NASA akan kirim robot penjelajah es ke Kutub Selatan Bulan
Elshinta
Selasa, 21 September 2021 - 10:55 WIB |
NASA akan kirim robot penjelajah es ke Kutub Selatan Bulan
Robot penjelajah es atau Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER) milik NASA. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA pada Senin (20/9) mengumumkan akan mendaratkan robot penjelajah es atau Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER) di wilayah Kutub Selatan Bulan yang disebut Kawah Nobile pada 2023.

Badan itu berharap robot VIPER akan mengonfirmasi keberadaan es air tepat di bawah permukaan, yang suatu hari nanti bisa diubah menjadi bahan bakar roket untuk misi ke Mars dan lebih jauh ke kosmos.

“Kawah Nobile adalah kawah tumbukan di dekat kutub selatan yang lahir melalui tabrakan dengan benda langit lain yang lebih kecil,” kata direktur divisi ilmu planet NASA Lori Glaze, dikutip dari AFP pada Selasa.

Wilayah kutub selatan bulan merupakan salah satu daerah terdingin di tata surya dan sejauh ini baru diselidiki dari jauh menggunakan sensor seperti yang ada di Lunar Reconnaissance Orbiter dan Lunar Crater Observation and Sensing Satellite.

“Robot VIPER akan mendekat dan menyatu dengan tanah bulan, bahkan mengebor beberapa kaki ke bawah,” kata Glazer.

Dimensi robot tersebut mirip dengan kereta golf, yakni berukuran 1,5 meter kali 1,5 meter kali 2,5 meter dengan berat 950 pon atau 430 kilogram dan terlihat agak mirip dengan droid yang terlihat di film “Star Wars”.

Tidak seperti robot penjelajah yang digunakan di Mars, VIPER dapat dikemudikan hampir secara real time karena jarak dari bumi jauh lebih pendek, yakni hanya sekitar 200.000 mil (sekitar 300.000 kilometer atau 1,3 detik cahaya). Robot ini juga lebih cepat, diperkirakan mencapai kecepatan 0,5 mph (0,8 kph).

VIPER bertenaga surya dilengkapi dengan baterai 50 jam, dibuat untuk menahan suhu ekstrem, dan dapat berjalan seperti hewan kepiting yang menyamping sehingga panelnya terus mengarah ke matahari untuk mempertahankan pengisian daya.

Tujuan misi ini, tim VIPER ingin mengetahui bagaimana air beku mencapai bulan, bagaimana ia tetap terawetkan selama miliaran tahun, serta bagaimana ia keluar dan ke mana air itu mengalir sekarang.

Misi tersebut merupakan bagian dari Artemis, yaitu rencana Amerika untuk mengembalikan manusia ke bulan. Misi berawak pertama secara teknis ditetapkan untuk 2024, tetapi kemungkinan akan dilakukan lewat dari rencana karena dipengaruhi berbagai faktor.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Memahami pentingnya keamanan digital
Kamis, 28 Oktober 2021 - 19:49 WIB
Jenius dari PT Bank BTPN Tbk mengajak masyarakat memahami pentingnya keamanan digital lewat program ...
Hari Sumpah Pemuda, momen generasi muda tingkatkan kecerdasan karakter
Kamis, 28 Oktober 2021 - 16:43 WIB
Koordinator Bidang Penyebaran Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekn...
Kisah 3 pemuda Indonesia yang bawa produk lokal mendunia
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:34 WIB
Semangat #SumpahPemuda masa kini bisa dimaknai dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mem...
Bupati Sindrap resmikan komunitas sepeda motor listrik
Selasa, 26 Oktober 2021 - 21:40 WIB
Bupati Sidrap, Sulawesi Selatan, Dolla Mando meresmikan terbentuknya komunitas pengguna sepeda mot...
Basmi pinjol dengan hukum dan perlindungan data pribadi
Senin, 25 Oktober 2021 - 09:23 WIB
“Butuh dana cepat?, proses mudah?, bunga rendah?, dan minat?” begitulah empat pertanyaan singka...
Studi: 60 persen UKM Indonesia alami pencurian informasi
Minggu, 24 Oktober 2021 - 11:35 WIB
Studi baru dari Cisco menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen pelaku UKM di Indonesia mengalami pencuri...
OPPO Watch dilengkapi sensor ukur irama detak jantung
Minggu, 24 Oktober 2021 - 11:11 WIB
Jam tangan pintar (smartwatch) OPPO Watch dilengkapi dengan sensor untuk mengukur irama detak jantun...
Cara membedakan pinjol legal dan ilegal
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 09:45 WIB
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meminta masyarakat berhati-hati dan bisa mengena...
Karya pelukis kontemporer Indonesia dipamerkan di Paris
Jumat, 22 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Karya pelukis kontemporer Indonesia Ronnie Jiang dipamerkan dalam Pameran Déstructuralisme Figurati...
Survei: Ada penurunan kualitas kehidupan pekerja saat pandemi
Senin, 18 Oktober 2021 - 12:10 WIB
Survei dari JobStreet pada Oktober 2020 di Indonesia menunjukkan sebanyak 86 persen pekerja di selur...