SDN di pedalaman Barut dibuka kembali setelah tiga tahun disegel
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 20:17 WIB |
SDN di pedalaman Barut dibuka kembali setelah tiga tahun disegel
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Barito Utara Ardiansyah melaksanakan silaturahim bersama unsur Tripika Kecamatan Gunung Timang bertempat di Balai Pertemuan Dusun Muntak Jaya Desa Tongka dalam rangka pembukaan kembali SDN 1 Batu Raya I, Rabu (22/9/2021) ANTARA/HO

Elshinta.com - SDN 1 Batu Raya I Kecamatan Gunung Timang yang berada di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kini dibuka kembali setelah tiga tahun lebih disegel oknum warga.

"Dibukanya kembali sekolah ini berdasarkan Instruksi Bupati Barito Utara Nomor :89/25/HUK/2021 tanggal 4 Agustus 2021 tahun ajaran baru 2021/2022 untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas," kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut) Ardian di Muara Teweh, Kamis.

SDN 1 Batu Raya I tersebut mulai dibuka setelah Dinas Pendidikan Barito Utara melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Ardiansyah melaksanakan silaturahim bersama unsur Tripika Kecamatan Gunung Timang bertempat di Balai Pertemuan Dusun Muntak Jaya Desa Tongka pada Rabu (22/9).

"Semoga kegiatan pembukaan sekolah yang sempat ditutup beberapa tahun ini berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan,” kata Ardiansyah.

Menurut dia, maksud serta kedatangan pihaknya kali ini adalah untuk yang kedua kalinya sejak 12 Juli 2021 lalu. Dinas Pendidikan sudah merencanakan untuk melakukan pembukaan sekolah tatap muka.

"Seharusnya pada 12 Juli tahun ajaran 2021-2022 sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun karena ada hal yang tidak inginkan terpaksa kami tunda. Alhamdulillah dengan koordinasi dan bantuan dari bapak ibu dari unsur Tripika Kecamatan Gunung Timang, Kabag hukum dan aparat desa sehingga kegiatan hari ini bisa terlaksana seperti pada saat ini," katanya.

Pembelajaran tatap muka untuk tahun ajaran 2021-2022 sudah dilaksanakan pada 12 Juli lalu serentak di seluruh Kabupaten Barito Utara dengan menurunnya penyebaran COVID-19 ke level 3 dan 2, sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) empat Menteri dengan pemberlakuan proses belajar mengajar tatap muka terbatas.

Hal ini juga sama dirasakan oleh Sekolah Dasar Negeri 1 Batu Raya I Kecamatan Gunung Timang, pihak sekolah melakukan proses belajar mengajar dilaksanakan di balai pertemuan desa yang mestinya sangat kurang pantas untuk mendidik anak sekolah di dalam masa perkembangan yang mestinya belajar di gedung yang sekolah yang besar.

Dinas Pendidikan bersama dengan unsur Tripika Kecamatan Gunung Purei, Kepala Sekolah SDN 1 Batu Raya I serta para tokoh masyarakat dan juga diikuti oleh wali murid sangat mengharapkan sekali secepatnya SDN 1 Batu Raya I dibuka.

Namun pihak penggugat tidak akan menyerahkan bangunan SDN 1 Batu Raya I untuk melaksanakan proses belajar mengajar selama proses hukum yang mereka ajukan belum selesai.

Untuk menghindari permasalahan yang tidak diinginkan, dengan terpaksa pihak Dinas Pendidikan Barito Utara beserta unsur Tripika Kecamatan Gunung Timang tidak melanjutkan pembukaan kembali SDN 1 Batu Raya I tersebut walaupun pihak tergugat dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara telah memenangkan perkara tersebut baik di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Muara Teweh, Pengadilan Tinggi (PT) Palangkaraya dan bahkan hingga ke Mahkamah Agung (MA).

Kepala SDN 1 Batu Raya I Yurdie mengatakan sangat mengharapkan ke depannya sekolah ini bisa dibuka dan berjalan kembali sebagaimana mestinya seperti sekolah-sekolah yang lainnya yang ada di daerah ini.

"Saya selaku Kepsek di SDN 1 Batu Raya I ini sangat mengharapkan sekali agar sekolah ini secepatnya di buka kembali," kata Yurdie.

Selain itu Kepsek SDN 1 Batu Raya I juga mengharapkan agar fasilitas gedung sekolah yang sekarang ini kurang lebih empat tahun banyak yang mengalami kerusakan bahkan sudah bisa dikatakan tidak layak lagi untuk di jadikan tempat belajar mengajar.

"Kami dari pihak sekolah sangat mengharapkan sekali agar sekolah ini bisa fungsional kembali, walaupun keadaannya sangat memprihatinkan, bahkan semua sarana dan prasarana seperti kursi, meja serta perabotan yang lainnya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya dengan mata yang berbinar-binar.

Lanjutnya, dengan adanya kunjungan serta pembukaan sekolah ini, harapannya yakni agar perumahan guru-guru agar dapat direnovasi dan saat ini empat perumahan guru tersebut sudah tidak layak lagi untuk dihuni.

"Ada empat perumahan guru yang seluruhnya rusak, dan ada satu yang tidak bisa lagi untuk digunakan karena semuanya tidak berbentuk rumah lagi disebabkan beberapa alatnya banyak yang hilang," ujarnya.

Ia juga bermohon kepada Pemkab Barito Utara agar dapat memperbaiki WC sekolah yang sekarang ini sudah tidak berfungsi lagi.

"Walaupun serba kekurangan kegiatan belajar mengajarnya tetap kami laksanakan walaupun di balai pertemuan," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG gelar sekolah lapang iklim dukung `food estate` di Humbahas
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:29 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Desa R...
Mahasiswa punya peran dalam mensukseskan kepatuhan pajak
Kamis, 28 Oktober 2021 - 13:51 WIB
Mahasiswa yang turut serta dalam Tax Center dapat memupuk jiwa nasionalisme untuk mewujudkan kemandi...
Nadiem dorong musik tradisi dicintai masyarakat luas
Rabu, 27 Oktober 2021 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mendorong...
Kemenpora : Kebugaran jasmani pelajar Indonesia rendah
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:53 WIB
Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Ary Moely...
Pembelajaran musik tradisi akan dimasukkan dalam program pendidikan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa pembelaj...
Dindik Kabupaten Tangerang sesalkan adanya penyegelan sekolah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 21:11 WIB
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Banten Fahrudin menyesalkan adanya penyege...
 20 perguruan tinggi ikuti ICoASHE 2021
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:47 WIB
B) Malang, Jawa Timur mendapat kepercayaan dari Perkumpulan Arsip Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI)...
 Banyak sekolah abai, PTM Terbatas di Kudus diperketat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:12 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah memperketat perizinan dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka...
PGRI minta agar sekolah lakukan evaluasi berkala terkait PTM
Senin, 25 Oktober 2021 - 21:15 WIB
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof Unifah Rosyidi meminta agar sekolah melakuk...
17 ribuan murid di Lumajang terima beasiswa, Komisi X DPR RI: Dua kali lipat dari sebelumnya
Senin, 25 Oktober 2021 - 09:56 WIB
Mendorong semangat belajar di masa pandemi Covid-19, sekitar 17 ribu KIP atau PIP digelontorkan DPR ...