Kota Prabumulih tergenang banjir bandang 1,5 meter
Elshinta
Kamis, 16 September 2021 - 19:03 WIB |
Kota Prabumulih tergenang banjir bandang 1,5 meter
Dokumen - Pengendara sepeda motor menerobos jalan yang tergenang banjir di kawasan jalan raya Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/11/2020). (ANTARA/Umarul Faruq)

Elshinta.com - Kota Prabumulih, Sumatera Selatan tergenang banjir bandang setinggi 1,5 meter setelah daerah itu semalaman diguyur hujan lebat.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori di Palembang, Kamis mengatakan, berdasarkan laporan sedikitnya ada 12 kelurahan di tiga kecamatan yang tergenang banjir dengan tinggi permukaan air rata-rata 1 sampai 1,5 meter.

Banjir di wilayah Kota Prabumulih akibat curah hujan yang sangat tinggi sejak Rabu (16/9) malam," kata dia.

Adapun empat diantaranya Kelurahan Mangga Besar, Kelurahan Anak Petai di Kecamatan Prabumulih Utara. Kelurahan Karang Raja, Kelurahan Muaradua di Kecamatan Prabumulih Timur dan Kelurahan Sukaraja di Prabumulih Selatan.

Secara spesifik Kepala Pelaksana BPBD Kota Prabumulih Sriyono mengatakan, banjir tersebut disebabkan curah hujan tinggi yang berlangsung selama lebih kurang dua jam, pada Rabu (15/9) malam sampai Kamis pagi, sehingga saluran pembuangan di wilayah ini tak mampu menampung debit air.

Selain itu, hujan deras juga menyebabkan aliran Sungai Kelekar meluap hingga menggenangi pemukiman-pemukiman warga di 12 kelurahan tersebut.

Pihaknya sudah mengerahkan tim ke lokasi banjir untuk mengevakuasi masyarakat sejak malam tadi hingga pagi ini.

Tidak ditemukan ada korban jiwa dalam bencana ini, hanya saja rumah yang tergenang air merusak sejumlah perabotan rumah tangga, perangkat elektronik dan kendaraan milik warga.

"Tim kami masih bersiaga bersama warga," ujarnya.

Banjir ini, merupakan bencana yang paling parah dari sebelum-sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir.

Warga menyakini selain disebabkan hujan lebat lebih dari dua jam, juga disebabkan drainase dan permukaan Sungai Kelekar juga mengalami pendangkalan dan dipenuhi banyaknya sampah rumah tangga.

"Ini (banjir) terparah dari sebelum-sebelumnya," katanya.

Setelah kejadian ini diharapkan adanya upaya penanggulangan seperti pembersihan massal saluran pembuangan air dan sungai-sungai, sehingga bisa mengeleminir bencana serupa terulang kembali, kata Hermawan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasca gempa Semarang, Polda Jateng siapkan dapur umum
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:24 WIB
Tiga wilayah yang  terimplikasi gempa bumi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tidak menimbulkan ker...
 26 Oktober 2010: Sang juru kunci Merapi meninggal dunia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 06:26 WIB
Letusan Gunung Merapi meninggalkan banyak cerita. Gunung yang berada di Sleman, Magelang, Boyolali, ...
Polresta Samarinda lakukan patroli kemanusiaan di wilayah banjir
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, terus melakukan patroli kemanusiaan untuk membantu warga masya...
 Gempa Salatiga nihil kerusakan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:23 WIB
Gempa bumi yang terjadi di wilayah Salatiga, Jawa tengah, Sabtu (23/10) tidak menimbulkan  kerusaka...
Gubernur Jateng minta warga pegunungan siaga gempa pergerakan sesar
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:47 WIB
Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowp meminta warga di daerah pegunungan untuk siaga terkait dengan ad...
Puluhan rumah warga di Ogan Ilir rusak diterjang puting beliung
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:22 WIB
 Puluhan rumah warga di lima desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan mengalami rusak parah da...
 BPBD Karawang prediksi banjir awal tahun, pakar manajemen bencana ingatkan cuaca ekstrem
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:46 WIB
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karawan...
Polisi berlakukan buka tutup jalur Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 12:55 WIB
Petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup lalu lintas Medan-Berastagi dan sebaliknya, akib...
Gempa magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Enggano, Bengkulu
Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:15 WIB
Gempa bumi dengan Magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Minggu ...
Polisi tutup sementara akses jalan Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 08:30 WIB
Polisi menutup sementara akses jalan Medan-Berastagi akibat tertutup longsor di tikungan PDAM Tirta...