Polisi panggil selegram arisan daring bodong di Makassar
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 16:41 WIB |
Polisi panggil selegram arisan daring bodong di Makassar
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Elshinta.com - Penyidik Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, melayangkan panggilan kepada salah seorang selegram atau influencer berinisial DM terkait dugaan keterlibatannya atas kasus penipuan arisan sekaligus inventasi bodong secara daring (online).

"Terlapor inisial DM sudah kami lakukan panggilan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, di Makassar, Kamis.

Pemanggilan yang bersangkutan, kata dia, berkaitan dengan dugaan keterlibatannya untuk mempromosikan arisan bodong itu di media sosial agar para calon korbannya tertarik.

Berdasarkan keterangan tiga tersangka yang sudah ditahan menyebutkan bahwa DM ikut terlibat dalam kasus dugaan penipuan tersebut untuk mempromosikan di media sosial instagram.

"Menurut keterangan para tersangka, yang bersangkutan (DM) salah satu influencer maupun selebgram. Dia melakukan endorse terkait arisan bodong online itu," paparnya.

Rencananya, pemeriksaan DM dilaksanakan hari ini sebagai saksi, namun yang bersangkutan masih berhalangan hadir sehingga akan dilayangkan panggilan kedua. Apabila tidak mengindahkan dua panggilan itu, maka akan dilakukan pemanggilan paksa.

Sebelumnya, tiga pelaku penipuan arisan disertai investasi bodong secara daring (online) ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing dua perempuan berinisial JD berusia 20 tahun, MD berusia 22 tahun, dan laki-laki AR berusia 22 tahun.

Untuk peran masing-masing JD alias Puput sebagai otak sekaligus pemilik arisan tersebut, sedangkan MD merupakan admin di media sosial Instagram yang dinamai 'Arisan Amanah', dan AR merupakan pacar JD sebagai pemilik rekening pengatur lalu lintas pencairan uang arisan tersebut.

Ketiga tersangka diterapkan pasal berlapis, yakni Undang-undang ITE dan KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan Pasal 378 dan Pasal 372 dengan ancaman pidana enam tahun penjara.

Dari hasil pemeriksaan tercatat ada 300 lebih member atau anggota yang mengikuti arisan disertai investasi bodong tersebut. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah yang diperoleh dari para korban.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bea Cukai dan BNN ungkap peredaran narkoba jaringan Malaysia di Kolaka
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:07 WIB
Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkoba yang diduga dari jaringan ...
Penyidik Kejati agendakan ulang pemeriksaan dua saksi karena mangkir
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:30 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap dua ora...
LPSK turun ke Distrik Kiwirok lindungi 8 nakes korban penyerangan KKB
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:59 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan langsung kepada delapan tenaga ...
Pimpinan DPRA dicecar seputar pengadaan Kapal Aceh Hebat oleh KPK
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:25 WIB
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengaku dicecar pertanyaan seputar pengadaan Kapal Aceh...
Kapolri: Ke depan saya ingin polisi dicintai masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:10 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berharap ke depan seluruh anggota polisi dapat dicintai ol...
Polres Balangan ungkap kasus peredaran narkoba
Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:10 WIB
Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Balangan, Kalimantan Selatan, mengungkap kasus peredaran obat ...
Pemkab Pati pulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 20:40 WIB
Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah yang terjari...
Pengamat sarankan Jaksa Agung benahi kinerja kejaksaan di daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:56 WIB
Baru-baru ini, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan rasa kecewanya atas adanya oknum jaksa yang ...
Pelaku penembakan Briptu HT terancam penjara seumur hidup
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Oknum anggota Polsek Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Brigadir Polisi Kepala MN (38), yang menembak...
BKN: Oknum ASN terlibat kecurangan SKD CASN di Buol
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:36 WIB
Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat tindak kecurangan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dala...