KAI Cirebon turunkan tarif tes antigen jadi Rp45.000
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 22:29 WIB |
KAI Cirebon turunkan tarif tes antigen jadi Rp45.000
Petugas saat mengambil sampel untuk tes antigen kepada calon penumpang kereta di Stasiun Cirebon, Jawa Barat. (ANTARA/Ho Humas KAI Daop 3 Cirebon)

Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, menurunkan tarif tes antigen di empat stasiun dari sebelumnya Rp85.000, per tanggal 24 September 2021 menjadi Rp45.000.

"Adanya penyesuaian tarif ini, diharapkan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di transportasi kereta api akan terus meningkat," kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Suprapto di Cirebon, Kamis.

Suprapto mengatakan tarif baru tersebut berlaku mulai Jumat 24 September 2021 di empat stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon yang terdapat layanan tes antigen.

Ia menyebutkan stasiun yang melayani tes antigen di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon yaitu Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, dan Stasiun Brebes.

Untuk dapat melakukan pemeriksaan tes antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas.

"Penurunan tarif ini merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan," tuturnya.

Ia menambahkan fasilitas tes antigen di stasiun, dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan, merupakan hasil sinergi BUMN antara KAI dengan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo, Indofarma melalui anak usahanya yaitu Farmalab, serta pihak-pihak lainnya.

Suprapto melanjutkan sesuai SE Kemenhub No. 69 tahun 2021, pelanggan KA jarak jauh diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi COVID-19 dosis pertama.

Pelanggan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam atau tes antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kulon Progo lakukan uji coba pembukaan 31 objek wisata
Jumat, 22 Oktober 2021 - 14:49 WIB
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan uji coba pembukaan 31 objek ...
Gubernur dan ASN Jawa Tengah `ngantor` pakai sarung pada Hari Santri Nasional
Jumat, 22 Oktober 2021 - 13:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provins...
Bandara Husein sebut pesawat berputar saat cuaca ekstrem lazim terjadi
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:58 WIB
Bandara Husein Sastranegara menyatakan adanya fenomena pesawat yang berputar-putar sebelum mendarat ...
Layanan aduan KPAI tidak terganggu setelah data bocor
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:00 WIB
Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan layanan pengaduan tetap berjalan setelah data lembaga ...
Peringati Hari Santri Nasional 2021, FPKB DPR RI dukung santri yatim piatu giat belajar
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:14 WIB
Antisipasi penyebaran Covid-19 dan mencegah penularannya pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ...
BMKG prakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:05 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesi...
Garuda Indonesia tanggapi putusan penolakan PKPU
Jumat, 22 Oktober 2021 - 00:11 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menanggapi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak gu...
Pemerintah tambah stok vaksin untuk kejar target akhir tahun
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:59 WIB
Pemerintah menambah persediaan vaksin COVID-19 dalam rangka mengejar target vaksinasi terhadap 70 pe...
Satgas: Anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perjalanan
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID menyampaikan anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perj...
Sumut ekspor pakan hewan ke Malaysia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:59 WIB
Sumatera Utara mengekspor pakan hewan \\\"kesayangan\\\" ke Malaysia setelah selama ini hanya dipasa...