KKP amankan empat pelaku pelanggaran bom Ikan di Perairan Selayar
Elshinta
Minggu, 19 September 2021 - 23:01 WIB |
KKP amankan empat pelaku pelanggaran bom Ikan di Perairan Selayar
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin (kanan) saat memberikan keterangan penanganan kasus pelanggaran ilegal fishing (penangkapan ikan ilegal) FOTO/HO-Dokumentasi, Ditjen PSDKP KKP.

Elshinta.com - Aparat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap terduga  oknum nelayan yang melakukan pengeboman ikan secara ilegal di Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

"Ada empat terduga pelaku yang diamankan aparat Ditjen PSDKP KKP di wilayah perairan Selayar," kata Dirjen PSDKP KKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Minggu.

Para terduga pelaku ini masing-masing berinisial A dan H berusia 28 tahun, S berusia 20 tahun, dan A 18 tahun. Oknum nelayan yang masih berusia muda ini diduga melakukan kejahatan perikanan.

Penangkapan para terduga ini, kata Adin, atas informasi masyarakat setempat terkait maraknya aksi pengeboman ikan yang dilakukan oknum nelayan mencari ikan dengan cara merusak terumbu karang akibat pengeboman tersebut.

Tim Pengawas Perikanan Wilayah Kerja SDKP Selayar yang berada di bawah Komando Pangkalan PSDKP Bitung langsung melakukan penangkapan para pelaku.

Saat penangkapan pada Kamis (16/9), aksi kejar-kejaran sempat terjadi sebelum akhirnya keempat pelaku berhasil dilumpuhkan aparat.

"Pelaku mencoba melarikan diri namun dengan kesigapan aparat di lapangan, akhirnya berhasil dilumpuhkan," tegas Adin melalui siaran pers.

Dari hasil penangkapan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan informasi penting tersebut sehingga jajarannya dapat bergerak cepat untuk melakukan pengamanan. Ini merupakan contoh yang baik dalam penerapan pengawasan berbasis masyarakat.

"Ke depan akan terus kami dorong, kami rasa penting kehadiran masyarakat dalam proses pengawasan, khususnya untuk kasus-kasus 'destructive fishing' atau pengeboman ikan dengan bahan peledak,"ujarnya.

Adin mengatakan bahwa pemberantasan praktik pengeboman ikan ini terus diintensifkan oleh Ditjen PSDKP KKP.
 
Selain itu, aparat Ditjen PSDKP KKP juga telah menangkap pelaku pengeboman ikan di Perairan Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (31/8). Dari penangkapan tersebut, 20 kilogram bahan peledak bom ikan diamankan dari tangan pelaku.

Sementara Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan KKP, Halid K. Jusuf menyampaikan akan terus melakukan peningkatan upaya penanganan terkait "destructive fishing" ini.

Selain melakukan langkah-langkah penegakan hukum, upaya preventif terus didorong dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan bom ikan. Pihaknya terus bersinergi dengan aparat terkait pemberantasan "destructive fishing", termasuk menggandeng pemerintah daerah setempat.

“Selain upaya penegakan hukum, kami juga mencoba mencegah dengan program-program penyadaran dan peningkatan pemahaman terkait penangkapan ikan secara ilegal," ujar Halid.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya pelaksanaan pengawasan dalam tata kelola perikanan yang berkelanjutan. Pengawasan yang optimal akan mendorong terciptanya tata kelola perikanan yang mengedepankan keseimbangan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

Dari data KKP tercatat sepanjang tahun 2021 telah dilaksanakan penanganan sebanyak 31 kasus "destructive fishing" yang terdiri atas 23 pengeboman ikan, empat penyetruman, dan empat penggunaan racun ikan. Dalam penanganan kasus-kasus tersebut, total 95 orang pelaku diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Mataram tangkap terduga pengedar sabu
Kamis, 21 Oktober 2021 - 22:59 WIB
Tim Satresnarkoba Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang terduga pengedar sabu asa...
Polisi tahan tiga terduga penjarah kapal karam
Kamis, 21 Oktober 2021 - 00:01 WIB
Kepolisian Sektor Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menahan tiga pria yang diduga telah m...
Petugas berhasil bekuk dua pembobol konter HP
Rabu, 29 September 2021 - 20:57 WIB
Dua orang pelaku pembobolan toko handphone di Dusun Mendungan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoha...
Polres Dumai tangkap oknum guru tawarkan investasi bodong
Senin, 27 September 2021 - 23:45 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kota Dumai, Provinsi Riau, menangkap seorang oknum guru honorer inisial Ha k...
Polisi tangkap pria di Medan bunuh kekasih dengan air keras
Senin, 27 September 2021 - 14:17 WIB
Kepolisian menangkap seorang pria warga Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, berinis...
Polisi tangkap pelaku pembakar mimbar Masjid Raya Makassar
Sabtu, 25 September 2021 - 21:31 WIB
Tim Jatanras Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan berhasil menangkap pelaku berinisial KB (27) yan...
Polda Jateng bekuk komplotan pembobol brankas 13 minimarket 
Sabtu, 25 September 2021 - 16:37 WIB
Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Jateng membekuk komplotan spesialis pembobol brankas mini...
KKP amankan empat pelaku pelanggaran bom Ikan di Perairan Selayar
Minggu, 19 September 2021 - 23:01 WIB
Aparat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian ...
Polda Kaltim amankan 7 pemeras nahkoda kapal
Jumat, 17 September 2021 - 15:06 WIB
Sebuah Kapal pengangkut kayu yang berlayar dari Kutai Barat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan m...
Polda Metro tangkap dua WNA terlibat `skimming` ATM
Rabu, 15 September 2021 - 19:03 WIB
Petugas Polda Metro Jaya menangkap dua warga negara asing (WNA) berinisial VK berkebangsaan Rusia da...