Pemda Matim gelar kegiatan rembuk stunting
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 18:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pemda Matim gelar kegiatan rembuk stunting
Sumber foto: Yos Syukur/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim, Bapelitbangda Matim dan beberapa Dinas terkait menggelar kegiatan rembuk stunting tingkat Kabupaten Manggarai Timur yang berlangsung di aula Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Hanura.

Wabup Matim Jaghur Stefanus pada kesempatan itu menyampaikan, setiap tahun pemkab mengadakan rembuk stunting. Tujuannya untuk memastikan terjadinya integrasi  pelaksanaan intervensi penurunan stunting  bersama lintas sektor. 

"Kegiatan tersebut melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa maupun nonpemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, rembuk stunting yang dilaksanakan saat ini untuk menetapkan rencana kerja bersama lintas sektor. Hal ini sebagai bentuk komitmen  dalam percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur tahun 2022," tambahnya.

Adapun, rancangan rencana kerja bersama tersebut yang telah disusun melalui tahapan kegiatan diantaranya;

Pertama, memadukan hasil perencanaan partisipatif dari masyarakat yang dikemukakan pada saat musrenbang tingkat desa dan kecamatan pada tahun 2021 dengan rencana kerja pemerintah tahun 2022. 

Kedua, mengevaluasi dan menganalisis situasi atas capaian kinerja penanganan stunting tahun-tahun sebelumnya.

Evaluasi tersebut, lanjut Wabup Jaghur,  untuk manajemen pelayanan yang efektif dan efisien. Efektif dan efisien dalam mengintegrasikan program dan kegiatan lintas sektor serta rasionalitas anggaran, penetapan dan capaian target.

"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut diketahui bahwa secara umum tren prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur dari tahun ke tahun terus menurun," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yos Syukur, Jumat (19/9). 

Dijelaskan Wabup Jaghur, pada Agustus 2019 prevalensi stunting sebesar 18,70 persen.  Pada Februari 2020 menurun menjadi 16,5 persen dan pada Februari 2021 menurun lagi menjadi 14,10 persen.

Pada tahun 2022, tambahnya, penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur ditargetkan mencapai 13,50 persen. Pada tahun 2023 ditargetkan 11,50 persen dan pada tahun 2024 ditargetkan 9,50 persen.

Penetapan target tersebut, kata dia,  selaras dengan target Nasional.  Tahun 2024 prevalensi stunting tingkat nasional ditargetkan mencapai 14 persen.

"Semua pihak mesti mempunyai kontribusi untuk menurunkan prevalensi stunting tingkat nasional. Intervensi terpadu terhadap masalah stunting ini mesti terus kita lakukan secara bersama-sama," tegasnya.

Kata dia, persebaran balita stunting di Manggarai Timur terdapat di semua desa dan kelurahan tetapi jumlahnya berbeda-beda di masing- masing desa dan kelurahan. Tahun 2022 penanganan lebih difokuskan pada 78 desa sambil tetap menangani desa-desa lainnya.

Wabup Jaghur mengatakan, dengan kegiatan rembuk stunting ini untuk menyepakati kedua intervensi tersebut yang akan kita laksanakan pada 78 desa di Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2022.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BKKBN siapkan anggaran untuk jasa pemasangan alat kontrasepsi KB
Kamis, 30 September 2021 - 16:25 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyiapkan anggaran untuk dinas kabupaten...
BKKBN menargetkan 70 persen ibu ikuti program KB pascapersalinan
Minggu, 26 September 2021 - 15:57 WIB
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ...
Pemda Matim gelar kegiatan rembuk stunting
Jumat, 17 September 2021 - 18:05 WIB
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Keseh...
Pendidikan kesehatan seksual reproduksi di keluarga pondasi pemenuhan HKSR
Senin, 06 September 2021 - 21:11 WIB
Hampir dua tahun, Indonesia masih terus berjuang mengakhiri pandemi Covid-19.
YKI harapkan wanita di Langkat ikut iva test 
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:13 WIB
Ketua Pengurus  Cabang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tiorita, m...
Julie Sutrisno: PMT di Desa Model tidak hanya ibu hamil
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:47 WIB
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak hanya pada ibu hamil, tetapi di...
Seluk beluk vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil
Minggu, 08 Agustus 2021 - 12:46 WIB
 Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah merekomendasikan pemberian vaksin COVID...
POGI: Ibu hamil jangan ragu vaksinasi COVID-19
Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:23 WIB
 Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. DR. Dr. Budi Wiweko...
Kini sudah ada mesin Mammomat Revelation untuk deteksi kanker payudara
Minggu, 04 Juli 2021 - 09:36 WIB
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) telah menginstalasi mesin mamografi terbaru, bernama Mammomat Revelat...
Dokter sarankan wanita hamil trimester awal hindari sauna
Selasa, 04 Mei 2021 - 15:05 WIB
Dokter spesialis kandungan dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Manggala Pasca Wardhana, SpOG(K), menyata...