dil...
Tinjau vaksinasi di Surabaya, Kapolri: Datangi dan layani warga yang ada di titik tak terjangkau 
Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:07 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan ...
Timbulkan kerumunan, polisi dan menteri tegur penyelenggara
Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:13 WIB
Kepolisian Polsek Klojen Polresta Malang kota, Jawa Timur menegur pihak penyelenggara acara pengemba...
Tingkatkan kualitas pelayanan, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus raih penghargaan 
Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:07 WIB
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan menjadi a...
Ketua Kwarda Pramuka Jabar kunjungi keluarga korban susur sungai
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:05 WIB
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil meninjau langsu...
Bupati Sleman: Pengelola wisata dituntut ikuti dinamika masa pandemi
Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:53 WIB
Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo menegaskan bahwa sektor pariwisata men...
 Minimalkan kerumunan dengan layanan Mobile JKN dan WA pribadi, dr. Mutiara dapat penghargaan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 14:26 WIB
Bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak terhadap pe...
Live Streaming Radio Network