Belasan rumah di Cibeber-Cianjur rusak akibat bencana alam
Elshinta
Kamis, 16 September 2021 - 16:52 WIB |
Belasan rumah di Cibeber-Cianjur rusak akibat bencana alam
Warag Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, mulai memperbaiki atap rumah yang rusak akibat angin puting beliung, Kamis (16/9). ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat dua kejadian bencana alam pergerakan tanah dan puting beliung melanda Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, sehingga belasan rumah rusak.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi Kamis, mengatakan pergerakan tanah disertai angin puting beliung di Desa Sukamanah, sudah terjadi sejak dua hari terakhir, dimana hujan turun deras melanda sebagian besar Cianjur.

"Akibatnya 12 rumah mengalami rusak ringan, 10 rumah terdampak puting beliung dengan atap beterbangan dan dua rumah mengalami retak akibat pergerakan tanah," katanya.

Rumah warga yang terdampak pergerakan tanah cukup parah, terpaksa diungsikan ke rumah sanak saudaranya atau ke madrasah setempat. Sedangkan rumah warga yang rusak akibat puting beliung, namun sejak pagi hingga siang ini, sudah mulai diperbaiki.

"Untuk rumah yang rusak akibat puting beliung sudah mulai diperbaiki dan sudah dapat ditempati kembali. Namun untuk rumah yang rusak dan terancam pergerakan tanah, kami imbau untuk waspada dan segera mengungsi," katanya.

Pihaknya berharap penanganan rumah yang rusak dan terancam pergerakan tanah di Kecamatan Cibeber, dapat tuntas dalam satu hari. Untuk pemilik rumah yang rusak dan terancam pergerakan, diungsikan sementara.

Tercatat dari 354 desa di Cianjur, sebagian besar masuk dalam wilayah rawan bencana, sehingga seiring tingginya curah hujan sejak satu pekan terakhir, warga diimbau waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda alam.

Sementara warga Desa Sukamanah, mulai memperbaiki rumah mereka yang rusak, sebagian besar di bagian atap akibat tersapu angin puting beliung, sedangkan warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan saat ini, menumpang di rumah saudaranya.

"Untuk rumah rusak akibat puting beliung sudah diperbaiki dan dapat kembali ditempati. Kalau pemilik rumah yang rusak dan terancam pergerakan tanah, masih mengungsi karena pergerakan tanah masih meluas," kata Toto warga terdampak bencana alam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasca gempa Semarang, Polda Jateng siapkan dapur umum
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:24 WIB
Tiga wilayah yang  terimplikasi gempa bumi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tidak menimbulkan ker...
 26 Oktober 2010: Sang juru kunci Merapi meninggal dunia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 06:26 WIB
Letusan Gunung Merapi meninggalkan banyak cerita. Gunung yang berada di Sleman, Magelang, Boyolali, ...
Polresta Samarinda lakukan patroli kemanusiaan di wilayah banjir
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, terus melakukan patroli kemanusiaan untuk membantu warga masya...
 Gempa Salatiga nihil kerusakan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:23 WIB
Gempa bumi yang terjadi di wilayah Salatiga, Jawa tengah, Sabtu (23/10) tidak menimbulkan  kerusaka...
Gubernur Jateng minta warga pegunungan siaga gempa pergerakan sesar
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:47 WIB
Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowp meminta warga di daerah pegunungan untuk siaga terkait dengan ad...
Puluhan rumah warga di Ogan Ilir rusak diterjang puting beliung
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:22 WIB
 Puluhan rumah warga di lima desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan mengalami rusak parah da...
 BPBD Karawang prediksi banjir awal tahun, pakar manajemen bencana ingatkan cuaca ekstrem
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:46 WIB
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karawan...
Polisi berlakukan buka tutup jalur Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 12:55 WIB
Petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup lalu lintas Medan-Berastagi dan sebaliknya, akib...
Gempa magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Enggano, Bengkulu
Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:15 WIB
Gempa bumi dengan Magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Minggu ...
Polisi tutup sementara akses jalan Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 08:30 WIB
Polisi menutup sementara akses jalan Medan-Berastagi akibat tertutup longsor di tikungan PDAM Tirta...