Polri pastikan keamanan DPO MIT Poso jika menyerahkan diri
Elshinta
Kamis, 23 September 2021 - 13:15 WIB |
Polri pastikan keamanan DPO MIT Poso jika menyerahkan diri
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. ANTARA/Laily Rahmawaty

Elshinta.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan keamanan anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso jika mereka menyerahkan diri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, menyebutkan terdapat empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) MIT Poso.

"Polri 'kan mengimbau mereka untuk menyerahkan diri. Nanti 'kan Polri fasilitasi seperti apa, ya, di sana kalau mau turun dari gunung. Semoga mau turun, kemudian kami ajak diskusi, dia punya masalah apa 'kan gitu," kata Argo.

Menurut Argo, upaya ini merupakan bagian dari teknik soft approach oleh anggota Satgas Operasi Madago Raya dalam upaya pencegahan terorisme lewat dialog dan pencegahan konflik.

Namun, Satgas Operasi Madago Raya juga menggunakan cara hard approach atau penegakan hukum terhadap anggota kelompok terorisme yang melakukan perlawanan.

Penegakan hukum ini, kata Argo, saat Satgas Operasi Madago Raya melakukan tindak tegas terukur terhadap pimpinan MIT Poso Ali Kalora dan rekannya, Jaka Ramadhan, yang tewas tertembak dalam kontak senjata pada hari Sabtu (18/9).

Argo meminta sisa anggota MIT Poso secepatnya untuk menyerahkan diri atau turun dari gunung yang menjadi tempat persembunyiannya selama ini.

Menurut Argo, lokasi tempat pemburuan anggota MIT Poso tidak datar seperti di Jakarta. Mereka bersembunyi di wilayah pegunungan. Bila berjalan kaki, membutuhkan waktu 3 hari, naik dan turun menelusuri daerah yang berbukit-bukit itu.

"Jadi, harus tahu bagaimana situasi kondisi di sana, ya, tentunya orang yang sudah lama di hutan begitu, ya, itu 'kan mudah mereka memahami bagaimana itu liku-liku hutan. Ada bunyi keresek, misalnya, mereka paham apakah itu bunyi kaki manusia atau bunyi ular karena mereka sudah lama di sana," kata Argo.

Kendati demikian, Satgas Operasi Madago Raya tetap bergerak memburu sisa DPO MIT Poso yang masih bersembunyi setelah pimpinan mereka tewas tertembak.

"Jadi, tentunya ada teknik tersendiri yang digunakan oleh tim Madago Raya ini untuk tangkap mereka," kata Argo.

Tantangan lainnya, kata Argo, anggota MIT Poso yang memahami seluk-beluk hutan. Mereka mencari celah kapan turun gunung mengambil pasokan makanan.

Di sisi lain, masyarakat ketakutan memberikan informasi kepada petugas yang menelusuri jejak keberadaan mereka karena mendapat ancaman.

Setelah pimpinan MIT Poso Ali Kalora tewas dalam baku tembak pada hari Sabtu (18/9), Satgas Operasi Madago Raya masih bergerak dengan fokus memburu empat DPO yang tersisa.

Satgas Operasi Madago Raya juga menyebarkan selebaran berisi foto dan nama mereka.

Keempat orang tersebut masing-masing bernama Askar alias Pak Guru, Mukhlas alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK beri penguatan integritas kepada jajaran Kemenkes
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:37 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, menyelenggarakan program Penguatan Antikorupsi Penyeleng...
Brigadir SL diduga penyebar video Kapolres Nunukan pukul anggota
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:24 WIB
Kasus video viral Kapolres Nunukan AKBP SA diduga memukul anggotanya telah ditelusuri dan diperiksa ...
Luhut ungkap modus pelanggaran PeduliLindungi
Senin, 25 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Bins...
Polda Kalsel ungkap peredaran narkoba berbentuk prangko
Senin, 25 Oktober 2021 - 23:15 WIB
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengungkap peredaran narkoba berbentuk prangko y...
Kanwil Kumham DIY pamerkan seratusan karya kerajinan warga binaan
Senin, 25 Oktober 2021 - 21:01 WIB
Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kumham) Daerah Istimewa Yogyakarta memamerkan ser...
Azis klaim hanya beri pinjaman Rp210 juta ke bekas penyidik KPK
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:34 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin mengklaim hanya memberikan pinjaman...
KPK panggil istri Dodi Reza Alex Noerdin
Senin, 25 Oktober 2021 - 14:55 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (25/10), memanggil Erini Mutia Yufada yang merupakan istri...
LPSK minta korban kekerasan seksual berani bersuara
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:49 WIB
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Antonius PS Wibowo meminta agar korban keke...
KPK geledah kamar tahanan Andi Putra terkait unggahan di Facebook
Senin, 25 Oktober 2021 - 08:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kamar tahanan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Ria...
KPK dalami berbagai proyek yang dilaksanakan Pemkab Banjarnegara
Senin, 25 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami berbagai proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabup...