Uji coba wisata Mangunan terkendala sinyal saat proses scan aplikasi
Elshinta
Sabtu, 18 September 2021 - 22:45 WIB |
Uji coba wisata Mangunan terkendala sinyal saat proses scan aplikasi
Kawasan wisata Hutan Pinus Sari Mangunan Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY. (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Elshinta.com - Uji coba pembukaan objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terkendala sinyal internet yang tidak stabil saat proses scan barcode aplikasi pedulilindungi oleh wisatawan yang hendak masuk kawasan wisata.

"Kendalanya di sinyal, sehingga jelas kalau scan barcode tidak berhasil, otomatis walaupun menunjukkan kartu vaksin tidak boleh masuk, karena ini kepentingan untuk uji coba pedulilindungi," kata pengelola kawasan wisata Pinus Mangunan  Purwo Harsono di Bantul, Sabtu.

Hutan Pinus Sari Mangunan termasuk salah satu dari tiga destinasi wisata di DIY yang diujicoba untuk menerima kunjungan wisatawan pada masa pandemi COVID-19 menyusul penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKMl Level 3 di daerah ini.

Menurut dia, karena sinyal internet yang terkadang kurang mendukung di kawasan wisata perbukitan itu maka dalam satu rombongan wisatawan tidak kadang semuanya dapat masuk kawasan karena gagal scan aplikasi, meskipun sudah menunjukkan kartu vaksin.

"Kendala paling utama itu misal satu mobil ada enam orang, empat bisa masuk, dua tidak bisa, satu motor boncengan dua orang, yang satu masuk satu tidak, jadi kendalanya banyak, makanya saat uji coba pertama itu tidak ada 50 persen yang bisa masuk," katanya.

Dia mengatakan, persoalan tersebut berujung pada keluhan wisatawan karena seolah-olah merasa dipersulit, sehingga kemudian tidak sedikit pengunjung meluapkan kemarahan dan memberikan komentar negatif.

"Kami sudah jelaskan ini uji coba untuk kepentingan program pemerintah,  dan memang perlu penyadaran, dan kami maklum jauh-jauh rombongan ke sini tidak bisa masuk, lainnya bisa masuk kan spontan marah-marah," katanya.

Dia mengatakan, persoalan sinyal internet di kawasan wisata yang lambat sudah disampaikan ke pihak pemerintah agar ada solusi, atau ada kebijakan lain yang memberi kemudahan bagi wisatawan untuk masuk kawasan wisata.

"Kalaupun pakai wifi karena kapasitas terbatas memang ketika dipakai bersama sama itu lemot, ada juga handphone yang dibawa wisatawan tidak bisa akses, kami coba pinjami, tapi sulit praktiknya, karena aturan memang harus scan barcode pedulilindungi," katanya.

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo sebelumnya mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi kendala terkait pelaksanaan aplikasi peduli lindungi saat masuk wisata Mangunan, yaitu sinyal yang terkadang kuat, kurang, bahkan hilang, sehingga sedikit menyulitkan pengunjung saat melakukan proses aplikasi.

"Berkaitan dengan kendala itu kami perlu berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Sekretaris Daerah, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika, agar berupaya melakukan koordinasi supaya kendala tersebut bisa segera teratasi," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peringati Hari Santri Nasional 2021, FPKB DPR RI dukung santri yatim piatu giat belajar
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:14 WIB
Antisipasi penyebaran Covid-19 dan mencegah penularannya pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ...
BMKG prakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia cerah berawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 09:05 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesi...
Garuda Indonesia tanggapi putusan penolakan PKPU
Jumat, 22 Oktober 2021 - 00:11 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menanggapi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak gu...
Pemerintah tambah stok vaksin untuk kejar target akhir tahun
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:59 WIB
Pemerintah menambah persediaan vaksin COVID-19 dalam rangka mengejar target vaksinasi terhadap 70 pe...
Satgas: Anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perjalanan
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID menyampaikan anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah dapat melakukan perj...
Sumut ekspor pakan hewan ke Malaysia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:59 WIB
Sumatera Utara mengekspor pakan hewan \\\"kesayangan\\\" ke Malaysia setelah selama ini hanya dipasa...
Wali kota Singkawang ajak kelompok tani maksimalkan lahan kosong
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:59 WIB
Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie mengajak kelompok tani untuk bisa memanfaat...
Peneliti: Peran Bulog dalam rantai pasok beras perlu dievaluasi
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menyatakan peran Pe...
Kemenkumham NTT membagikan bantuan sembako kepada warga Kota Kupang
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:11 WIB
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur membagikan bantuan sembako kepada 22 ke...
Koalisi Bentang Seblat tolak penambangan batu bara di habitat gajah
Kamis, 21 Oktober 2021 - 19:14 WIB
Koalisi Selamatkan Bentang Alam Seblat yang merupakan gabungan dari aktivis mahasiswa, lingkungan da...