Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Elshinta
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB |
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Seorang pejalan kaki menyeberang jalan saat matahari terbenam di pusat kota selama penguncian untuk mengekang penyebaran wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Sydney, Australia, Selasa (14/9/2021). REUTERS/Loren Elliott

Elshinta.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga yang divaksin, bahkan ketika negara bagian terbesar kedua di negara itu melaporkan kenaikan kasus baru COVID-19 harian tertinggi kedua pada 2021.

Morrison mengatakan para pemimpin federal dan negara bagian akan membahas tentang paspor vaksin dan memperluas karantina rumah ketika mereka bertemu dalam rapat kabinet nasional pada Jumat sore.

"Anda akan melihat orang yang divaksin dapat bergerak dan melakukan lebih banyak hal," kata Morrison kepada stasiun radio 3AW.

"Mereka cenderung tidak terkena virus, menularkan virus, atau mendapatkan penyakit serius dan berakhir di rumah sakit. Jadi, itu tidak akan memberi tekanan pada sistem rumah sakit umum," ujarnya.

Para pejabat kesehatan Australia telah memperingatkan bahwa wabah varian Delta saat ini kemungkinan akan membebani sistem perawatan kesehatan ketika negara-negara bagian melanjutkan rencana untuk mencabut penguncian (lockdown) di Sydney, Melbourne, Canberra dan beberapa daerah lainnya.

Negara bagian Victoria pada Jumat melaporkan 510 kasus baru COVID-19 dan satu kematian baru. Sebagian besar kasus COVID-19 Victoria berada di ibu kota Melbourne.

Sebelumnya negara bagian tersebut melaporkan 514 kasus baru COVID-19 pada Kamis, yakni angka tertinggi dalam wabah saat ini.

Morrison telah menganjurkan pembukaan kembali Australia sejalan dengan meningkatnya tingkat vaksinasi.

Dia mengonfirmasi bahwa 70,6 persen dari populasi Australia yang berusia di atas 16 tahun telah menerima dosis pertama vaksin COVID.

Di bawah rencana pembukaan kembali nasional pemerintah federal, para pemimpin negara-negara bagian dan wilayah Australia telah didesak untuk secara bertahap melonggarkan aturan pembatasan yang ketat, termasuk kontrol perbatasan.

Langkah pelonggaran itu diputuskan setelah 70-80 persen populasi orang dewasa di Australia telah divaksin sepenuhnya.

Namun, tidak semua pemimpin negara bagian dan wilayah setuju dengan rencana pembukaan kembali tersebut.

Morrison mengatakan kabinet nasional akan mempertimbangkan kapan harus mulai mengurangi karantina hotel dan menggantinya dengan karantina rumah bagi para pelancong yang tiba di Australia.

Negara bagian New South Wales dan Victoria sedang menguji perangkat lunak pengenalan wajah yang memungkinkan polisi memeriksa orang-orang di rumah selama karantina COVID-19. Langkah itu memperluas uji coba kontroversial yang telah dikritik oleh para aktivis privasi.

Bahkan dengan wabah varian Delta yang bergerak cepat, Australia sebagian besar telah berhasil menekan jumlah kasus infeksi coronanya untuk tidak mencapai angka tinggi seperti yang terlihat di banyak negara maju lainnya.

Keberhasilan itu dicapai melalui langkah penguncian cepat dan karantina hotel untuk para pelancong internasional. Australia sejauh ini mencatat sekitar 81.000 kasus COVID-19 dan 1.129 kematian akibat infeksi virus corona.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Temui Verstegen, Bahlil siap kawal investasi pala di Fakfak
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO...
RI, Turki sepakati koridor perjalanan untuk pulihkan ekonomi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:19 WIB
Pemerintah Indonesia dan Turki telah mencapai kesepakatan tentang koridor perjalanan yang akan memud...
Belasan jaksa AS surati Facebook tentang disinformasi vaksin
Jumat, 15 Oktober 2021 - 10:38 WIB
Jaksa agung di 14 negara bagian AS mengirim surat ke kepala eksekutif Facebook Inc Mark Zuckerberg u...
Topan Kompasu di China selatan, banjir di utara renggut tiga nyawa
Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:12 WIB
Topan Kompasu menerjang wilayah China selatan, sementara banjir telah menewaskan 15 orang di wilayah...
Presiden Bank Dunia soroti pembalikan tragis pembangunan saat pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:39 WIB
Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengatakan pada Rabu (13/10/2021) bahwa pandemi COVID-19 mend...
FDA: Moderna tak penuhi semua kriteria vaksin `booster` COVID
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Ilmuwan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Selasa (12/10) mengatakan bahwa Moderna belum ...
Panama setujui booster Pfizer bagi kelompok berisiko tinggi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:28 WIB
Panama menyetujui vaksin COVID-19 booster (penguat) Pfizer untuk kelompok orang berisiko tinggi, s...
 Dubes Heri Akhmadi resmikan PKBM ketiga di Jepang
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:55 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi meresmikan Pusat Kegiatan Belajar...
Saham Hong Kong ditutup lebih rendah terseret raksasa teknologi
Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:58 WIB
Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (12/10), terseret oleh saham tek...
Investor cari mata uang aman, dolar menguat dan melonjak terhadap yen
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:03 WIB
Dolar menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena lonjakan harga energi mendorong...
Live Streaming Radio Network