Pemerintah perpanjang PPnBM 100 persen demi pemulihan ekonomi
Elshinta
Sabtu, 18 September 2021 - 21:56 WIB |
Pemerintah perpanjang PPnBM 100 persen demi pemulihan ekonomi
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Pemerintah resmi memperpanjang masa diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir Desember 2021, untuk mendorong efek ganda perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Pemberian insentif diskon 100 persen ini semula berakhir Agustus 2021, namun, karena implementasinya terbukti efektif memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat menengah atas, pemerintah memutuskan memperpanjang," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dalam keterangan pers, Sabtu (18/9).

Perpanjangan insentif tercantum dalam PMK 120/PMK 010/2021. Perpanjangan diberlakukan pada PPnBM DTP 100 persen untuk mobil segmen kurang dari atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4x2 dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 70 persen, PPnBM DTP 50 persen untuk mobil bersegmen > 1.500 cc s.d 2.500 cc kategori 4x2 dengan TKDN paling sedikit 60 persen serta PPnBM DTP 25 persen untuk mobil bersegmen > 1.500 cc s.d 2.500 cc kategori 4x4 dengan TKDN paling sedikit 60 persen.

"Bagi yang sudah terlanjur bayar PPnBM atau PPN atas pembelian kendaraan bermotor September 2021, akan dikembalikan atau refund oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pemungutan," kata Johnny.

Perpanjangan masa diskon ini turut mempertimbangkan hasil evaluasi penjualan mobil dan efek ganda yang ditimbulkan. Dampak yang timbul antara lain peningkatan permintaan, produksi, tenaga kerja maupun sektor pendukung seperti industri barang logam karet dan jasa keuangan.

Secara kumulatif, dari Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen secara year-on-year. Produksi mobil secara kumulatif sejak awal tahun pun tumbuh 49,4 persen.

"Peningkatan produksi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tapi, juga ekspor kendaraan complete knock down (CKD) yang tumbuh 169,7 persen (yoy)," kata Johnny.

Dengan performa itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto sektor industri dan perdagangan alat angkutan tumbuh masing-masing 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada kuartal II 2021.

Jika terus dipertahankan, performa ini akan mempercepat pemulihan ekonomi dan para produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Deretan mobil baru yang diperkirakan akan meluncur di GIIAS 2021
Minggu, 24 Oktober 2021 - 20:33 WIB
Ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 akan diselenggarakan ...
Bamsoet: WorldSBK pacu Mandalika jadi pusat kegiatan otomotif nasional
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:56 WIB
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet berharap gelaran...
Ini bahaya merokok di dalam mobil
Minggu, 26 September 2021 - 14:56 WIB
Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan pemilik mobil adalah merokok di dalam kabin, padahal kegia...
Genesis GV60 bakal dilengkapi pengenalan wajah untuk buka tutup pintu
Minggu, 26 September 2021 - 10:15 WIB
Merek mewah Hyundai, Genesis, akan meluncurkan teknologi `Face Connect` buatan sendiri, yang memungk...
Kiat merawat mobil dari rumah
Minggu, 26 September 2021 - 09:56 WIB
Sama seperti tubuh, mobil pun butuh untuk dirawat secara berkala agar performanya tetap baik dan ny...
Pemerintah perpanjang PPnBM 100 persen demi pemulihan ekonomi
Sabtu, 18 September 2021 - 21:56 WIB
Pemerintah resmi memperpanjang masa diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen untuk ken...
Sepeda motor listrik diprediksi cepat berkembang di Indonesia
Kamis, 26 Agustus 2021 - 16:48 WIB
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), Riyanto menila...
Hyundai Staria hadir di Indonesia, bagaimana nasib H-1?
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 13:58 WIB
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan kehadiran Staria di Indonesia tidak akan berpengaruh t...
Renault-Geely bermitra untuk rebut pasar mobil hybrid Asia
Selasa, 10 Agustus 2021 - 10:22 WIB
Produsen otomotif Prancis Renault Group bermitra dengan pabrikan China Geely Holding Group untuk men...
Ford, GM, Stellantis minta dukungan AS jual mobil listrik
Minggu, 08 Agustus 2021 - 10:35 WIB
Tiga pabrikan mobil besar, Ford bersama GM dan Stellantis, mengeluarkan pernyataan bersama meminta d...