Usai berlibur warga Korsel diminta jalani tes COVID
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 14:49 WIB |
Usai berlibur warga Korsel diminta jalani tes COVID
Arsip - Warga dengan memakai masker berjalan-jalan di Hanriver Park, Seoul, Korea Selatan, February 2021. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Otoritas Korea Selatan meminta warganya yang baru saja pulang dari liburan untuk menjalani tes COVID-19 meski hanya mengalami gejala paling ringan sekalipun, terutama sebelum kembali bekerja.

Korsel sedang bergulat dengan gelombang keempat COVID-19 sejak awal Juli. Pada Jumat, negara itu akan mencabut pelonggaran pertemuan selama liburan sepekan Chuseok. Pertemuan akan kembali dibatasi menjadi dua orang sesudah jam 6 sore di wilayah Seoul. Ibu kota Korsel itu mencatat rata-rata 1.400 kasus harian pekan lalu, naik 11 persen dari rekor tertinggi 1.268 kasus pada pekan sebelumnya.

Wakil Menteri Kesehatan Kang Do-tae pada Rabu meminta warga yang baru saja berlibur agar melakukan tes COVID-19 untuk menghindari penularan. Pulau wisata populer Jeju melaporkan rata-rata lebih dari 41.000 pengunjung sehari selama liburan, naik dari sekitar 32.000 pada periode yang sama tahun lalu, kata asosiasi pariwisata setempat.

Selama enam hari, lebih dari 258.000 orang berwisata ke pulau tersebut. Meski jumlah kasus harian tinggi, namun tingkat kematian dan kasus berat COVID-19 di Korsel masih cenderung rendah. Pada Rabu, negara itu mencatat tingkat kematian 0,83 persen dan 312 kasus berat, menurut data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA).

KDCA mencatat penambahan 1.716 kasus COVID-19 pada Rabu, sehingga totalnya menjadi 292.699 kasus dan 2.427 kematian. Mulanya Korsel berjuang keras untuk mendapatkan vaksin, namun otoritas berhasil menambah pasokan dalam beberapa bulan belakangan. Negeri Gingseng itu sudah memvaksinasi 71,2 persen dari 52 juta populasi mereka dengan sedikitnya satu dosis dan 43,2 persen penduduk telah menerima vaksinasi lengkap.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Huang: pendidikan tinggi di China mulai kompetitif
Jumat, 22 Oktober 2021 - 13:12 WIB
Direktur ChineseRd Indonesia, Ceacillia Huang, mengatakan pendidikan tinggi di China kini mulai komp...
Ratu Elizabeth pulang ke rumah setelah dirawat di RS
Jumat, 22 Oktober 2021 - 11:23 WIB
Ratu Inggris Elizabeth (95 tahun) sempat menginap selama satu malam di rumah sakit untuk menjalani `...
Dubes RI serahkan surat kepercayaan kepada Presiden Makedonia Utara
Jumat, 22 Oktober 2021 - 10:46 WIB
Duta Besar RI Iwan Bogananta menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Makedonia Utara Stevo Pen...
AS ke Korea Utara: saatnya untuk pembicaraan berkelanjutan, substantif
Kamis, 21 Oktober 2021 - 13:47 WIB
Amerika Serikat telah menawarkan untuk bertemu Korea Utara tanpa prasyarat dan menjelaskan bahwa Was...
Korsel siap luncurkan roket luar angkasa pertama buatan dalam negeri
Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:50 WIB
Korea Selatan siap melakukan uji peluncuran pertama roket buatan dalam negeri ke luar angkasa pada K...
Rusia desak bantuan internasional untuk Afghanistan
Kamis, 21 Oktober 2021 - 10:18 WIB
Rusia pada Rabu (20/10) menyerukan mobilisasi bantuan internasional untuk mendukung Afghanistan saat...
Ratu Elizabeth diminta istirahat oleh dokter
Kamis, 21 Oktober 2021 - 10:07 WIB
Ratu Elizabeth dari kerajaan Inggris memutuskan untuk beristirahat selama beberapa hari atas saran d...
WHO masih memproses vaksin Sputnik V Rusia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 09:40 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masih meninjau penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 ...
 Indonesia tawarkan 3 proyek investasi sektor energi terbarukan kepada Jepang
Rabu, 20 Oktober 2021 - 14:24 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia ...
Serangan di Norwegia gunakan senjata tikam, bukan busur panah
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:40 WIB
Lima orang yang tewas di sebuah kota kecil di Norwegia pekan lalu semuanya ditikam dan bukan ditemba...