Krisis dengan Prancis, Australia bela keputusannya tentang kapal selam
Elshinta
Minggu, 19 September 2021 - 16:22 WIB |
Krisis dengan Prancis, Australia bela keputusannya tentang kapal selam
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Australia bersikap `berani, terbuka, dan jujur` pada Prancis atas kekhawatirannya dengan kerja sama kapal selam di antara kedua negara, kata Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton pada Minggu (19/9).

Menurut Dutton, Australia sudah menyampaikan kekhawatiran kepada Prancis atas pesanan kapal selam senilai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp570,5 triliun) pada 2016 yang diperhitungkan akan menelan biaya lebih besar saat ini.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada Jumat (17/9) bahwa dia telah menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang kesepakatan tersebut dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Juni, dan menjelaskan bahwa Australia "perlu membuat keputusan untuk kepentingan nasional kami".

Menteri Keuangan Simon Birmingham mengatakan Australia telah memberi tahu Prancis tentang kesepakatan itu tetapi mengakui bahwa negosiasinya bersifat rahasia, mengingat "sensitivitasnya yang sangat besar".

Dutton dan Birmingham menolak untuk mengungkapkan biaya dari perjanjian baru pembuatan kapal selam dengan Amerika Serikat dan Inggris, meskipun Dutton mengatakan "proyek itu tidak murah".

Australia membatalkan kesepakatan dengan Naval Group, perusahaan kontraktor pertahanan Prancis, untuk membangun armada kapal selam konvensional, setelah mengumumkan rencana untuk membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan AS dan Inggris lewat kemitraan keamanan trilateral.

Langkah itu membuat marah Prancis, sekutu AS dan Inggris di NATO, dan memicu penarikan duta besar Prancis dari Washington dan Canberra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Temui Verstegen, Bahlil siap kawal investasi pala di Fakfak
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO...
RI, Turki sepakati koridor perjalanan untuk pulihkan ekonomi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:19 WIB
Pemerintah Indonesia dan Turki telah mencapai kesepakatan tentang koridor perjalanan yang akan memud...
Belasan jaksa AS surati Facebook tentang disinformasi vaksin
Jumat, 15 Oktober 2021 - 10:38 WIB
Jaksa agung di 14 negara bagian AS mengirim surat ke kepala eksekutif Facebook Inc Mark Zuckerberg u...
Topan Kompasu di China selatan, banjir di utara renggut tiga nyawa
Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:12 WIB
Topan Kompasu menerjang wilayah China selatan, sementara banjir telah menewaskan 15 orang di wilayah...
Presiden Bank Dunia soroti pembalikan tragis pembangunan saat pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:39 WIB
Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengatakan pada Rabu (13/10/2021) bahwa pandemi COVID-19 mend...
FDA: Moderna tak penuhi semua kriteria vaksin `booster` COVID
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Ilmuwan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Selasa (12/10) mengatakan bahwa Moderna belum ...
Panama setujui booster Pfizer bagi kelompok berisiko tinggi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:28 WIB
Panama menyetujui vaksin COVID-19 booster (penguat) Pfizer untuk kelompok orang berisiko tinggi, s...
 Dubes Heri Akhmadi resmikan PKBM ketiga di Jepang
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:55 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi meresmikan Pusat Kegiatan Belajar...
Saham Hong Kong ditutup lebih rendah terseret raksasa teknologi
Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:58 WIB
Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (12/10), terseret oleh saham tek...
Investor cari mata uang aman, dolar menguat dan melonjak terhadap yen
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:03 WIB
Dolar menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena lonjakan harga energi mendorong...
Live Streaming Radio Network