Pemberian dua dosis vaksin Johnson & Johnson masih didiskusikan pakar
Elshinta
Rabu, 22 September 2021 - 10:53 WIB |
Pemberian dua dosis vaksin Johnson & Johnson masih didiskusikan pakar
Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. (ANTARA/elshinta.com).

Elshinta.com - Sejumlah pakar vaksin internasional masih mendiskusikan terkait pemberian dua dosis vaksin Johnson & Johnson untuk mengukur tingkat perlindungan bagi para penerima, kata seorang profesor di Universitas Indonesia (UI).

"Indonesia beberapa hari lalu (11 September 2021) menerima kedatangan vaksin Johnson & Johnson, yang sudah mendapat 'Emergency Use Listing' (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan 'Emergency Use Authorization' (EUA) dari Badan POM dan diberikan hanya satu kali, sehingga dianggap punya kelebihan karena lebih praktis dengan satu kali suntikan saja," kata Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu pagi.

Tjandra mengatakan pada pertemuan sejumlah pakar vaksin internasional yang berlangsung Selasa (21/9) malam, dibicarakan sejumlah hasil penelitian tentang pemberian dua dosis vaksin Johnson & Johnson.

Pada saat yang sama, kata Tjandra, pimpinan perusahaan produsen vaksin Johnson & Johnson memberi keterangan pers bahwa dua dosis vaksin produksi mereka memberi proteksi sampai 94 persen untuk mencegah seseorang tertular dan sampai bergejala.

"Angka ini sepadan dengan angka proteksi dari vaksin Moderna atau Pfizer yang memang diberikan dua dosis. Pihak produsen juga menyampaikan bahwa tambahan dosis kedua vaksin Johnson & Johnson akan meningkatkan imunitas sangat baik dan juga melindungi dari infeksi yang amat berat," kata Tjandra.

Menurut Tjandra, pihak produsen menyampaikan bahwa pemberian satu kali vaksin tersebut dapat menghasilkan respons imun yang kuat dan juga menimbulkan memori kekebalan dalam waktu lama. "Bila booster kedua diberikan, kekuatan proteksinya terhadap COVID-19 makin meningkat lagi," katanya.

Menurut Tjandra, pihak Johnson & Johnson menyampaikan rencana pemberian dua dosis vaksin sejak Agustus 2021. "Kami akan mencoba membicarakan dengan pejabat kesehatan terkait tentang kemungkinan potensi strategi bahwa vaksin Johnson & Johnson diberikan lagi sesudah sekitar 8 bulan atau lebih setelah pemberian dosis pertamanya,” kata Tjandra mengutip pernyataan perusahaan Johnson & Johnson.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu mengatakan perkembangan tersebut belum banyak dikenal luas di Indonesia, karena selama ini yang selalu dibicarakan adalah pemberian vaksin Johnson & Johnson sebanyak satu kali suntik.

"Perkembangan baru ini tentu akan jadi kajian lebih lanjut pemerintah dalam menentukan kebijakan vaksinasi Johnson & Johnson yang baru beberapa hari sampai di negara kita," katanya.

Tjandra mengatakan ilmu pengetahuan tentang COVID-19 memang amat dinamis, dapat saja berubah sesuai hasil penelitian terakhir dan perlu dikuasai dengan baik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
96.886 pelanggan di Bumi Cenderawasih sudah unduh PLN Mobile
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:28 WIB
Sebanyak 96.886 pelanggan di Papua dan Papua Barat sudah mengunduh aplikasi PLN Mobile dengan mini d...
Perpusnas perkuat iklim kepenulisan di Kota Tebing Tinggi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:22 WIB
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia melalui Penerbit Perpusnas Press turut mendoron...
BMKG: Waspadai hujan lebat di pegunungan tengah Jateng
Rabu, 27 Oktober 2021 - 15:18 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah pegunungan tengah...
Menparekraf disambut dengan prosesi Mansorandak di Raja Ampat
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:29 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno disambut dengan proses...
Virtual `job fair` Disnaker Tangerang sediakan 1.237 lowongan kerja
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:17 WIB
Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Banten menggelar virtual job fair dengan menyediakan 1.237 l...
BMKG imbau waspadai hujan dan angin kencang sebagian wilayah NTT
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:52 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Agung Sudio...
Pemerintah Kota Kupang izinkan pusat belanja buka hingga pukul 21.00
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:42 WIB
Pemerintah Kota Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengizinkan pusat perbelanjaan dan pasar trad...
Menko PMK: Antisipasi gelombang tiga jangan abaikan perputaran ekonomi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta ...
Beruang madu yang direhabilitasi di Mendalo sudah siap dilepasliarkan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi menyatakan bahwa satu beruang madu tangkapa...
BSN-Jabar selenggarakan Bulan Mutu Nasional 2021 di Bandung
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:23 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan a...