Bio Farma targetkan penguasaan teknologi baru produksi vaksin Covid-19
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 20:29 WIB |
Bio Farma targetkan penguasaan teknologi baru produksi vaksin Covid-19
Dokumentasi - Botol kecil berlabel stiker `Vaksin COVID-19` dan jarum suntik medis. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/pri.

Elshinta.com - PT Bio Farma (Persero) menargetkan penguasaan dua platform teknologi baru produksi vaksin Covid-19 yakni mRNA dan viral vector sebagai strategi jangka panjang.

"Ada dua teknologi baru dalam kondisi pandemi Covid-19 ini untuk pengembangan vaksin, pertama adalah teknologi mRNA dan teknologi baru kedua adalah viral vector. Ini merupakan salah satu target kita dalam jangka panjang bagaimana kita bisa menguasai platform teknologi baru ini untuk memproduksi vaksin," ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam acara daring Business Performance Excellence Awards (BPEA) 2021 di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, untuk strategi jangka panjang Bio Farma harus mampu menguasai seluruh platform teknologi di dunia bioteknologi tersebut.

"Dengan demikian Indonesia benar-benar lebih siap jika seandainya terjadi lagi pandemi meskipun kita tidak berharap kondisi seperti itu, namun pengalaman kita selama pandemi Covid-19 membuat kita berpikir Indonesia terutama Bio Farma dan semua anak perusahaannya harus mampu menguasai teknologi baru untuk menjamin resiliensi dari kesehatan Indonesia," kata Honesti.

Memang dari awal pandemi, Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi sudah merasa bahwa setelah bisa mengamankan suplai obat-obatan, langkah berikutnya adalah vaksin. Dan Bio Farma juga melihat bagaimana semua negara di dunia itu berebut untuk bisa mendapatkan suplai guna menjamin program vaksinasi di negara masing-masing agar bisa diamankan. Indonesia sebagai negara berpenduduk 270 juta populasi juga menghadapi masalah yang sama.

Dengan demikian pihaknya harus memikirkan strategi yang bisa menjangkau kebutuhan jangka pendek tapi juga kebutuhan untuk ke depannya, kemandirian di industri vaksinasi hendaknya tidak tergantung lagi kepada produk-produk impor.

"Ada tiga strategi yang kami coba siapkan. Strategi jangka pendek itu bagaimana kita bisa mendapatkan suplai vaksin dengan cepat, inilah yang kita lakukan dengan Sinovac di mana tahap awal kita impor vaksin jadi kemudian dikembangkan bagaimana kita bisa memproduksi sendiri. Ini yang kita lakukan dalam jangka pendek," katanya.

Untuk strategi jangka menengahnya, lanjut dia, Bio Farma harus bersinergi dengan beberapa kementerian dan lembaga riset di Indonesia untuk bisa mengembangkan vaksin produksi Indonesia sendiri.

Pengembangan vaksin produksi Indonesia saat ini yang sedang berjalan yakni Vaksin Merah Putih bersama perguruan tinggi dan Lembaga Eijkman, serta Vaksin BUMN yang dikembangkan bersama dengan Baylor College of Medicine dari Amerika Serikat.

Sebelumnya Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID‑19 dan Pemulihan Ekonomi​ Nasional ​​​​​​Erick Thohir menginginkan Indonesia bisa memproduksi vaksin sendiri melalui Program Vaksin Merah Putih atau membuka kerja sama dengan produsen vaksin lainnya.

Erick Thohir menambahkan sesuai dengan penugasan, Kementerian BUMN terus bekerja keras untuk mendapatkan Vaksin Merah Putih melalui kerja sama dengan lima universitas dan dua lembaga penelitian.

Ia mengatakan kerja keras tersebut bisa dilihat pada akhir 2021 dan awal tahun 2022, apakah ada kemajuan dengan Vaksin Merah Putih ataupun vaksin hasil kerja sama dengan pihak lain.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bandara Husein sebut pesawat berputar saat cuaca ekstrem lazim terjadi
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:58 WIB
Bandara Husein Sastranegara menyatakan adanya fenomena pesawat yang berputar-putar sebelum mendarat ...
Layanan aduan KPAI tidak terganggu setelah data bocor
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:00 WIB
Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan layanan pengaduan tetap berjalan setelah data lembaga ...
Peringati Hari Santri Nasional 2021, FPKB DPR RI dukung santri yatim piatu giat belajar
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:14 WIB
Antisipasi penyebaran Covid-19 dan mencegah penularannya pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ...
BMKG prakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:05 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesi...
Garuda Indonesia tanggapi putusan penolakan PKPU
Jumat, 22 Oktober 2021 - 00:11 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menanggapi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak gu...
Pemerintah tambah stok vaksin untuk kejar target akhir tahun
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:59 WIB
Pemerintah menambah persediaan vaksin COVID-19 dalam rangka mengejar target vaksinasi terhadap 70 pe...
Satgas: Anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perjalanan
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID menyampaikan anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perj...
Sumut ekspor pakan hewan ke Malaysia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:59 WIB
Sumatera Utara mengekspor pakan hewan \\\"kesayangan\\\" ke Malaysia setelah selama ini hanya dipasa...
Wali kota Singkawang ajak kelompok tani maksimalkan lahan kosong
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:59 WIB
Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie mengajak kelompok tani untuk bisa memanfaat...
Peneliti: Peran Bulog dalam rantai pasok beras perlu dievaluasi
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menyatakan peran Pe...